Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/06/2021, 15:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo telah memenuhi panggilan dan pemeriksaan penyidik terkait laporannya terhadap dua youtuber, EK dan MP.

Roy melaporkan EK dan MP karena diduga melakukan sindiran, hinaan dan memutarbalikan fakta kronologi kecelakaan yang melibatkannya dengan artis Lucky Alamsyah, beberapa waktu lalu.

Dia menyerahkan sejumlah alat bukti dalam pemeriksaan untuk kepentingan berita acara pemeriksaan yang dijalani di Polda Metro Jaya, Senin (7/6/2021).

"Alhamdulillah bukti-bukti sudah kami serahkan semuanya termasuk beberapa hasil tangkapan layar yang masih asli, masih ada nama saya dan bukti berikutnya yang sudah diubah," ujar Roy usai diperiksa.

Baca juga: Buntut Perseteruan dengan Lucky Alamsyah, Roy Suryo Laporkan Youtuber ke Polisi

Roy menjelaskan, kedua bukti tangkapan layar itu diserahkan karena sebelumnya EK dan MP mencoba menghilangkan penyebutan nama Roy dalam video konten yang mereka buat di Youtube.

"Kedua pelaku berusaha menghilangkan alat bukti berupa nama saya dalam hastag. Alat bukti yang lain juga saya serahkan transkrip yang memuat semua percakapan termasuk 33 kali penyebutan nama saya," ucap Roy.

Selain bukti terkait sindiran kronologi kecelakaan, Roy juga menyerahkan barang bukti sanggahan atau fakta dari yang disebutkan EK dan MP soal aset Kemenpora.

Roy disebut-sebut menguasai barang milik negara semejak menjabat sebagai Menpora.

"Dan sudah jawab tegas bahwa ini adalah putusan pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang mana peristiwa itu sebenarnya sudah inkrah dan Kemenpora sudah mencabut gugatan dan membayar perkara," katanya.

Roy sebelumnya melaporkan EK dan MP ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Jumat (4/6/2021).

Baca juga: Roy Suryo: Seperti Sinetron, Saya Korban tapi Disebut Lakukan Tabrak Lari

Keduanya dipolisikan karena membuat konten Youtube mengenai perseteruan Roy dengan artis Lucky Alamsyah terkait kecelakaan, beberapa waktu lalu.

"Dengan segala hormat, saya terpaksa harus melaporkan ada seorang buzzer. Saya tidak menyebutnya seorang pegiat sosial atau saya tidak menyebutnya seorang youtuber karena buzzer ini mengungggah di akun youtube dengan nama pra kontra 2045," ujar Roy, Jumat.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Enggan Ungkap Pemilik Asli Mobil Audi A6 Penabrak Mahasiswi di Cianjur

Polisi Enggan Ungkap Pemilik Asli Mobil Audi A6 Penabrak Mahasiswi di Cianjur

Megapolitan
Henry Surya Divonis Lepas, Perwakilan Kuasa Hukum Korban KSP Indosurya: JPU Harus Diperiksa

Henry Surya Divonis Lepas, Perwakilan Kuasa Hukum Korban KSP Indosurya: JPU Harus Diperiksa

Megapolitan
Keluarga Ungkap Pensiunan Polri Tak Minta Maaf Usai Tabrak Mahasiswa UI Hasya

Keluarga Ungkap Pensiunan Polri Tak Minta Maaf Usai Tabrak Mahasiswa UI Hasya

Megapolitan
Toko Furnitur di Kabupaten Bekasi Habis Terbakar, Kerugian Mencapai Rp 500 Juta

Toko Furnitur di Kabupaten Bekasi Habis Terbakar, Kerugian Mencapai Rp 500 Juta

Megapolitan
Dianiaya Orang Tak Dikenal di Pasar Minggu, Dokter Hewan PNS DKI Merasa Tak Punya Musuh

Dianiaya Orang Tak Dikenal di Pasar Minggu, Dokter Hewan PNS DKI Merasa Tak Punya Musuh

Megapolitan
Panjang Rute LRT Jakarta Fase 1 dan 1B Akan Capai 12,2 Kilometer, Total Ada 11 Stasiun

Panjang Rute LRT Jakarta Fase 1 dan 1B Akan Capai 12,2 Kilometer, Total Ada 11 Stasiun

Megapolitan
Temui Anak Stunting di Cilincing, Heru Budi: Mereka Ceria, tapi Tinggi Badannya Kurang

Temui Anak Stunting di Cilincing, Heru Budi: Mereka Ceria, tapi Tinggi Badannya Kurang

Megapolitan
Cerita PKL Kota Tua Sepi Pembeli sejak Pindah Lokasi: Padahal Dulu Mudah Dapat Rp 100.000...

Cerita PKL Kota Tua Sepi Pembeli sejak Pindah Lokasi: Padahal Dulu Mudah Dapat Rp 100.000...

Megapolitan
Lawan Begal, Pedagang Nasi Goreng di Jatinegara Alami Luka akibat Pisau

Lawan Begal, Pedagang Nasi Goreng di Jatinegara Alami Luka akibat Pisau

Megapolitan
Bakal Ada 5 Stasiun Baru di Rute LRT Velodrome-Manggarai, Total Trase 6,4 Km

Bakal Ada 5 Stasiun Baru di Rute LRT Velodrome-Manggarai, Total Trase 6,4 Km

Megapolitan
Pemprov Sudah Kirim 3 Nama Calon Sekda DKI ke Kemendagri

Pemprov Sudah Kirim 3 Nama Calon Sekda DKI ke Kemendagri

Megapolitan
Heru Budi Sebut 777 Anak di Cilincing Rawan Stunting

Heru Budi Sebut 777 Anak di Cilincing Rawan Stunting

Megapolitan
Pria yang Ditemukan Tewas di Selokan Pesanggrahan Dipastikan Kader PDI-P Tangsel

Pria yang Ditemukan Tewas di Selokan Pesanggrahan Dipastikan Kader PDI-P Tangsel

Megapolitan
Sudah Diasuh Ibunya, Balita yang Disandera Ayah di Depok Tetap Dapat Pendampingan Psikologis

Sudah Diasuh Ibunya, Balita yang Disandera Ayah di Depok Tetap Dapat Pendampingan Psikologis

Megapolitan
Dokter Hewan Dianiaya di Pasar Minggu, Dipukul dengan Benda Mirip Stik Golf

Dokter Hewan Dianiaya di Pasar Minggu, Dipukul dengan Benda Mirip Stik Golf

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.