Bisa Secepat Road Bike, Pesepeda Listrik Tetap Ikuti Aturan Kecepatan di Bawah 25 Km/Jam

Kompas.com - 08/06/2021, 21:04 WIB
Ilustrasi sepeda listrik shutterstockIlustrasi sepeda listrik

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski memiliki kemampuan melaju secepat road bike, pengguna sepeda listrik mengaku tetap melaju sesuai aturan yang berlaku, yakni kecepatan rata-rata di bawah 25 kilometer per jam.

Pentolan Komunitas Sepeda dan Motor Listrik Indonesia (Kosmik) Hendro Sutono mengatakan, sepeda listrik memiliki kelas-kelas tertentu, salah satunya kelas sepeda yang mampu untuk menyamai kecepatan road bike.

"Sepeda listrik ada yang bisa ngebut, tetapi tentunya dengan rancang bangun dan komponen yang disesuaikan dengan peruntukan kecepatan rendah," ujar Hendro saat dihubungi Selasa, (8/6/2021).

Baca juga: Ketika Jalur Road Bike Bikin Mangkel Sesama Pesepeda, Merasa Didiskriminasi Berdasarkan Harga

Seperti sepeda listrik, road bike juga memiliki kelas sepeda dengan kemampuan kecepatan yang berbeda-beda.

"Road bike biasa akan susah juga mencapai 40 kilometer per jam. Hanya road bike dengan rancang bangun dan komponen tertentu yang mampu menembus kecepatan 40 kilometer per jam, bahkan lebih," ujar Hendro.

Meski memiliki kemampuan lebih, Hendro mengatakan bahwa pesepeda listrik terikat Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 45 Tahun 2020 tentang Kendaraan Tertentu dengan Menggunakan Penggerak Motor Listrik.

Dalam aturan tersebut, sepeda listrik memiliki batas kecepatan maksimal, yakni 25 kilometer per jam.

"Pesepeda listrik tetap melaju lambat, karena telah ditetapkan maksimal 25 kilometer per jam demi keselamatan pengendara dan pengguna jalan lainnya," ujar Hendro.

Baca juga: Anggota DPRD DKI: Jangan Ada Diksi Perbedaan Road Bike atau Non-road Bike!

Meski demikian, Hendro menegaskan, sepeda listrik tidak bisa dibandingkan dengan road bike. "Road bike berada dalam golongan alat olahraga, sementara sepeda listrik berada dalam golongan alat transportasi. Dalam aturan Kementerian Perhubungan juga dibedakan antara sepeda gowes dengan sepeda listrik," jelas dia.

Sebelumnya, ramai kontroversi kebijakan istimewa bagi pesepeda jenis road bike. Mulai dari keringanan melaju di luar jalur hijau, hingga izin melintas di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang.

Kebijakan ini didasari kemampuan road bike yang memiliki kecepatan rata-rata 40 kilometer per jam. Pengendara road bike diklaim kesulitan jika mengikuti kecepatan pesepeda biasa di jalur hijau.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siswa SMPN 85 Positif Covid-19, Pihak Sekolah Pastikan Bukan Klaster PTM

Siswa SMPN 85 Positif Covid-19, Pihak Sekolah Pastikan Bukan Klaster PTM

Megapolitan
8 Pengedar Ganja yang Ditangkap di Tangsel Bertransaksi secara Online

8 Pengedar Ganja yang Ditangkap di Tangsel Bertransaksi secara Online

Megapolitan
8 Tersangka Pengedar Ditangkap, Polisi Amankan 24 Kilogram Ganja

8 Tersangka Pengedar Ditangkap, Polisi Amankan 24 Kilogram Ganja

Megapolitan
Ardhito Pramono Direhabilitasi, Proses Hukum Kasus Narkobanya Tetap Berjalan

Ardhito Pramono Direhabilitasi, Proses Hukum Kasus Narkobanya Tetap Berjalan

Megapolitan
Bertambah 1, Kini Ada 5 Warga Kota Tangerang Terpapar Omicron

Bertambah 1, Kini Ada 5 Warga Kota Tangerang Terpapar Omicron

Megapolitan
SMPN 85 Tetap Gelar PTM meski Siswa Positif Covid-19, Ini Alasan Sekolah

SMPN 85 Tetap Gelar PTM meski Siswa Positif Covid-19, Ini Alasan Sekolah

Megapolitan
Rekomendasi BNN, Ardhito Pramono Akan Direhabilitasi Selama 6 Bulan di RSKO Cibubur

Rekomendasi BNN, Ardhito Pramono Akan Direhabilitasi Selama 6 Bulan di RSKO Cibubur

Megapolitan
Musisi Ardhito Pramono Direhabilitasi di RSKO Cibubur Mulai Hari Ini

Musisi Ardhito Pramono Direhabilitasi di RSKO Cibubur Mulai Hari Ini

Megapolitan
RSUI Maksimalkan Pemberian Vaksin Booster hingga 1.000 Dosis Per Hari

RSUI Maksimalkan Pemberian Vaksin Booster hingga 1.000 Dosis Per Hari

Megapolitan
Proses Belajar di SMPN 85 Pondok Labu Tetap Berjalan meski Ada Temuan Kasus Covid-19

Proses Belajar di SMPN 85 Pondok Labu Tetap Berjalan meski Ada Temuan Kasus Covid-19

Megapolitan
RSKO Cibubur Terima Ardhito Pramono sebagai Pasien Rehabilitasi

RSKO Cibubur Terima Ardhito Pramono sebagai Pasien Rehabilitasi

Megapolitan
Asrama Haji Kota Bekasi Siap Tampung Jemaah Umrah untuk Karantina

Asrama Haji Kota Bekasi Siap Tampung Jemaah Umrah untuk Karantina

Megapolitan
Saat Anak-anak Main Banjir di Jurumudi, Asyik Cari Ikan untuk Dipelihara Tanpa Pedulikan Bau Tak Sedap

Saat Anak-anak Main Banjir di Jurumudi, Asyik Cari Ikan untuk Dipelihara Tanpa Pedulikan Bau Tak Sedap

Megapolitan
Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Tahap I Capai 99 Persen

Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Tahap I Capai 99 Persen

Megapolitan
Seorang Siswa SMPN 85 Jakarta Positif Covid-19, 30 Teman Sekelasnya Dites PCR

Seorang Siswa SMPN 85 Jakarta Positif Covid-19, 30 Teman Sekelasnya Dites PCR

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.