Sembako Bakal Kena Pajak, Pedagang: Pemerintah Coba Turun ke Pasar

Kompas.com - 09/06/2021, 20:06 WIB
Eko, Pedagang sembako di Pasar Koja Baru, Jakarta Utara, Rabu (9/6/2021). KOMPAS.COM/ IRA GITAEko, Pedagang sembako di Pasar Koja Baru, Jakarta Utara, Rabu (9/6/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berencana menjadikan bahan pokok atau sembako sebagai obyek pajak pertambahan nilai (PPN).

Sembako berupa beras dan gabah, jagung, sagu, kedelai, garam konsumsi, daging, telur, susu, buah-buahan, sayur-sayuran, ubi-ubian, bumbu-bumbuan, dan gula konsumsi akan dikenakan PPN.

Semula, barang-barang itu dikecualikan dalam PPN yang diatur dalam aturan turunan, yakni Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 116/PMK.010/2017.

Baca juga: Simak, Ini Daftar Sembako yang akan Dikenakan PPN

Sementara itu, dalam draft RUU pasal 4A, sembako dihapus dalam kelompok barang yang tak dikenai PPN.

Sejumlah pedagang mengaku berkeberatan dengan rencana tersebut. Hendro, misalnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ditemui ketika hendak belanja telur di Pasar Koja Baru, Jakarta Utara, Rabu (9/6/2021), Hendro menyebut pendapatannya terancam anjlok apabila sembako akan dikenakan pajak.

"Sebagai warga berat sebagai penjual telur juga berkeberatan. Pendapatan jadi berkurang kan," kata Hendro.

Baca juga: Sembako Bakal Kena Pajak, Kemenkeu: Kami Tak Akan Membabi Buta

Hendro mengaku belum mengetahui adanya rencana pengenaan pajak untuk sembako. Hal senada juga dirasakan pedagang sembako Pasar Koja Baru, Eko.

Menurut Eko, ketika sembako dikenakan pajak, kondisi tersebut dapat menurunkan daya jual pedagang.

Sebab, mau tidak mau pedagang akan menaikkan harga jual sembako.

"Dampaknya pasti akan ada kenaikan harga terus daya jualnya juga penurunan. Ditambah dengan kondisi Covid-19 ini jadi daya beli masyarakat lemah. Menurut pedagang sih jangan ada lah ditambahin pajak," tutur Eko.

Eko berharap, pemerintah bisa melihat langsung kondisi pedagang pasar yang akan terdampak langsung akan adanya rencana tersebut.

"Harapannya pemerintah turun ke lapangan coba dilihat kayak apa, ke pasar-pasar, ketemu pedagang-pedagang," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dianggap Izinkan Demo tapi Larang Reuni 212, Polisi Beri Penjelasan

Dianggap Izinkan Demo tapi Larang Reuni 212, Polisi Beri Penjelasan

Megapolitan
Gedung Cyber di Jakarta Selatan Terbakar

Gedung Cyber di Jakarta Selatan Terbakar

Megapolitan
Saat Anies Mulai Menjaga Jarak dari Kelompok 212...

Saat Anies Mulai Menjaga Jarak dari Kelompok 212...

Megapolitan
Polres Metro Bekasi Putar Balik Bus yang Bergerak Menuju Reuni 212

Polres Metro Bekasi Putar Balik Bus yang Bergerak Menuju Reuni 212

Megapolitan
Masjid Istiqlal Jakarta Dijaga Ketat Aparat Gabungan, Warga Dilarang Masuk

Masjid Istiqlal Jakarta Dijaga Ketat Aparat Gabungan, Warga Dilarang Masuk

Megapolitan
Bubarkan Massa Reuni 212, Polres Jakpus Kerahkan Mobil Raisa dan Polisi Bermotor

Bubarkan Massa Reuni 212, Polres Jakpus Kerahkan Mobil Raisa dan Polisi Bermotor

Megapolitan
Polisi Sebut 23 Peserta Reuni 212 yang Terjaring di Ciputat Umumnya Anak-anak

Polisi Sebut 23 Peserta Reuni 212 yang Terjaring di Ciputat Umumnya Anak-anak

Megapolitan
Polda Metro Jaya Akan Tindak Tegas Panitia Reuni 212 yang Arahkan Massa ke Patung Kuda

Polda Metro Jaya Akan Tindak Tegas Panitia Reuni 212 yang Arahkan Massa ke Patung Kuda

Megapolitan
Massa Reuni 212 Bubar, Jalan Wahid Hasyim ke Arah Tanah Abang Lancar

Massa Reuni 212 Bubar, Jalan Wahid Hasyim ke Arah Tanah Abang Lancar

Megapolitan
Enggan Dibubarkan, Peserta Reuni 212: Kemarin Demo Buruh Boleh, Kita Cuma Reuni

Enggan Dibubarkan, Peserta Reuni 212: Kemarin Demo Buruh Boleh, Kita Cuma Reuni

Megapolitan
Polisi di Pos Sekat Ciputat Jaring 23 Orang yang Hendak Ikut Reuni 212

Polisi di Pos Sekat Ciputat Jaring 23 Orang yang Hendak Ikut Reuni 212

Megapolitan
Ada Reuni 212, Perjalanan KRL Hari Ini Tetap Normal

Ada Reuni 212, Perjalanan KRL Hari Ini Tetap Normal

Megapolitan
Antisipasi Pergerakan Massa Reuni 212, Polisi Berjaga di Stasiun Bogor

Antisipasi Pergerakan Massa Reuni 212, Polisi Berjaga di Stasiun Bogor

Megapolitan
Massa Reuni 212 Padati Jalan Wahid Hasyim, Mobil hingga Bajaj Terobos Separator untuk Putar Balik

Massa Reuni 212 Padati Jalan Wahid Hasyim, Mobil hingga Bajaj Terobos Separator untuk Putar Balik

Megapolitan
Saat KSAD Dudung Turun Tangan Cek Pengamanan Reuni 212...

Saat KSAD Dudung Turun Tangan Cek Pengamanan Reuni 212...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.