Polantas Bantu Perempuan yang Hendak Melahirkan di Cideng, Jakpus

Kompas.com - 10/06/2021, 14:51 WIB
Polisi lalu lintas yang tengah bertugas di daerah Cideng, Jakarta Pusat, menolong seorang perempuan yang akan melahirkan, Kamis (10/6/2021). KOMPAS.com/IhsanuddinPolisi lalu lintas yang tengah bertugas di daerah Cideng, Jakarta Pusat, menolong seorang perempuan yang akan melahirkan, Kamis (10/6/2021).
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi lalu lintas (polantas) yang sedang bertugas di daerah Cideng, Jakarta Pusat, Kamis (10/6/20219), menolong seorang perempuan yang hendakan melahirkan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Lilik Sumardi mengatakan, peristiwa itu bermula saat Ipda Sapril dan lima anggota polantas lainnya sedang bertugas di Jalan KH Hashim Ashari, tepatnya di perempatan Cideng, Gambir, pukul 10.00 WIB.

Tiba-tiba, seseorang datang meminta bantuan.

Baca juga: Kisah Bidan Siti Bantu Wanita Melahirkan di Emperan Toko, Tidak Ada Peralatan Medis dan Berlangsung Dramatis

"Orang itu memberitahu dan meminta pertolongan, ada orang pingsan di pinggir jalan," kata Lilik, Kamis.

Anggota yang bertugas langsung melakukan pengecekan.

"Setelah dicek anggota, ternyata ada dua orang wanita, salah satunya pingsan. Setelah kami tanya, ibu yang satu memberitahukan ibu (yang pingsan) tersebut hamil tujuh bulan dan perutnya kontraksi, ingin melahirkan," ujar Lilik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ipda Sapril Situmorang beserta lima anggota lainnya melakukan pertolongan dengan membawa perempuan tersebut ke RSUD Tarakan.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 26 Juli: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambar 278, Pasien Dirawat Sebanyak 7.171 Orang

UPDATE 26 Juli: Kasus Baru Covid-19 di Tangsel Bertambar 278, Pasien Dirawat Sebanyak 7.171 Orang

Megapolitan
Wagub DKI: Penyaluran Bansos Tunai Sudah Capai 90 Persen

Wagub DKI: Penyaluran Bansos Tunai Sudah Capai 90 Persen

Megapolitan
Viral, Video Seorang Wanita Tipu Pemilik Warung Kelontong di Tambora dan Bawa Kabur Barang

Viral, Video Seorang Wanita Tipu Pemilik Warung Kelontong di Tambora dan Bawa Kabur Barang

Megapolitan
Penimbun Alkes di Jakbar Juga Naikkan Harga Obat Terapi Covid-19 Hampir 19 Kali Lipat

Penimbun Alkes di Jakbar Juga Naikkan Harga Obat Terapi Covid-19 Hampir 19 Kali Lipat

Megapolitan
Demonstran di Balai Kota Tangsel Tuntut agar Satpol PP yang Arogan terhadap Pedagang Ditindak

Demonstran di Balai Kota Tangsel Tuntut agar Satpol PP yang Arogan terhadap Pedagang Ditindak

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Klaim Keterisian RS Menurun, Kini di Angka 65,5 Persen

Wali Kota Bekasi Klaim Keterisian RS Menurun, Kini di Angka 65,5 Persen

Megapolitan
UPDATE 26 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 281 Kasus Baru Covid-19, 515 Pasien Sembuh

UPDATE 26 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 281 Kasus Baru Covid-19, 515 Pasien Sembuh

Megapolitan
Hingga Lusa, Sudah Ada Antrean Jenazah Pasien Covid-19 yang Akan Dikremasi di TPU Tegal Alur

Hingga Lusa, Sudah Ada Antrean Jenazah Pasien Covid-19 yang Akan Dikremasi di TPU Tegal Alur

Megapolitan
Baru Beroperasi, Krematorium di TPU Tegal Alur Layani Banyak Jenazah hingga Antre Berhari-hari

Baru Beroperasi, Krematorium di TPU Tegal Alur Layani Banyak Jenazah hingga Antre Berhari-hari

Megapolitan
Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tak Lagi Wajib Bawa STRP, Ini Aturan Terbarunya

Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tak Lagi Wajib Bawa STRP, Ini Aturan Terbarunya

Megapolitan
Aturan Makan 20 Menit Dianggap Lucu, Komunitas Warteg: Kalau Tersedak Bagaimana?

Aturan Makan 20 Menit Dianggap Lucu, Komunitas Warteg: Kalau Tersedak Bagaimana?

Megapolitan
Ajak Warga Ikut Vaksinasi Covid-19, Anies: Vaksin Terbukti Turunkan Risiko Kematian

Ajak Warga Ikut Vaksinasi Covid-19, Anies: Vaksin Terbukti Turunkan Risiko Kematian

Megapolitan
Survei Soal Bansos Tunai di Jakarta, Sebagian Besar Bilang Rp 600.000 Hanya Cukup untuk Seminggu

Survei Soal Bansos Tunai di Jakarta, Sebagian Besar Bilang Rp 600.000 Hanya Cukup untuk Seminggu

Megapolitan
Hippindo Berharap Pemerintah Bantu Pedagang Ritel Dapat Pinjaman Lunak

Hippindo Berharap Pemerintah Bantu Pedagang Ritel Dapat Pinjaman Lunak

Megapolitan
Sudinhub Jakarta Timur Tindak 14 Bus AKAP karena Langgar PPKM

Sudinhub Jakarta Timur Tindak 14 Bus AKAP karena Langgar PPKM

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X