Kadispora Tangsel Beri Keterangan Tambahan Soal Kasus Korupsi Dana Hibah KONI

Kompas.com - 10/06/2021, 15:17 WIB
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Tangerang Selatan Entol Wiwi Wartawijaya usai memberikan keterangan di Gedung Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan, Kamis (10/6/2021). KOMPAS.com/ Tria SutrisnaKepala Dinas Pemuda dan Olahraga Tangerang Selatan Entol Wiwi Wartawijaya usai memberikan keterangan di Gedung Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan, Kamis (10/6/2021).

TANGSEL, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Tangerang Selatan (Tangsel) Entol Wiwi Wartawijaya memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri Tangsel, Kamis (10/6/2021). Wiwi diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tangsel tahun anggaran 2019.

Wiwi yang mengenakan baju batik hitam-kuning dan memakai masker biru keluar seorang diri dari Gedung Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan pada Kamis (10/6/2021).

Dia berjalan cepat ke arah mobilnya yang terparkir di halaman parkir area luar Gedung Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan.

Baca juga: Susul Bendahara, Ketua Umum KONI Tangsel Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah

Kepada wartawan, dia menjelaskan bahwa kehadirannya pada hari ini untuk memberikan keterangan tambahan atas kasus korupsi dana hibah KONI Tangsel dengan tersangka SHR selaku bendahara umum organisasi tersebut.

"Ya terkait KONI. Enggak ada pertanyaan, tambahan saja. Sama seperti kemarin," kata Wiwi kepada wartawan.

Namun, Wiwi tidak mengungkapkan secara rinci keterangan tambahan yang disampaikannya. Dia menyebut hanya menjelaskan posisi Dispora dalam pemberian dana hibah tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Enggak ada yang spesifik apa, hanya posisi Dispora di mana pada saat menghibah," ujar dia.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangsel telah menetapkan dua tersangka dalam kasus itu, yaitu SHR dan JR, yang masing-masing merupakan Bendahara Umum dan Ketua KONI Tangsel.

Penetapan tersangka terhadap SHR dilakukan setelah Kejari melakukan penyelidikan dan menemukan sejumlah alat bukti terkait dugaan korupsi tersebut. Tersangka diduga memanipulasi laporan pertangungjawaban (LPJ) sejumlah kegiatan yang dilakukan oleh KONI Tangerang Selatan.

Kepala Kejari Tangerang Selatan Aliansyah mengatakan, sejumlah kegiatan dalam LPJ tersebut menggunakan dana hibah KONI Tangerang Selatan tahun 2019.

Aliansyah juga menjelaskan bahwa negara rugi Rp 1,12 miliar dalam kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Tangsel itu. Angka kerugian didapatkan dari hasil penghitungan yang dilakukan dan dilaporkan Inspektorat Tangerang Selatan.

Baca juga: KONI Tangsel Diminta Segera Usulkan Pengganti Bendahara yang Jadi Tersangka Korupsi

Saat ini SHR sudah ditahan di Ruang Tahanan Kota Serang untuk menjalani penahanan selama 20 hari yang terhitung sejak 4 Juni ini. SHR dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 Juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara RJ baru ditetapkan sebagai tersangka pada hari ini.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
TIPS, TRIK, DAN TUTORIAL
Tips Membuat Pasta Segar Anti Gagal dari Chef Juna di MasterChef Indonesia
Tips Membuat Pasta Segar Anti Gagal...
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub DKI: Penyaluran Bansos Tunai Sudah Capai 90 Persen

Wagub DKI: Penyaluran Bansos Tunai Sudah Capai 90 Persen

Megapolitan
Viral, Video Seorang Wanita Tipu Pemilik Warung Kelontong di Tambora dan Bawa Kabur Barang

Viral, Video Seorang Wanita Tipu Pemilik Warung Kelontong di Tambora dan Bawa Kabur Barang

Megapolitan
Penimbun Alkes di Jakbar Juga Naikkan Harga Obat Terapi Covid-19 Hampir 19 Kali Lipat

Penimbun Alkes di Jakbar Juga Naikkan Harga Obat Terapi Covid-19 Hampir 19 Kali Lipat

Megapolitan
Demonstran di Balai Kota Tangsel Tuntut agar Satpol PP yang Arogan terhadap Pedagang Ditindak

Demonstran di Balai Kota Tangsel Tuntut agar Satpol PP yang Arogan terhadap Pedagang Ditindak

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Klaim Keterisian RS Menurun, Kini di Angka 65,5 Persen

Wali Kota Bekasi Klaim Keterisian RS Menurun, Kini di Angka 65,5 Persen

Megapolitan
UPDATE 26 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 281 Kasus Baru Covid-19, 515 Pasien Sembuh

UPDATE 26 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 281 Kasus Baru Covid-19, 515 Pasien Sembuh

Megapolitan
Hingga Lusa, Sudah Ada Antrean Jenazah Pasien Covid-19 yang Akan Dikremasi di TPU Tegal Alur

Hingga Lusa, Sudah Ada Antrean Jenazah Pasien Covid-19 yang Akan Dikremasi di TPU Tegal Alur

Megapolitan
Baru Beroperasi, Krematorium di TPU Tegal Alur Layani Banyak Jenazah hingga Antre Berhari-hari

Baru Beroperasi, Krematorium di TPU Tegal Alur Layani Banyak Jenazah hingga Antre Berhari-hari

Megapolitan
Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tak Lagi Wajib Bawa STRP, Ini Aturan Terbarunya

Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tak Lagi Wajib Bawa STRP, Ini Aturan Terbarunya

Megapolitan
Aturan Makan 20 Menit Dianggap Lucu, Komunitas Warteg: Kalau Tersedak Bagaimana?

Aturan Makan 20 Menit Dianggap Lucu, Komunitas Warteg: Kalau Tersedak Bagaimana?

Megapolitan
Ajak Warga Ikut Vaksinasi Covid-19, Anies: Vaksin Terbukti Turunkan Risiko Kematian

Ajak Warga Ikut Vaksinasi Covid-19, Anies: Vaksin Terbukti Turunkan Risiko Kematian

Megapolitan
Survei Soal Bansos Tunai di Jakarta, Sebagian Besar Bilang Rp 600.000 Hanya Cukup untuk Seminggu

Survei Soal Bansos Tunai di Jakarta, Sebagian Besar Bilang Rp 600.000 Hanya Cukup untuk Seminggu

Megapolitan
Hippindo Berharap Pemerintah Bantu Pedagang Ritel Dapat Pinjaman Lunak

Hippindo Berharap Pemerintah Bantu Pedagang Ritel Dapat Pinjaman Lunak

Megapolitan
Sudinhub Jakarta Timur Tindak 14 Bus AKAP karena Langgar PPKM

Sudinhub Jakarta Timur Tindak 14 Bus AKAP karena Langgar PPKM

Megapolitan
UPDATE 26 Juli: Ada 2.662 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 14.666 Pasien Sembuh

UPDATE 26 Juli: Ada 2.662 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 14.666 Pasien Sembuh

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X