Kompas.com - 10/06/2021, 18:17 WIB
Sejumlah warga yang tidak bisa memasuki wilayah RT01/RW03, Gandasari, Kota Tangerang, lantaran tidak memiliki hasil negatif tes cepat antigen. Mereka diwajibkan membawa hasil tes tersebut larena wilayah itu ditutup sementara atau menerapkan lockdown. KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFALSejumlah warga yang tidak bisa memasuki wilayah RT01/RW03, Gandasari, Kota Tangerang, lantaran tidak memiliki hasil negatif tes cepat antigen. Mereka diwajibkan membawa hasil tes tersebut larena wilayah itu ditutup sementara atau menerapkan lockdown.

TANGERANG, KOMPAS.com - Kapolsek Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten, Kompol Dimas Aditya mengatakan sebanyak 34 warga RW03, Gandasari, Jatiuwung, positif Covid-19 berdasarkan tes PCR (polymerase chain reaction).

Sebanyak 34 warga itu sebelumnya dinyatakan positif Covid-19 berdasar tes cepat antigen.

Dimas menyebutkan, sekitar 13 warga RW 03 lain yang positif berdasar hasil tes cepat antigen kini tengah menunggu hasil tes PCR.

Baca juga: Satu RT di Gandasari Lockdown, Warga: Ribet, tapi Buat Kebaikan Semua

Setidaknya ada 47 warga di RW tersebut yang positif Covid-19 berdasar skrining tes antigen massal yang dilakukan di lingkungan itu pekan lalu.

"Total 34 orang positif Covid-19 dari tes PCR. Sisa 13 lainnya yang positif (berdasar) tes antigen masih nunggu hasil," papar dia ketika ditemui di Kantor Kelurahan Gandasari, Kamis (10/6/2021).

Saat ini, lanjut dia, warga yang menunggu hasil tes PCR itu tengah menjalani perawatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dimas menegaskan, penutupan sementara alias lockdown khusus dilakukan di RT01/RW03, Gandasari. Dia mengimbau warga setempat agar tidak keluar dari lingkungan tersebut meski diizinkan untuk beraktifitas.

"Diimbau warga setempat enggak keluar dulu, (untuk) meminimalisir penyebaran virusnya," kata Dimas.

Awal mula klaster Gandasari

Ketua RT01/RW03 Gandasari, Panji Buana, menuturkan bahwa terdapat salah seorang warganya yang mudik Lebaran 2021. Saat dia kembali dan mulai bekerja, perusahaannya mewajibkan untuk tes Covid-19.

"Dia tes di RS swasta dan hasilnya positif (Covid-19)," kata Panji saat ditemui, Senin.

"Namun, si warga ini tidak lapor ke RT kalau dia positif," ujarnya.

Panji menyebutkan, meski orang itu positif, dia tetap berinteraksi dengan masyarakat lain di permukiman tersebut, seperti bermain catur atau menongkrong. Orang itu merasa dia sudah sehat, padahal diduga dia termasuk dalam orang tanpa gejala (OTG).



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mayat Seorang Pria Ditemukan Mengapung di Bendungan ATR Bekasi

Mayat Seorang Pria Ditemukan Mengapung di Bendungan ATR Bekasi

Megapolitan
Viral, Video Anak Kecil Curi Uang dari Kotak Amal di Kalideres

Viral, Video Anak Kecil Curi Uang dari Kotak Amal di Kalideres

Megapolitan
Update 27 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 285 Kasus Baru Covid-19

Update 27 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 285 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Sepekan Terakhir, 78.236 KK di Kota Tangerang Terima BST dari Kemensos

Sepekan Terakhir, 78.236 KK di Kota Tangerang Terima BST dari Kemensos

Megapolitan
Pendaftaran Penerima Dana Gerakan 'Bagi Rata' Akan Dibuka Lagi Senin Depan

Pendaftaran Penerima Dana Gerakan 'Bagi Rata' Akan Dibuka Lagi Senin Depan

Megapolitan
Polisi Temukan Benda yang Dipakai Dalam Pembunuhan di Jagakarsa

Polisi Temukan Benda yang Dipakai Dalam Pembunuhan di Jagakarsa

Megapolitan
Polisi Akan Periksa Hotel RedDoorz Setelah Digerebek Terkait Kerumunan

Polisi Akan Periksa Hotel RedDoorz Setelah Digerebek Terkait Kerumunan

Megapolitan
Wagub DKI: Soal Waktu Makan Maksimal 20 Menit, Tak Mungkin Kami Tempatkan Petugas di Warteg

Wagub DKI: Soal Waktu Makan Maksimal 20 Menit, Tak Mungkin Kami Tempatkan Petugas di Warteg

Megapolitan
Seorang Suami Diduga Bunuh Istrinya di Jagakarsa, Jakarta Selatan

Seorang Suami Diduga Bunuh Istrinya di Jagakarsa, Jakarta Selatan

Megapolitan
Ombudsman Kritik Penerapan PPKM Level 4 di Kota Tangerang, 2 Posko Penyekatan Kosong Tanpa Polisi

Ombudsman Kritik Penerapan PPKM Level 4 di Kota Tangerang, 2 Posko Penyekatan Kosong Tanpa Polisi

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Pemalsu Surat Hasil Tes Swab PCR di Jakarta Selatan

Polisi Tangkap 2 Pemalsu Surat Hasil Tes Swab PCR di Jakarta Selatan

Megapolitan
Tangsel Catat 7.323 Pasien Covid-19 Masih Dirawat, Terbanyak Selama Pandemi

Tangsel Catat 7.323 Pasien Covid-19 Masih Dirawat, Terbanyak Selama Pandemi

Megapolitan
7 Perusahaan di Jakbar Ditutup karena Wajibkan Karyawan Masuk Kantor padahal Bukan Sektor Esensial

7 Perusahaan di Jakbar Ditutup karena Wajibkan Karyawan Masuk Kantor padahal Bukan Sektor Esensial

Megapolitan
Anies Optimistis Jakarta Lampaui Target Vaksinasi Covid-19 yang Ditetapkan Jokowi

Anies Optimistis Jakarta Lampaui Target Vaksinasi Covid-19 yang Ditetapkan Jokowi

Megapolitan
Mendagri Minta Wali Kota Tangsel Segara Pahami Penanggulangan Covid-19

Mendagri Minta Wali Kota Tangsel Segara Pahami Penanggulangan Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X