Kompas.com - 11/06/2021, 20:52 WIB
Walikota Bogor,  Bima Arya Sugiarto meninjau uji cepat (rapid test) massal Covid-19 yang digelar Dinas Kesehatan Kota Bogor di Pasar Bogor, Kota Bogor, Rabu (29/4/2020). Rapid test untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOWalikota Bogor, Bima Arya Sugiarto meninjau uji cepat (rapid test) massal Covid-19 yang digelar Dinas Kesehatan Kota Bogor di Pasar Bogor, Kota Bogor, Rabu (29/4/2020). Rapid test untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19.

BOGOR, KOMPAS.com - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menegaskan, dirinya tidak akan pilih kasih dalam penegakan hukum terhadap pelanggar protokol kesehatan di wilayahnya.

Hal itu ia sampaikan usai bertemu dengan perwakilan pengunjuk rasa pembebasan Rizieq Shihab, di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Jumat (11/6/2021).

"Tadi kita melakukan pertemuan dua jam. Di situ terjadi panjang pembicaraan. Pada intinya kami sepakat tidak ada pilih kasih, tidak ada ketidakadilan dalam pelanggaran prokes," ucap Bima.

"Oleh karena itu ke depan kita akan fokus bersikap tegas terhadap pelanggaran prokes," sambungnya.

Baca juga: Bima Arya Bertemu Perwakilan Massa Pendukung Rizieq di Gedung DPRD Bogor

Bima menambahkan, dalam pertemuan itu juga disepakati bahwa Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor akan membuka ruang komunikasi dan dialog dengan seluruh pihak.

Hal itu, kata Bima, karena saat ini banyak yang salah paham tentang situasi yang terjadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sekarang ya fokus kepada tugas kita sebagai satgas. Terus berkomunikasi dengan semua karena banyak yang salah paham, banyak yang salah persepsi," tutur Bima.

Bima melanjutkan, dirinya tidak mau berkomentar atas kasus yang menjerat Rizieq Shihab.

Sebab, kata dia, urusan kasus itu sudah disampaikan sejelas-jelasnya ketika bersaksi di pengadilan.

"Saya tidak mau berkomentar tentang substansi pengadilan. Semua sudah disampaikan di pengadilan ya. Saya tidak mau komen ke arah itu. Jadi kita fokus saja menjaga kondusifitas," beber Bima.

Baca juga: Rizieq Shihab: Penyiram Air Keras ke Novel Hanya Dituntut Setahun, tapi Pelanggar Prokes Dituntut 6 Tahun Penjara

Sementara itu, salah satu menantu Rizieq Shihab yang datang dalam aksi itu, Muhamad Alathos mengatakan, akan menagih janji Bima Arya yang akan menjerat hukum pelanggar prokes.

Ia mengatakan, jika memang tidak ada diskriminatif terhadap Rizieq, seharusnya semua pelanggar prokes di Kota Bogor juga harus disanksi pidana.

"Kita lihat dalam satu pekan ini, apakah yang disampaikan Bima Arya sesuai atau tidak," pungkasnya.



Video Rekomendasi

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

266 Pemotor yang Gunakan Knalpot Bising Ditindak Polisi Saat Crowd Free Night Semalam

266 Pemotor yang Gunakan Knalpot Bising Ditindak Polisi Saat Crowd Free Night Semalam

Megapolitan
Dishub Akui Ganjil Genap Margonda Dapat Bebani Area Lain di Depok hingga 30 Persen

Dishub Akui Ganjil Genap Margonda Dapat Bebani Area Lain di Depok hingga 30 Persen

Megapolitan
Pemkot Depok Gelar Sekolah Tatap Muka Mulai 4 Oktober, Akan Swab Rutin secara Acak

Pemkot Depok Gelar Sekolah Tatap Muka Mulai 4 Oktober, Akan Swab Rutin secara Acak

Megapolitan
Ganjil Genap Diprediksi Akan Perlancar Jalan Margonda Depok hingga 50 Persen di Akhir Pekan

Ganjil Genap Diprediksi Akan Perlancar Jalan Margonda Depok hingga 50 Persen di Akhir Pekan

Megapolitan
Ganjil Genap di Margonda Depok Hanya Diterapkan dari Flyover UI sampai Simpang Ramanda

Ganjil Genap di Margonda Depok Hanya Diterapkan dari Flyover UI sampai Simpang Ramanda

Megapolitan
Perseteruan Warga dengan 16 Sekuriti di Kembangan, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Perseteruan Warga dengan 16 Sekuriti di Kembangan, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Megapolitan
Video Viral Aksi Pencurian di Pondok Aren, Pelaku Gasak Suvenir dan 15 Hoverboard

Video Viral Aksi Pencurian di Pondok Aren, Pelaku Gasak Suvenir dan 15 Hoverboard

Megapolitan
3 Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Dalam Kota, Berawal dari Pindah Lajur

3 Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Dalam Kota, Berawal dari Pindah Lajur

Megapolitan
Kasus Penembakan di Tangerang, Polisi Sebut Tak Ada Saksi yang Lihat Langsung Kejadian

Kasus Penembakan di Tangerang, Polisi Sebut Tak Ada Saksi yang Lihat Langsung Kejadian

Megapolitan
Crowd Free Night di Tangsel Akhir Pekan Ini, Kendaraan yang Melintas Diputar Balik

Crowd Free Night di Tangsel Akhir Pekan Ini, Kendaraan yang Melintas Diputar Balik

Megapolitan
Aksi Tukang Tambal Ban Cari Untung, Tebar Ranjau Paku lalu Naikkan Harga Ban Dalam Motor 3 Kali Lipat

Aksi Tukang Tambal Ban Cari Untung, Tebar Ranjau Paku lalu Naikkan Harga Ban Dalam Motor 3 Kali Lipat

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 di 3 Kelurahan di Jakut Capai 80 Persen Lebih

Vaksinasi Covid-19 di 3 Kelurahan di Jakut Capai 80 Persen Lebih

Megapolitan
Penyelundupan Benih Lobster ke Singapura, Dimasukkan Koper untuk Kelabui Petugas tapi Berhasil Digagalkan

Penyelundupan Benih Lobster ke Singapura, Dimasukkan Koper untuk Kelabui Petugas tapi Berhasil Digagalkan

Megapolitan
Bukan Klaster Sekolah, Ini Penjelasan Dinkes DKI soal 2 Siswa SDN 03 Klender Positif Covid-19

Bukan Klaster Sekolah, Ini Penjelasan Dinkes DKI soal 2 Siswa SDN 03 Klender Positif Covid-19

Megapolitan
Ketika Anggota TNI AD Tewas Ditusuk karena Lerai Pertikaian di Depok...

Ketika Anggota TNI AD Tewas Ditusuk karena Lerai Pertikaian di Depok...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.