Kompas.com - 12/06/2021, 15:12 WIB
Kondisi turap longsor yang menimpa rumah warga di perumahan Nerada Estate, Cipayung, Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (12/6/2021). Alat berat dikerahkan untuk menyingkirkan materia turap yang longsor pada Jumat malam setelah terjadi hujan deras di daerah itu. Kompas.com/SONYA TERESAKondisi turap longsor yang menimpa rumah warga di perumahan Nerada Estate, Cipayung, Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (12/6/2021). Alat berat dikerahkan untuk menyingkirkan materia turap yang longsor pada Jumat malam setelah terjadi hujan deras di daerah itu.

TANGSEL, KOMPAS.com - Turap sepanjang 100 meter di perumahan Griya Satwika Telkom Pisangan, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), longsor setelah diguyur hujan lebat pada Jumat (11/6/2021).

Turap tersebut menimpa tiga rumah di perumahan Nerada Estate, Cipayung, Ciputat, Tangsel.

Sabtu ini dua unit alat berat diturunkan ke lokasi longsor. Alat berat itu dipakai untuk menghacurkan seruntuhan turap menjadi puing yang lebih kecil agar mudah diangkat.

"Iya turap (yang longsor) dihancurin pakai beco (alat berat) sudah mulai dari tadi," kata Lurah Cipayung, Tomy, saat ditemui di lokasi, Sabtu.

Baca juga: Banjir di Ciputat Belum Surut, Tinggi Genangan Masih 50 Cm

Material longsor menutup aliran anak kali Pesanggrahan. Air kali itu kemudian meluap ke perumahan Nerada Estate dan Payung Mas yang  bersebelahan dengan lokasi longsor.

Setelah turap diangkat, sodetan akan dibuat di dekat lokasi longsor agar air kali yang masuk ke perumahan warga dapat mengalir lewat sodetan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mau dibuat sodetan, mungkin pengerjaannya akan dalam dua hari ini," kata Tomy.

Menurut Tomy, sodetan itu memiliki panjang 50-100 meter dengan lebar 5-6 meter.

"Mudah-mudahan nanti air yang masuk ke sini (perumahan) bisa keluar lagi lewat sodetan ini," ujar Tomy.

Turap yang longsor sepanjang kurang lebih 100 meter, tinggi hampir 5 meter, lebar sekitar 4 meter. Panjang kali yang tertutup longsoran turap 100 meter dengan lebar sekitar empat meter.

Turap itu longsor setelah diguyur hujan deras pada Jumat malam.

Baca juga: Banjir di Ciputat, Tembok yang Ambruk Telah Dibobok agar Air Kali Dapat Mengalir

Ketua RW 14 Kelurahan Pisangan, Tatang Kurniawan menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi Jumat malam sekitar 19.30 WIB. Saat itu, wilayah Tangsel baru saja diterpa angin kencang dan hujan deras.

Menurut Tatang, turap perumahan itu longsor karena tanah yang labil dan sudah terdapat retakan di bagian jalan dekat lokasi kejadian.

Longsor tersebut juga menimpa tiga rumah dan menyebabkan dua orang luka-luka.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vonis Banding Kasus Megamendung dan Petamburan Tidak Berubah, Kuasa Hukum Rizieq: Kami Apresiasi

Vonis Banding Kasus Megamendung dan Petamburan Tidak Berubah, Kuasa Hukum Rizieq: Kami Apresiasi

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 di Masjid KH Hasyim Ashari Sasar 1.600 Warga

Vaksinasi Covid-19 di Masjid KH Hasyim Ashari Sasar 1.600 Warga

Megapolitan
80 Ton Oksigen Bantuan Singapura Dikirim dari Jakarta ke Surabaya

80 Ton Oksigen Bantuan Singapura Dikirim dari Jakarta ke Surabaya

Megapolitan
Dinar Candy Ditangkap Terkait Aksi Pakai Bikini di Jalan untuk Protes PPKM Diperpanjang

Dinar Candy Ditangkap Terkait Aksi Pakai Bikini di Jalan untuk Protes PPKM Diperpanjang

Megapolitan
Restoran Ayam Geprek di Pulogadung Dilalap Api

Restoran Ayam Geprek di Pulogadung Dilalap Api

Megapolitan
UPDATE 5 Agustus: Jumlah Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini Tersisa 2.103 Orang

UPDATE 5 Agustus: Jumlah Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini Tersisa 2.103 Orang

Megapolitan
Pemohon SKCK di Kota Tangerang Wajib Bawa Surat Vaksinasi, Ombudsman Bilang Itu Berpotensi Timbulkan Malaadministrasi

Pemohon SKCK di Kota Tangerang Wajib Bawa Surat Vaksinasi, Ombudsman Bilang Itu Berpotensi Timbulkan Malaadministrasi

Megapolitan
NIK Warga Jakarta Diduga Dipakai Seseorang untuk Vaksin di Tangsel, Polisi Periksa Klinik di Serpong

NIK Warga Jakarta Diduga Dipakai Seseorang untuk Vaksin di Tangsel, Polisi Periksa Klinik di Serpong

Megapolitan
Polisi Usut Dugaan NIK Warga Jakarta Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi Covid-19  di Tangsel

Polisi Usut Dugaan NIK Warga Jakarta Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Satpam GBK yang Pukul Mahasiswa Ingin Damai, Korban Masih Pikir-pikir

Satpam GBK yang Pukul Mahasiswa Ingin Damai, Korban Masih Pikir-pikir

Megapolitan
Bansos Tunai Warga Tapos Depok Dipotong Rp 150.000, untuk Yang Tak Dapat dan buat Agustusan

Bansos Tunai Warga Tapos Depok Dipotong Rp 150.000, untuk Yang Tak Dapat dan buat Agustusan

Megapolitan
Luhut Tinjau Proyek Penanganan Banjir di Jakarta

Luhut Tinjau Proyek Penanganan Banjir di Jakarta

Megapolitan
Terdakwa Kasus Prostitusi Anak Cynthiara Alona Jalani Sidang Perdana Hari Ini

Terdakwa Kasus Prostitusi Anak Cynthiara Alona Jalani Sidang Perdana Hari Ini

Megapolitan
Kowantara Minta Polisi Usut Pungli yang Dialami Pengusaha Warteg di Ciputat

Kowantara Minta Polisi Usut Pungli yang Dialami Pengusaha Warteg di Ciputat

Megapolitan
Anggaran Baju DPRD Kota Tangerang yang Naik 2 Kali Lipat Dinilai Tak Wajar

Anggaran Baju DPRD Kota Tangerang yang Naik 2 Kali Lipat Dinilai Tak Wajar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X