Kompas.com - 13/06/2021, 23:47 WIB
Supir Truk Kontainer menunggu giliran masuk terminal peti kemas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (13/6/2021) KOMPAS.com/DJATI WALUYOSupir Truk Kontainer menunggu giliran masuk terminal peti kemas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (13/6/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Persatuan Sopir Trailer Tanjung Priok (PSTP) Agung Bangkit berharap, penangkapan pelaku pungutan liar (pungli) dapat memberantas permasalahan premanisme secara menyeluruh di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Harapannya, tentu dalam penanganan dalam persoalan yang dihadapi oleh pengemudi terkait macet, pungli dan premanisme itu tidak selesai dalam pada saat sekarang ada kunjungan Pak Jokowi aja," ujar Agung, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (13/6/2021).

Baca juga: Presiden Minta Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok Diberantas, Ini Langkah Pelindo II

Pasalnya, Agung mengungkapkan, jika tidak dilakukan pengawasan secara berkelanjutan aksi premanisme tersebut pasti akan kembali terjadi.

"Harapanya seluruh pengelola pelabuhan entar regulator, operator atau stakeholder, membuat sesuatu badan bareng, kolaborasi, nanti tersentralisasi," ujar Agung.

Hal tersebut sangat diharapkan oleh Agung, lantaran para supir truk dahulu sangat kebingungan jika ada masalah termasuk pungli.

"Jadi kalau ada masalah gini tuh cepat. Misalnya macet harus mengadu ke siapa. Kemudian ada pelayanan yang lambat mengadu ke siapa. Ada pungli mengadunya ke siapa. Kan itu jadi jelas kita," ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Cegah Pungli di Tanjung Priok, Penyelenggara Jasa Pelabuhan Diminta Perketat Pengawasan

Agung menambahkan, saat ini memang telah terdapat spanduk yang terpasang di terminal terkait pelarangan memberikan imbalan kepada pelayanan, namun menurutnya itu hanya pajangan.

"Tetapi ya mereka sulit untuk dihubungi, mereka enggak bisa diajak komunikasi seolah kayak gambar-gambar yang tidak ada guna," ungkap dia.

Diketahui 49 orang telah diamankan terkait praktik pungli terhadap para sopir truk kontainer di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mendapat laporan mengenai pungli yang kerap terjadi di kawasan pelabuhan Tanjung Priok dari para sopir truk kontainer, saat Kepala Negara tengah mengadakan kunjungan ke kawasan bisnis tersebut, Kamis (10/6/2021).

Baca juga: Setelah Jokowi Telepon Kapolri soal Pungli di Tanjung Priok...

 

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Dalami Motif Dinar Candy Pakai Bikini di Pinggir Jalan

Polisi Dalami Motif Dinar Candy Pakai Bikini di Pinggir Jalan

Megapolitan
Universitas Mercu Buana Pastikan 15 Dosen dan Karyawan yang Diberhentikan Akan Dapat Pesangon

Universitas Mercu Buana Pastikan 15 Dosen dan Karyawan yang Diberhentikan Akan Dapat Pesangon

Megapolitan
Universitas Mercu Buana Bantah Pecat 15 Dosen dan Staf Tanpa Prosedur

Universitas Mercu Buana Bantah Pecat 15 Dosen dan Staf Tanpa Prosedur

Megapolitan
Satpam GBK yang Pukul Mahasiswa Ingin Damai, Polisi: Proses Hukum Tetap Jalan

Satpam GBK yang Pukul Mahasiswa Ingin Damai, Polisi: Proses Hukum Tetap Jalan

Megapolitan
Cynthiara Alona, Terdakwa Kasus Prostitusi Anak, Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Cynthiara Alona, Terdakwa Kasus Prostitusi Anak, Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Terganjal NIK Dipakai Orang Lain, Harus Lapor ke Mana?

Vaksinasi Covid-19 Terganjal NIK Dipakai Orang Lain, Harus Lapor ke Mana?

Megapolitan
Satpam GBK yang Pukul Mahasiswa di Sentra Vaksinasi Jadi Tersangka dan Ditahan

Satpam GBK yang Pukul Mahasiswa di Sentra Vaksinasi Jadi Tersangka dan Ditahan

Megapolitan
Pemkot Depok Suplai Vaksin AstraZeneca ke Puskesmas

Pemkot Depok Suplai Vaksin AstraZeneca ke Puskesmas

Megapolitan
Vonis Banding Kasus Megamendung dan Petamburan Tidak Berubah, Kuasa Hukum Rizieq: Kami Apresiasi

Vonis Banding Kasus Megamendung dan Petamburan Tidak Berubah, Kuasa Hukum Rizieq: Kami Apresiasi

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 di Masjid KH Hasyim Ashari Sasar 1.600 Warga

Vaksinasi Covid-19 di Masjid KH Hasyim Ashari Sasar 1.600 Warga

Megapolitan
80 Ton Oksigen Bantuan Singapura Dikirim dari Jakarta ke Surabaya

80 Ton Oksigen Bantuan Singapura Dikirim dari Jakarta ke Surabaya

Megapolitan
Dinar Candy Ditangkap Terkait Aksi Pakai Bikini di Jalan untuk Protes PPKM Diperpanjang

Dinar Candy Ditangkap Terkait Aksi Pakai Bikini di Jalan untuk Protes PPKM Diperpanjang

Megapolitan
Restoran Ayam Geprek di Pulogadung Dilalap Api

Restoran Ayam Geprek di Pulogadung Dilalap Api

Megapolitan
UPDATE 5 Agustus: Jumlah Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini Tersisa 2.103 Orang

UPDATE 5 Agustus: Jumlah Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini Tersisa 2.103 Orang

Megapolitan
Pemohon SKCK di Kota Tangerang Wajib Bawa Surat Vaksinasi, Ombudsman Bilang Itu Berpotensi Timbulkan Malaadministrasi

Pemohon SKCK di Kota Tangerang Wajib Bawa Surat Vaksinasi, Ombudsman Bilang Itu Berpotensi Timbulkan Malaadministrasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X