PPDB Jenjang SD di Kota Tangerang Dibuka, Berikut Jadwal Lengkap dan Syarat Umum

Kompas.com - 14/06/2021, 05:16 WIB
Ilustrasi sekolah MChe Lee/Unsplash.comIlustrasi sekolah
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang membuka sejumah jalur pendaftaran peserta didik baru (PPDB) jenjang SD di Kota Tangerang, Senin (14/6/2021).

Adapun jalur yang dibuka oleh Dindik hari ini adalah jalur afirmasi anak tidak mampu, jalur perpindahan tugas orangtua/wali murid, dan jalur afirmasi anak berkebutuhan khusus (ABK).

"Jalur PPDB jenjang SD di Kota Tangerang dibukanya Senin tanggal 14 Juni 2021," papar Kabid Pembinaan SD Dindik Kota Tangerang Helmiati melalui sambungan telepon, Jumat (11/6/2021).

"Tanggal 14 Juni 2021 itu untuk afirmasi. Afirmasi anak tidak mampu dan ABK. Untuk ABK, ada 53 SD yang sudah ditetapkan sebagai sekolah insklusi, di tiap kecamatan ada. Jalur perpindahan tugas orangtua juga 14 Juni (2021)," lanjut dia.

Baca juga: Pemkot Tangerang Belum Putuskan Belajar di Sekolah Bakal Digelar atau Tidak

Dia menyatakan, jadwal pelaksanaan PPDB jenjang SD dapat selengkapnya dilihat di situs https://ppdb.tangerangkota.go.id.

Berikut jadwal lengkap Tahap I PPDB jenjang SD:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pendaftaran

• 14 Juni 2021: Jalur afirmasi anak tidak mampu

• 14 Juni 2021: Jalur perpindahan tugas orangtua/wali murid

• 14-15 Juni 2021: Jalur afirmasi anak berkebutuhan khusus (ABK)

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Dalami Motif Dinar Candy Pakai Bikini di Pinggir Jalan

Polisi Dalami Motif Dinar Candy Pakai Bikini di Pinggir Jalan

Megapolitan
Universitas Mercu Buana Pastikan 15 Dosen dan Karyawan yang Diberhentikan Akan Dapat Pesangon

Universitas Mercu Buana Pastikan 15 Dosen dan Karyawan yang Diberhentikan Akan Dapat Pesangon

Megapolitan
Universitas Mercu Buana Bantah Pecat 15 Dosen dan Staf Tanpa Prosedur

Universitas Mercu Buana Bantah Pecat 15 Dosen dan Staf Tanpa Prosedur

Megapolitan
Satpam GBK yang Pukul Mahasiswa Ingin Damai, Polisi: Proses Hukum Tetap Jalan

Satpam GBK yang Pukul Mahasiswa Ingin Damai, Polisi: Proses Hukum Tetap Jalan

Megapolitan
Cynthiara Alona, Terdakwa Kasus Prostitusi Anak Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Cynthiara Alona, Terdakwa Kasus Prostitusi Anak Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Terganjal NIK Dipakai Orang Lain, Harus Lapor ke Mana?

Vaksinasi Covid-19 Terganjal NIK Dipakai Orang Lain, Harus Lapor ke Mana?

Megapolitan
Satpam GBK yang Pukul Mahasiswa di Sentra Vaksinasi Jadi Tersangka dan Ditahan

Satpam GBK yang Pukul Mahasiswa di Sentra Vaksinasi Jadi Tersangka dan Ditahan

Megapolitan
Pemkot Depok Suplai Vaksin AstraZeneca ke Puskesmas

Pemkot Depok Suplai Vaksin AstraZeneca ke Puskesmas

Megapolitan
Vonis Banding Kasus Megamendung dan Petamburan Tidak Berubah, Kuasa Hukum Rizieq: Kami Apresiasi

Vonis Banding Kasus Megamendung dan Petamburan Tidak Berubah, Kuasa Hukum Rizieq: Kami Apresiasi

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 di Masjid KH Hasyim Ashari Sasar 1.600 Warga

Vaksinasi Covid-19 di Masjid KH Hasyim Ashari Sasar 1.600 Warga

Megapolitan
80 Ton Oksigen Bantuan Singapura Dikirim dari Jakarta ke Surabaya

80 Ton Oksigen Bantuan Singapura Dikirim dari Jakarta ke Surabaya

Megapolitan
Dinar Candy Ditangkap Terkait Aksi Pakai Bikini di Jalan untuk Protes PPKM Diperpanjang

Dinar Candy Ditangkap Terkait Aksi Pakai Bikini di Jalan untuk Protes PPKM Diperpanjang

Megapolitan
Restoran Ayam Geprek di Pulogadung Dilalap Api

Restoran Ayam Geprek di Pulogadung Dilalap Api

Megapolitan
UPDATE 5 Agustus: Jumlah Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini Tersisa 2.103 Orang

UPDATE 5 Agustus: Jumlah Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini Tersisa 2.103 Orang

Megapolitan
Pemohon SKCK di Kota Tangerang Wajib Bawa Surat Vaksinasi, Ombudsman Bilang Itu Berpotensi Timbulkan Malaadministrasi

Pemohon SKCK di Kota Tangerang Wajib Bawa Surat Vaksinasi, Ombudsman Bilang Itu Berpotensi Timbulkan Malaadministrasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X