Balita yang Ditemukan Tewas di Kanal Banjir Barat Terseret Arus Selokan di Tanjung Barat

Kompas.com - 22/06/2021, 16:02 WIB
Jenazah bocah yang diperkirakan berusia empat tahun ditemukan di aliran Kanal Banjir Barat, Tambora, Jakarta Barat, pada Selasa (22/6/2021).
 Dok. UPK Badan Air Jakarta BaratJenazah bocah yang diperkirakan berusia empat tahun ditemukan di aliran Kanal Banjir Barat, Tambora, Jakarta Barat, pada Selasa (22/6/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Jenazah balita yang ditemukan di Kanal Banjir Barat (KBB), tepatnya di daerah Tambora, Jakarta Barat pada Selasa (22/6/2021) siang dipastikan warga RW 04 di Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Bocah bernama Dilan (3 tahun) itu hanyut saat bermain di pinggir selokan di dekat rumahnya pada Senin siang kemarin.

“Penemuan mayat di Tambora betul itu almarhum Dilan. Keluarga sudah mengecek (jenazah),” kata Ketua RW 04, Tanjung Barat, Imam, saat dihubungi, Selasa sore.

Baca juga: Mayat Bocah Ditemukan di Aliran Kanal Banjir Barat Tambora

Imam mengatakan, pihak keluarga yakni ayah dan bibi korban sudah memeriksa jenazah di Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM dan memastikan bahwa itu adalah jenazah Dilan. Dia mengatakan, pihak keluarga masih mengurus administrasi terkait penemuan jenazah Dilan.

“Keluarga masih mengurus laporan kepolisian di tempat penemuan jenazah Dilan,” tambah Imam.

Dilan bermain di dekat rumahnya saat hujan turun dengan deras kemarin. Saat itu, Dilan bermain dengan kakak perempuannya di pinggir selokan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dilan ditinggal kakaknya yang pergi ke warung. Dilan diajak pulang oleh kakaknya itu tetapi dia menolak.

“Kakaknya pulang ke rumah untuk kasih tahu ibunya, tapi pas dilihat di depan, anaknya sudah tidak ada,” kata Ketua RT setempat, Mayari.

Anggota Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Tanjung Barat sempat melakukan pencarian terhadap Dilan. Anggota PPSU menyusuri selokan di sekitar rumah Dilan sejauh satu kilometer.

Penemuan jenazah di Tambora itu dikonfirmasi oleh Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Suparmin.

"Betul, tadi pagi kami dapat laporan, sudah dievakuasi ke RSCM," ungkap Suparmin saat dikonfirmasi, Selasa.

Menurut Suparmin, hasil pemeriksaan fisik, tak ditemukan bekas kekerasan di tubuh korban. Ia menduga, korban tercebur kemudian terbawa arus.

"Kayaknya kecemplung main-main di kali itu karena ditemuinnya telanjang tanpa busana," kata Suparmin.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satpam GBK yang Pukul Mahasiswa Ingin Damai, Polisi: Proses Hukum Tetap Jalan

Satpam GBK yang Pukul Mahasiswa Ingin Damai, Polisi: Proses Hukum Tetap Jalan

Megapolitan
Cynthiara Alona, Terdakwa Kasus Prostitusi Anak Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Cynthiara Alona, Terdakwa Kasus Prostitusi Anak Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Terganjal NIK Dipakai Orang Lain, Harus Lapor ke Mana?

Vaksinasi Covid-19 Terganjal NIK Dipakai Orang Lain, Harus Lapor ke Mana?

Megapolitan
Satpam GBK yang Pukul Mahasiswa di Sentra Vaksinasi Jadi Tersangka dan Ditahan

Satpam GBK yang Pukul Mahasiswa di Sentra Vaksinasi Jadi Tersangka dan Ditahan

Megapolitan
Pemkot Depok Suplai Vaksin AstraZeneca ke Puskesmas

Pemkot Depok Suplai Vaksin AstraZeneca ke Puskesmas

Megapolitan
Vonis Banding Kasus Megamendung dan Petamburan Tidak Berubah, Kuasa Hukum Rizieq: Kami Apresiasi

Vonis Banding Kasus Megamendung dan Petamburan Tidak Berubah, Kuasa Hukum Rizieq: Kami Apresiasi

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 di Masjid KH Hasyim Ashari Sasar 1.600 Warga

Vaksinasi Covid-19 di Masjid KH Hasyim Ashari Sasar 1.600 Warga

Megapolitan
80 Ton Oksigen Bantuan Singapura Dikirim dari Jakarta ke Surabaya

80 Ton Oksigen Bantuan Singapura Dikirim dari Jakarta ke Surabaya

Megapolitan
Dinar Candy Ditangkap Terkait Aksi Pakai Bikini di Jalan untuk Protes PPKM Diperpanjang

Dinar Candy Ditangkap Terkait Aksi Pakai Bikini di Jalan untuk Protes PPKM Diperpanjang

Megapolitan
Restoran Ayam Geprek di Pulogadung Dilalap Api

Restoran Ayam Geprek di Pulogadung Dilalap Api

Megapolitan
UPDATE 5 Agustus: Jumlah Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini Tersisa 2.103 Orang

UPDATE 5 Agustus: Jumlah Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, Kini Tersisa 2.103 Orang

Megapolitan
Pemohon SKCK di Kota Tangerang Wajib Bawa Surat Vaksinasi, Ombudsman Bilang Itu Berpotensi Timbulkan Malaadministrasi

Pemohon SKCK di Kota Tangerang Wajib Bawa Surat Vaksinasi, Ombudsman Bilang Itu Berpotensi Timbulkan Malaadministrasi

Megapolitan
NIK Warga Jakarta Diduga Dipakai Seseorang untuk Vaksin di Tangsel, Polisi Periksa Klinik di Serpong

NIK Warga Jakarta Diduga Dipakai Seseorang untuk Vaksin di Tangsel, Polisi Periksa Klinik di Serpong

Megapolitan
Polisi Usut Dugaan NIK Warga Jakarta Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi Covid-19  di Tangsel

Polisi Usut Dugaan NIK Warga Jakarta Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Satpam GBK yang Pukul Mahasiswa Ingin Damai, Korban Masih Pikir-pikir

Satpam GBK yang Pukul Mahasiswa Ingin Damai, Korban Masih Pikir-pikir

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X