Kompas.com - 22/06/2021, 16:57 WIB
Apartemen Green Pramuka City, Jakarta Pusat. Green Pramuka CityApartemen Green Pramuka City, Jakarta Pusat.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi, mengoreksi data Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI terkait penetapan status zona merah Covid-19 untuk Kelurahan Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Ia menyebutkan, status zona merah di RT 013 RW 009 Kelurahan Rawasari itu ditetapkan berdasarkan data yang tak akurat. Sebab, data yang tercatat Dinkes berbeda dengan temuan di lapangan.

Berdasarkan situs corona.Jakarta.go.id pada Selasa (22/6/2021) ini, RT 013 ditetapkan sebagai zona merah karena tercatat ada 17 warga yang terpapar Covid-19 di 12 rumah.

Baca juga: Kapolres Jakpus: Data Covid-19 Dinkes DKI Beda dengan Temuan di Lapangan

"Ternyata setelah kami dalami, RT 13 itu berada di Tower Green Pramuka yang notabene penghuninya komuter, tidak tinggal di sini. Dia hanya ngetes dan besoknya sudah tidak di sini," kata Hengki di Apartemen Green Pramuka, Selasa.

Mereka adalah penyewa apartemen yang sekedar menjalani tes Covid-19 di apartemen itu. Mereka tidak menetap di sana. Namun, data mereka sudah terlanjur tercatat di Dinkes DKI sebagai penghuni tetap apartemen.

"Padahal mereka komuter, tidak tinggal tetap, hanya numpang tes," kata Hengki.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari warga yang tercatat terpapar Covid-19, hanya dua orang yang benar-benar menetap di Apartemen Green Pramuka. Keduanya pun sudah dirujuk ke RS Omni Pulomas dan RS Wisma Atlet.

"Sisanya orang luar semua," kata Hengki.

Hengki juga menyoroti banyaknya penghuni apartemen Green Pramuka yang tercatat sebagai warga RT 013. Dalam satu RT itu, tercatat jumlah penghuninya mencapai 7.000 kepala keluarga.

Baca juga: Data Covid-19 antara Provinsi Banten dan Satgas Tangsel Diduga Tak Sinkron

Padahal normalnya, RT di pemukiman Jakarta hanya dihuni 80-160 kepala keluarga.

Karena itu, ia menilai penetapan zona merah di sebuah RT di apartemen harusnya tak bisa mengikuti ketentuan mengenai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Berdasarkan aturan PPKM Mikro, suatu RT ditetapkan sebagai zona merah apabila ada 5 rumah yang penghuninya terpapar Covid-19. Namun, ia menilai RT di apartemen dengan penduduk yang besar harusnya tak mengikuti aturan tersebut.

"Itu harus kami beri pencerahan kepada masyarakat. Tidak bisa apple to apple," kata dia.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mayat Seorang Pria Ditemukan Mengapung di Bendungan ATR Bekasi

Mayat Seorang Pria Ditemukan Mengapung di Bendungan ATR Bekasi

Megapolitan
Viral, Video Anak Kecil Curi Uang dari Kotak Amal di Kalideres

Viral, Video Anak Kecil Curi Uang dari Kotak Amal di Kalideres

Megapolitan
Update 27 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 285 Kasus Baru Covid-19

Update 27 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 285 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Sepekan Terakhir, 78.236 KK di Kota Tangerang Terima BST dari Kemensos

Sepekan Terakhir, 78.236 KK di Kota Tangerang Terima BST dari Kemensos

Megapolitan
Pendaftaran Penerima Dana Gerakan 'Bagi Rata' Akan Dibuka Lagi Senin Depan

Pendaftaran Penerima Dana Gerakan 'Bagi Rata' Akan Dibuka Lagi Senin Depan

Megapolitan
Polisi Temukan Benda yang Dipakai Dalam Pembunuhan di Jagakarsa

Polisi Temukan Benda yang Dipakai Dalam Pembunuhan di Jagakarsa

Megapolitan
Polisi Akan Periksa Hotel RedDoorz Setelah Digerebek Terkait Kerumunan

Polisi Akan Periksa Hotel RedDoorz Setelah Digerebek Terkait Kerumunan

Megapolitan
Wagub DKI: Soal Waktu Makan Maksimal 20 Menit, Tak Mungkin Kami Tempatkan Petugas di Warteg

Wagub DKI: Soal Waktu Makan Maksimal 20 Menit, Tak Mungkin Kami Tempatkan Petugas di Warteg

Megapolitan
Seorang Suami Diduga Bunuh Istrinya di Jagakarsa, Jakarta Selatan

Seorang Suami Diduga Bunuh Istrinya di Jagakarsa, Jakarta Selatan

Megapolitan
Ombudsman Kritik Penerapan PPKM Level 4 di Kota Tangerang, 2 Posko Penyekatan Kosong Tanpa Polisi

Ombudsman Kritik Penerapan PPKM Level 4 di Kota Tangerang, 2 Posko Penyekatan Kosong Tanpa Polisi

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Pemalsu Surat Hasil Tes Swab PCR di Jakarta Selatan

Polisi Tangkap 2 Pemalsu Surat Hasil Tes Swab PCR di Jakarta Selatan

Megapolitan
Tangsel Catat 7.323 Pasien Covid-19 Masih Dirawat, Terbanyak Selama Pandemi

Tangsel Catat 7.323 Pasien Covid-19 Masih Dirawat, Terbanyak Selama Pandemi

Megapolitan
7 Perusahaan di Jakbar Ditutup karena Wajibkan Karyawan Masuk Kantor padahal Bukan Sektor Esensial

7 Perusahaan di Jakbar Ditutup karena Wajibkan Karyawan Masuk Kantor padahal Bukan Sektor Esensial

Megapolitan
Anies Optimistis Jakarta Lampaui Target Vaksinasi Covid-19 yang Ditetapkan Jokowi

Anies Optimistis Jakarta Lampaui Target Vaksinasi Covid-19 yang Ditetapkan Jokowi

Megapolitan
Mendagri Minta Wali Kota Tangsel Segara Pahami Penanggulangan Covid-19

Mendagri Minta Wali Kota Tangsel Segara Pahami Penanggulangan Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X