846 Penghuni Lapas dan Rutan di Jakarta Jalani Vaksinasi Covid-19

Kompas.com - 23/06/2021, 17:39 WIB
Vaksinasi covid-19 warga perumahan Griya Melati, Bogor, Selasa (15/6/2021). Pemkot Bogor sebelumnya memberlakukan karantina wilayah atau lockdown di Perumahan Griya Melati akibat 90 warga perumahan ini positif covid-19. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOVaksinasi covid-19 warga perumahan Griya Melati, Bogor, Selasa (15/6/2021). Pemkot Bogor sebelumnya memberlakukan karantina wilayah atau lockdown di Perumahan Griya Melati akibat 90 warga perumahan ini positif covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 846 warga binaan di lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan (Rutan) se-Jakarta menjalani vaksinasi guna mengurangi risiko terpapar COVID-19.

"Vaksin Sinovac diperuntukkan bagi lansia (lanjut usia) dan Vaksin Astrazeneca untuk warga binaan lainnya," kata Kepala Divisi Lapas Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta, Marselina Budiningsih di Jakarta, Rabu (23/6/2021), seperti dikutip Antara.

Marselina menyebutkan 846 warga binaan itu terdiri 110 warga lanjut usia, Rutan Cipinang (159 orang), Rutan Pondok Bambu (87 orang), Lapas Khusus Narkotika Cipinang (159 orang), Rutan Selemba (100 orang), dan Lapas Perempuan (231 orang).

Baca juga: Wisma Atlet Penuh, Pasien yang Masih Positif Covid-19 Diminta Pulang

Marselina mengungkapkan kegiatan vaksin massal bagi warga binaan terselenggara berkat kerja sama dengan Suku Dinas Kesehatan setempat.

Selanjutnya, Suku Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan Puskesmas setempat untuk mengalokasikan jumlah vaksin yang dibutuhkan termasuk bantuan tenaga medis sebagai petugas pemberi vaksin.

"Tenaga medis dari Puskesmas dan dokter internal kita," ujar Marselina.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Marselina menuturkan, kegiatan vaksinasi COVID-19 bagi warga binaan digelar sesuai bantuan dari Suku Dinas Kesehatan setempat, guna mengurangi risiko penularan virus.

Baca juga: Pasien Sedih Lihat Banyak Anak Kecil di Wisma Atlet, Ada yang Dipasang Selang

Warga binaan Lapas maupun tahanan yang menghuni rutan memiliki tingkat risiko tinggi terpapar COVID-19 karena kapasitas hunian yang sudah berlebih.

Saat ini, Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta mencatat tingkat kapasitas hunian di lapas dan rutan se-Jakarta mencapai 207 persen dengan jumlah hunian sebanyak 17.805 orang terdiri dari 5.171 orang di rutan dan 12.634 orang di lapas se-DKI Jakarta.

Marselina menambahkan, petugas lapas memberikan pendampingan terhadap warga binaan lapas maupun rutan selama menjalani vaksin terkait rekam jejak kesehatan.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Rekomendasi

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tak Lagi Wajib Bawa STRP, Ini Aturan Terbarunya

Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Tak Lagi Wajib Bawa STRP, Ini Aturan Terbarunya

Megapolitan
Komunitas Warteg Nusantara Keluhkan Aturan Makan 20 Menit Saat PPKM

Komunitas Warteg Nusantara Keluhkan Aturan Makan 20 Menit Saat PPKM

Megapolitan
Ajak Warga Ikut Vaksinasi Covid-19, Anies: Vaksin Terbukti Turunkan Risiko Kematian

Ajak Warga Ikut Vaksinasi Covid-19, Anies: Vaksin Terbukti Turunkan Risiko Kematian

Megapolitan
Survei Soal Bansos Tunai di Jakarta, Sebagian Besar Bilang Rp 600.000 Hanya Cukup untuk Seminggu

Survei Soal Bansos Tunai di Jakarta, Sebagian Besar Bilang Rp 600.000 Hanya Cukup untuk Seminggu

Megapolitan
Hippindo Berharap Pemerintah Bantu Pedagang Ritel Dapat Pinjaman Lunak

Hippindo Berharap Pemerintah Bantu Pedagang Ritel Dapat Pinjaman Lunak

Megapolitan
Sudinhub Jakarta Timur Tindak 14 Bus AKAP karena Langgar PPKM

Sudinhub Jakarta Timur Tindak 14 Bus AKAP karena Langgar PPKM

Megapolitan
UPDATE 26 Juli: Ada 2.662 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 14.666 Pasien Sembuh

UPDATE 26 Juli: Ada 2.662 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 14.666 Pasien Sembuh

Megapolitan
Kecelakaan di Kemayoran, Polisi Tetapkan Pengendara Harley sebagai Tersangka

Kecelakaan di Kemayoran, Polisi Tetapkan Pengendara Harley sebagai Tersangka

Megapolitan
Cat Tabung Karbon Dioksida lalu Dijual sebagai Tabung Oksigen, Penimbun Alkes Ditangkap di Jakbar

Cat Tabung Karbon Dioksida lalu Dijual sebagai Tabung Oksigen, Penimbun Alkes Ditangkap di Jakbar

Megapolitan
Wakil Wali Kota Bekasi: Banyak Laporan ke Saya Terkait Pemotongan Bansos Tunai...

Wakil Wali Kota Bekasi: Banyak Laporan ke Saya Terkait Pemotongan Bansos Tunai...

Megapolitan
Wagub DKI: 40 Persen Peserta Vaksinasi Covid-19 di Jakarta dari Luar Ibu Kota

Wagub DKI: 40 Persen Peserta Vaksinasi Covid-19 di Jakarta dari Luar Ibu Kota

Megapolitan
Dengan Semringah, Anies Kabarkan RS di Jakarta Mulai Lengang

Dengan Semringah, Anies Kabarkan RS di Jakarta Mulai Lengang

Megapolitan
Anies: Jangan Pesimis, Nyatanya Kita Bisa Turunkan Tingkat Kegawatan Situasi!

Anies: Jangan Pesimis, Nyatanya Kita Bisa Turunkan Tingkat Kegawatan Situasi!

Megapolitan
Berkas Kasus Narkoba Jeff Smith Dilimpahkan ke PN Jakbar, Sidang Perdana Digelar Rabu Ini

Berkas Kasus Narkoba Jeff Smith Dilimpahkan ke PN Jakbar, Sidang Perdana Digelar Rabu Ini

Megapolitan
Yuk, Daftar Jadi Relawan Data Wargabantuwarga.com untuk Bantu Pasien Covid-19

Yuk, Daftar Jadi Relawan Data Wargabantuwarga.com untuk Bantu Pasien Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X