Kompas.com - 26/06/2021, 15:01 WIB
Ilustrasi virus corona SHUTTERSTOCK/ker_viiIlustrasi virus corona

JAKARTA, KOMPAS.com - Anak di bawah usia dua tahun tidak diwajibkan mengenakan masker. Meski demikian, bukan berarti mereka kebal terhadap paparan Covid-19.

Dokter Spesialis Anak RSUD Cilincing I Wayan Andrew mengatakan, anak di bawah usia dua tahun memiliki tingkat imunitas yang jauh lebih rentan dari orang pada usia produktif.

"Memang anak di bawah usia dua tahun tidak dianjurkan memakai masker, tapi bukan berarti mereka tidak butuh. Justru daya tahan tubuhnya lebih rentan," ungkap Andrew, dikutip dari unggahan di akun Instagram RSUD Cilincing, Jumat (25/6/2021).

Baca juga: Awas, Bahaya Pakaikan Masker pada Anak di Bawah 2 Tahun

Andrew menjelaskan, anak di bawah usia dua tahun dianjurkan untuk tidak memakai masker karena dikhawatirkan akan berisiko tersedak akibat sulit bernapas.

"Karena anak masih sangat membutuhkan oksigen, kalau memakai masker ditakutkan akan mengurangi jalan napas dan menyebabkan kekurangan oksigen, " kata dia.

Menyikapi keadaan tersebut, Andrew menyarankan orangtua untuk mengajarkan anak cara melepas masker.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tetap, kalau bisa pakai masker itu lebih baik. Tapi harus diajarkan cara melepas masker, berjaga-jaga kalau anak sesak napas," ungkapnya.

Baca juga: Pemerintah Akan Percepat Program Vaksinasi terhadap Ibu Hamil, Balita, dan Anak-Anak

Meski demikian, solusi yang paling ia sarankan yakni tidak membawa anak keluar rumah. Banyaknya orang tua yang membawa anak keluar rumah dengan tanpa masker justru membahayakan anak dan orang di sekitarnya.

"Tidak wajib memakai masker jangan justru keluar tanpa masker. Tugas orangtua adalah justru memastikan anak di rumah saja. Jangan justru dibiarkan bermain di luar atau jalan-jalan" lanjut dia.

Ia menegaskan, anak sangat mungkin terpapar Covid-19. Bahkan, anak juga bisa menjadi sumber infeksi atau menularkan Covid-19.

"Memang rata-rata anak-anak itu tidak bergejala atau bergejala ringan. Sehingga harus lebih berhati-hati Pentingnya menerapkan protokol kesehatan 5M pada anak," tutup dia.

Pemerintah akan mempercepat program vaksinasi ibu hamil, balita, dan anak-anak.

Hal ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Terbatas Percepatan Vaksinasi dan Penanganan Ibu Hamil, Balita, dan Anak-anak yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto, serta kementerian/lembaga terkait, Jumat (26/6/2021).

Baca juga: POGI Ingatkan Risiko Persalinan Prematur akibat Covid-19

 

Berdasarkan data klaim biaya Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kasus Covid-19 banyak menyerang ibu hamil dan bayi baru lahir.

Jumlah kasus Covid-19 pada ibu hamil mencapai 35.099 orang, sedangkan bayi baru lahir usia 0-12 bulan yang terkena Covid-19 sebanyak 24.591 orang.

Dalam kesempatan itu, Muhadjir meminta agar percepatan vaksin difokuskan pada produksi vaksin nasional. Ia mendorong agar vaksin buatan nasional bisa segera diproduksi sehingga Indonesia tidak bergantung dengan vaksin internasional.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begal Motor Beraksi Dini Hari di Bintaro, Korban Alami Luka Bacok

Begal Motor Beraksi Dini Hari di Bintaro, Korban Alami Luka Bacok

Megapolitan
Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Megapolitan
3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Megapolitan
Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Megapolitan
Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Megapolitan
Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

Megapolitan
Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Megapolitan
Soal Penyebab Kecelakaan 'Adu Banteng' di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Soal Penyebab Kecelakaan "Adu Banteng" di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Megapolitan
Motor 'Adu Banteng', Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Motor "Adu Banteng", Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Megapolitan
Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.