Kasus Covid-19 Kian Tak Terkendali, Pemkot Bogor Berlakukan WFH Terhadap Seluruh ASN

Kompas.com - 28/06/2021, 18:24 WIB
Wali Kota Bima Arya dalam acara Seminar Kebangsaan Ikatan Alumni Universitas Katolik Parahyangan (Ika Unpar) yang digelar secara daring, Rabu (2/6/2021). Dok UNPARWali Kota Bima Arya dalam acara Seminar Kebangsaan Ikatan Alumni Universitas Katolik Parahyangan (Ika Unpar) yang digelar secara daring, Rabu (2/6/2021).

BOGOR, KOMPAS.com - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengambil keputusan untuk memberlakukan work from home (WFH) kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintahan Kota Bogor.

Keputusan itu didasari atas kondisi kasus Covid-19 di Kota Bogor yang kian terus meningkat.

Bima mengungkapkan, pemberlakuan WFH terhadap ASN di Kota Bogor akan dilakukan mulai Selasa (29/6/2021) hingga satu pekan ke depan sambil melihat perkembangan situasi kasus Covid-19 di wilayahnya.

Baca juga: Bima Arya: Bogor Ada di Fase Darurat Covid-19, Faskes Nyaris Lumpuh

Meski begitu, sambung Bima, sistem pelayanan akan tetap berjalan terutama dinas-dinas yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

“Pemkot memutuskan untuk melakukan kebijakan WFH 100 persen bagi ASN. Seluruh kantor-kantor pemerintahan distop dulu. Kecuali sektor-sektor atau dinas yang langsung berfungsi untuk melayani publik, seperti Dinkes dan lain sebagainya," ungkap Bima, Senin (28/6/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bima mengungkapkan, alasan lain penerapan kebijakan WFH tersebut karena banyak ASN yang turut tumbang karena terpapar Covid-19 dalam beberapa pekan ke belakang.

Bima menyebut, sejauh ini sudah ada 42 ASN di lingkungan Pemkot Bogor yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca juga: Gelombang Kedua Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas di Kota Bogor Dibuka untuk 6.000 Orang

Ia tidak ingin ada lagi ASN yang tertular Covid-19 karena mereka adalah garda terdepan dalam melayani masyarakat.

“Situasi Covid-19 sudah sangat mengkhawatirkan. Sudah nyaris melampaui kapasitas kita semua untuk menangani kalau tidak ada langkah-langkah yang luar biasa," kata Bima.

"Semua (ASN) di rumah dan ini bukan liburan. Di rumah saja, tidak boleh keluar kecuali ada hal-hal yang mendesak dan semua harus laporan. Setiap dinas piket, jadi ada piket yang terus memonitor. Koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi terus berjalan," pungkasnya.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Tangsel Targetkan Pemotongan Tiang di Tengah Jalan WR Supratman Rampung Dua Pekan

Pemkot Tangsel Targetkan Pemotongan Tiang di Tengah Jalan WR Supratman Rampung Dua Pekan

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tangsel Catat Penambahan 18 Kasus Covid-19

UPDATE 22 September: Tangsel Catat Penambahan 18 Kasus Covid-19

Megapolitan
Saat Biarawan Gereja yang Cabuli Anak Panti Akhirnya Diadili dan Proses Panjang di Baliknya

Saat Biarawan Gereja yang Cabuli Anak Panti Akhirnya Diadili dan Proses Panjang di Baliknya

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Sebagian Jabodetabek Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Hari Ini: Sebagian Jabodetabek Hujan Ringan

Megapolitan
Bruder Angelo Disidang karena Pencabulan Anak, Pengacara Korban: Ini Sejarah di Indonesia

Bruder Angelo Disidang karena Pencabulan Anak, Pengacara Korban: Ini Sejarah di Indonesia

Megapolitan
Pengelola Minimarket Minta Waktu Jalankan Seruan Gubernur soal Iklan Rokok

Pengelola Minimarket Minta Waktu Jalankan Seruan Gubernur soal Iklan Rokok

Megapolitan
KA Walahar, KA Jatiluhur, KA Siliwangi Kembali Beroperasi, Ini Syarat Calon Penumpang

KA Walahar, KA Jatiluhur, KA Siliwangi Kembali Beroperasi, Ini Syarat Calon Penumpang

Megapolitan
Kembali Beroperasi, Ini Jadwal KA Lokal Walahar, Jatiluhur, dan Siliwangi

Kembali Beroperasi, Ini Jadwal KA Lokal Walahar, Jatiluhur, dan Siliwangi

Megapolitan
Mobil VW Terbakar di Perempatan Ragunan

Mobil VW Terbakar di Perempatan Ragunan

Megapolitan
Satpol PP Jakpus Tertibkan 45 Lokasi yang Terpasang Iklan Rokok

Satpol PP Jakpus Tertibkan 45 Lokasi yang Terpasang Iklan Rokok

Megapolitan
Pengacara Korban Berharap Bruder Angelo Dihukum Maksimal

Pengacara Korban Berharap Bruder Angelo Dihukum Maksimal

Megapolitan
Cara Anies Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 di Jakarta

Cara Anies Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Ini Lima Kawasan Prioritas Penataan Pemkot Jakbar

Ini Lima Kawasan Prioritas Penataan Pemkot Jakbar

Megapolitan
Produsen Tembakau Sintetis di Bogor Kemas Barang Siap Edar Dalam Bungkusan Pakan Burung

Produsen Tembakau Sintetis di Bogor Kemas Barang Siap Edar Dalam Bungkusan Pakan Burung

Megapolitan
Anies: 31.969 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 Selama Pandemi

Anies: 31.969 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 Selama Pandemi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.