32 Tempat Usaha di Jakbar Ditindak karena Langgar Prokes, Rata-rata Kafe dan Restoran

Kompas.com - 30/06/2021, 15:32 WIB
Sejumlah kafe dan bar di wilayah Kemang, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan disanksi Satpol PP Provinsi DKI Jakarta lantaran melanggar protokol kesehatan di tengah masa Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jakarta pada Minggu (13/6/2021) malam. Dok. Satpol PPSejumlah kafe dan bar di wilayah Kemang, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan disanksi Satpol PP Provinsi DKI Jakarta lantaran melanggar protokol kesehatan di tengah masa Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jakarta pada Minggu (13/6/2021) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sepanjang Juni 2021, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Barat menertibkan 32 tempat usaha yang melanggar protokol kesehatan di Jakarta Barat.

Kasatpol PP Jakarta Barat Tamo Sijabat mengatakan 32 pelanggar tersebut kemudian akan menjalani sidang yustisi di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kembangan, Rabu (30/6/2021).

"Pelanggar protokol kesehatan ada 32, tapi yang hadir (sidang) ada 26. Sebab, ada yang terkena Covid-19 dan harus isolasi mandiri, " ungkap Tamo kepada awak media, Rabu (30/6/2021).

Baca juga: Picu Kerumunan dan Langgar Jam Operasional, Kafe di Bogor Didenda

Sebanyak 32 tempat usaha tersebut rata-rata merupakan kafe dan restoran yang masih beroperasi di atas jam 20.00 WIB.

"Ada juga tempat usaha ditutup pukul 20.00 WIB, tapi masih melanggar jadi kami tindak juga," kata Tamo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para pelanggar tersebut kemudian dikenakan Perda nomor 8 tahun 2007 tentang ketertiban umum dan Perda nomor 2 tahun 2020 tentang penanggulangan Covid-19.

Denda yang diterapkan pun beragam untuk masing-masing pelanggar. Denda dimulai dari Rp 1 juta hingga Rp 10 juta.

"Tapi denda itu tergantung keputusan hakim. Kami hanya merekomendasikan," jelas Tamo.

Baca juga: Rencana Revisi Aturan PPKM Mikro, Restoran Hanya Boleh Take Away hingga Pukul 20.00

Selain sidang yustisi, beberapa pelanggar juga dikenakan teguran berupa penutupan selama 3x 24 jam.

"Semenjak kasus meningkat, banyak tempat usaha menutup usaha tepat waktu. Mudah-mudahan ini menjadikan kesadaran lebih tinggi lagi, " kata dia.

Lebih lanjut, Toma mengatakan pelaku usaha di Jakarta Barat akhir-akhir ini sudah mulai menutup toko pukul 20.00 WIB.

"Sekarang jam 20.00 WIB, kami cek sudah tutup rata-rata. Kalaupun ada yang buka, tinggal pesan antar, " jelasnya.

Ia menjelaskan 32 pelanggar tersebut hanyalah pelanggar yang ditertibkan sepanjang Juni 2021. Pihaknya akan terus melalukan penertiban pada bulan-bulan berikutnya.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim Tolak Disebut Dipecat, Pengacara: Yang Benar Diberhentikan Tak Hormat

PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim Tolak Disebut Dipecat, Pengacara: Yang Benar Diberhentikan Tak Hormat

Megapolitan
Foto Viral Bayi Dicat Silver di Pamulang, Satpol PP Bakal Bertindak

Foto Viral Bayi Dicat Silver di Pamulang, Satpol PP Bakal Bertindak

Megapolitan
266 Pemotor yang Gunakan Knalpot Bising Ditindak Polisi Saat Crowd Free Night Semalam

266 Pemotor yang Gunakan Knalpot Bising Ditindak Polisi Saat Crowd Free Night Semalam

Megapolitan
Dishub Akui Ganjil Genap Margonda Dapat Bebani Area Lain di Depok hingga 30 Persen

Dishub Akui Ganjil Genap Margonda Dapat Bebani Area Lain di Depok hingga 30 Persen

Megapolitan
Pemkot Depok Gelar Sekolah Tatap Muka Mulai 4 Oktober, Akan Swab Rutin secara Acak

Pemkot Depok Gelar Sekolah Tatap Muka Mulai 4 Oktober, Akan Swab Rutin secara Acak

Megapolitan
Ganjil Genap Diprediksi Akan Perlancar Jalan Margonda Depok hingga 50 Persen di Akhir Pekan

Ganjil Genap Diprediksi Akan Perlancar Jalan Margonda Depok hingga 50 Persen di Akhir Pekan

Megapolitan
Ganjil Genap di Margonda Depok Hanya Diterapkan dari Flyover UI sampai Simpang Ramanda

Ganjil Genap di Margonda Depok Hanya Diterapkan dari Flyover UI sampai Simpang Ramanda

Megapolitan
Perseteruan Warga dengan 16 Sekuriti di Kembangan, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Perseteruan Warga dengan 16 Sekuriti di Kembangan, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Megapolitan
Video Viral Aksi Pencurian di Pondok Aren, Pelaku Gasak Suvenir dan 15 Hoverboard

Video Viral Aksi Pencurian di Pondok Aren, Pelaku Gasak Suvenir dan 15 Hoverboard

Megapolitan
3 Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Dalam Kota, Berawal dari Pindah Lajur

3 Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Dalam Kota, Berawal dari Pindah Lajur

Megapolitan
Kasus Penembakan di Tangerang, Polisi Sebut Tak Ada Saksi yang Lihat Langsung Kejadian

Kasus Penembakan di Tangerang, Polisi Sebut Tak Ada Saksi yang Lihat Langsung Kejadian

Megapolitan
Crowd Free Night di Tangsel Akhir Pekan Ini, Kendaraan yang Melintas Diputar Balik

Crowd Free Night di Tangsel Akhir Pekan Ini, Kendaraan yang Melintas Diputar Balik

Megapolitan
Aksi Tukang Tambal Ban Cari Untung, Tebar Ranjau Paku lalu Naikkan Harga Ban Dalam Motor 3 Kali Lipat

Aksi Tukang Tambal Ban Cari Untung, Tebar Ranjau Paku lalu Naikkan Harga Ban Dalam Motor 3 Kali Lipat

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 di 3 Kelurahan di Jakut Capai 80 Persen Lebih

Vaksinasi Covid-19 di 3 Kelurahan di Jakut Capai 80 Persen Lebih

Megapolitan
Penyelundupan Benih Lobster ke Singapura, Dimasukkan Koper untuk Kelabui Petugas tapi Berhasil Digagalkan

Penyelundupan Benih Lobster ke Singapura, Dimasukkan Koper untuk Kelabui Petugas tapi Berhasil Digagalkan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.