Dalam Sehari 72 Warga Meninggal akibat Covid-19 Jadi Alasan Pemkot Bekasi Berlakukan PPKM Mikro Darurat

Kompas.com - 30/06/2021, 17:00 WIB
Presiden Joko Widodo bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengunjungi vaksinasi di Bekasi, Jawa Barat pada Senin (14/6/2021). YouTube/Sekretariat PresidenPresiden Joko Widodo bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengunjungi vaksinasi di Bekasi, Jawa Barat pada Senin (14/6/2021).
Penulis Djati Waluyo
|

BEKASI, KOMPAS.com - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyatakan bahwa 72 warganya meninggal dunia akibat Covid-19 pada Selasa (29/6/2021).

“Yang meninggal 72 (orang) kemarin (dalam) sehari. Belum yang diambil dari rumah sakit, yang lain masih banyak,” ujar Rahmat kepada wartawan, Rabu (30/6/2021).

Merespons tingginya angka kematian akibat Covid-19, Pemerintah Kota Bekasi bersepakat memberlakukan penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro darurat.

Baca juga: Kasus Covid-19 Semakin Sulit Ditangani, Pemkot Bekasi Berlakukan PPKM Mikro Darurat

"Pasiennya bertambah, kapasitas pelayanan kesehatannya terganggu, sampai dengan proses pemakaman, maka saya tetapkan di Kota Bekasi PPKM mikro darurat," ujar Rahmat.

Rahmat menjelaskan, pengetatan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan akan diberlakukan dalam PPKM mikro darurat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai langkah konkret, Pemkot Bekasi mendirikan posko satgas penanganan Covid-19 di tingkat RW.

Baca juga: UPDATE 29 Juni: Kabupaten Bekasi Catat 282 Kasus Baru Covid-19, Pasien Sembuh Bertambah 298

Pemkot Bekasi juga melakukan pemilihan dalam penanganan warga yang terpapar Covid-19, yakni mengarahkan mereka yang bergejala ringan agar melakukan isolasi mandiri.

“Jadi kalau yang cuma mencret yang cuma pusing isolasi di rumah, tapi kalau yang sudah sesak napas bawa ke IGD, karena di sini ada dokter, di sini ada oksigen. Kalau ada yang komorbid ada apa-apa bawa ke rumah sakit umum,” ujar Rahmat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.