Kompas.com - 01/07/2021, 10:50 WIB

DEPOK, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono menyebutkan bahwa belakangan ini para penggali kubur di wilayahnya mulai dilanda beban kerja berlebih.

Di TPU Tapos, misalnya, para penggali kubur disebut mulai menerima order yang jumlahnya lumayan melelahkan dan di luar kebiasaan.

"Yang biasanya satu sampai lima atau bahkan sepuluh (makam digali dalam sehari), sekarang sampai 40 galian yang harus mereka lakukan," kata Imam melalui keterangan suara yang diterima pada Kamis (1/7/2021).

Baca juga: Pemakaman Sistem Tumpang Jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon Melonjak Sepekan Terakhir

"Padahal kapasitas mereka untuk menggali hanya sebanyak maksimum 20 liang kubur," ia menambahkan.

Sebagai informasi, semua pemakaman di Depok sejak awal pandemi difungsikan untuk menampung jenazah yang dikebumikan dengan protap Covid-19.

Di sisi lain, semakin maraknya penguburan jenazah dengan protap Covid-19 juga terjadi di beberapa wilayah lain, seperti Kota Bekasi dan DKI Jakarta.

Baca juga: 36 Jenazah Dimakamkan di TPU Tegal Alur, Terbanyak Selama Pandemi Covid-19

Depok sendiri baru saja mencatatkan jumlah pasien Covid-19 meninggal terbanyak dalam satu hari pada kemarin, dengan 17 kematian akibat Covid-19.

Sebelumnya, selama 2-3 pekan terakhir, rata-rata kematian per hari dan per pekan akibat Covid-19 di Depok juga meningkat.

Jumlah itu pun belum memasukkan kematian para pasien yang berstatus suspek atau probabel Covid-19, yang angkanya tidak dimasukkan ke dalam kematian terkonfirmasi akibat Covid-19.

Baca juga: 17 Pasien Wafat, Depok Catat Kematian akibat Covid-19 Terbanyak dalam Sehari

Imam mengatakan, pemerintah telah mengerahkan 1 alat spider mini penggali tanah guna meringankan tenaga para penggali kubur tersebut.

"Tapi tetap, mereka sebagai penggali kubur, petugas pemulasaraan dan supir ambulance, dengan kondisi Covid-19, ini mereka bekerja dari pagi hingga larut malam," kata Imam.

"Ada beberapa warga yang menginginkan jenazah segera dikuburkan walau pun tengah malam, sehingga kami harus melayani. Untuk itu Pemerintah Kota Depok memberikan keluangan waktu untuk kuburan tengah malam di TPU Tapos," terangnya.

"Kita doakan mereka sehat selalu. Semoga diberi keberkahan."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korban Luka-luka dalam Kecelakaan di Ciamis Akan Tiba di Tangerang Sore Ini

Korban Luka-luka dalam Kecelakaan di Ciamis Akan Tiba di Tangerang Sore Ini

Megapolitan
Rute KRL ke Jakarta Kota Dihapus 28 Mei, Penumpang dari Bekasi-Cikarang Mesti Transit di Manggarai

Rute KRL ke Jakarta Kota Dihapus 28 Mei, Penumpang dari Bekasi-Cikarang Mesti Transit di Manggarai

Megapolitan
Cerita Anak Peziarah Meninggal dalam Kecelakaan di Ciamis, Neneknya Selamat karena Beda Bus

Cerita Anak Peziarah Meninggal dalam Kecelakaan di Ciamis, Neneknya Selamat karena Beda Bus

Megapolitan
Rute KRL Bogor-Depok ke Sudirman-Tanah Abang Dihapus 28 Mei, Penumpang Harus Transit di Manggarai

Rute KRL Bogor-Depok ke Sudirman-Tanah Abang Dihapus 28 Mei, Penumpang Harus Transit di Manggarai

Megapolitan
Peziarah Asal Tangerang yang Meninggal dalam Kecelakaan di Ciamis Telah Dimakamkan Minggu Siang

Peziarah Asal Tangerang yang Meninggal dalam Kecelakaan di Ciamis Telah Dimakamkan Minggu Siang

Megapolitan
Pesan PW Muhammadiyah DKI di Sisa Masa Jabatan Anies: Akhiri dengan Husnul Khotimah

Pesan PW Muhammadiyah DKI di Sisa Masa Jabatan Anies: Akhiri dengan Husnul Khotimah

Megapolitan
Anies Minta Maaf Tak Bisa Hadiri Halalbihalal Muhammadiyah Jakarta

Anies Minta Maaf Tak Bisa Hadiri Halalbihalal Muhammadiyah Jakarta

Megapolitan
Dikabarkan Terima Lamaran Putrinya, Anies Batal Hadir Acara Halalbihalal Muhammadiyah

Dikabarkan Terima Lamaran Putrinya, Anies Batal Hadir Acara Halalbihalal Muhammadiyah

Megapolitan
Rute KRL Bogor dan Bekasi ke Jakarta Berubah Mulai 28 Mei, Ini Penjelasan DJKA

Rute KRL Bogor dan Bekasi ke Jakarta Berubah Mulai 28 Mei, Ini Penjelasan DJKA

Megapolitan
Rute KRL Commuterline Bogor dan Bekasi-Cikarang Alami Perubahan Mulai 28 Mei 2022

Rute KRL Commuterline Bogor dan Bekasi-Cikarang Alami Perubahan Mulai 28 Mei 2022

Megapolitan
Polisi Benarkan Rombongan Peziarah yang Kecelakaan di Ciamis Berasal dari Sukamulya Tangerang

Polisi Benarkan Rombongan Peziarah yang Kecelakaan di Ciamis Berasal dari Sukamulya Tangerang

Megapolitan
Jam 'Car Free Day' Selesai, Jalan MH Thamrin Kembali Dapat Dilintasi Kendaraan

Jam "Car Free Day" Selesai, Jalan MH Thamrin Kembali Dapat Dilintasi Kendaraan

Megapolitan
Ikuti 'Car Free Day' di Bundaran HI, Warga Antusias Berfoto di Patung Selamat Datang

Ikuti "Car Free Day" di Bundaran HI, Warga Antusias Berfoto di Patung Selamat Datang

Megapolitan
16 Warga Tangerang Kecelakaan Lalu Lintas di Ciamis, 1 Korban Meninggal dan 15 Luka-luka

16 Warga Tangerang Kecelakaan Lalu Lintas di Ciamis, 1 Korban Meninggal dan 15 Luka-luka

Megapolitan
Hari Pertama Car Free Day 2022: Masyarakat Antusias, Bundaran HI 'Spot' Favorit

Hari Pertama Car Free Day 2022: Masyarakat Antusias, Bundaran HI "Spot" Favorit

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.