Wakil Wali Kota Depok: Penggali Kubur Mulai Menerima Order yang Jumlahnya Lumayan Melelahkan

Kompas.com - 01/07/2021, 10:50 WIB
Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono ditemui di Gedung DPRD Kota Depok, Jumat (4/6/2021). KOMPAS.com / VITORIO MANTALEANWakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono ditemui di Gedung DPRD Kota Depok, Jumat (4/6/2021).

DEPOK, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono menyebutkan bahwa belakangan ini para penggali kubur di wilayahnya mulai dilanda beban kerja berlebih.

Di TPU Tapos, misalnya, para penggali kubur disebut mulai menerima order yang jumlahnya lumayan melelahkan dan di luar kebiasaan.

"Yang biasanya satu sampai lima atau bahkan sepuluh (makam digali dalam sehari), sekarang sampai 40 galian yang harus mereka lakukan," kata Imam melalui keterangan suara yang diterima pada Kamis (1/7/2021).

Baca juga: Pemakaman Sistem Tumpang Jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon Melonjak Sepekan Terakhir

"Padahal kapasitas mereka untuk menggali hanya sebanyak maksimum 20 liang kubur," ia menambahkan.

Sebagai informasi, semua pemakaman di Depok sejak awal pandemi difungsikan untuk menampung jenazah yang dikebumikan dengan protap Covid-19.

Di sisi lain, semakin maraknya penguburan jenazah dengan protap Covid-19 juga terjadi di beberapa wilayah lain, seperti Kota Bekasi dan DKI Jakarta.

Baca juga: 36 Jenazah Dimakamkan di TPU Tegal Alur, Terbanyak Selama Pandemi Covid-19

Depok sendiri baru saja mencatatkan jumlah pasien Covid-19 meninggal terbanyak dalam satu hari pada kemarin, dengan 17 kematian akibat Covid-19.

Sebelumnya, selama 2-3 pekan terakhir, rata-rata kematian per hari dan per pekan akibat Covid-19 di Depok juga meningkat.

Jumlah itu pun belum memasukkan kematian para pasien yang berstatus suspek atau probabel Covid-19, yang angkanya tidak dimasukkan ke dalam kematian terkonfirmasi akibat Covid-19.

Baca juga: 17 Pasien Wafat, Depok Catat Kematian akibat Covid-19 Terbanyak dalam Sehari

Imam mengatakan, pemerintah telah mengerahkan 1 alat spider mini penggali tanah guna meringankan tenaga para penggali kubur tersebut.

"Tapi tetap, mereka sebagai penggali kubur, petugas pemulasaraan dan supir ambulance, dengan kondisi Covid-19, ini mereka bekerja dari pagi hingga larut malam," kata Imam.

"Ada beberapa warga yang menginginkan jenazah segera dikuburkan walau pun tengah malam, sehingga kami harus melayani. Untuk itu Pemerintah Kota Depok memberikan keluangan waktu untuk kuburan tengah malam di TPU Tapos," terangnya.

"Kita doakan mereka sehat selalu. Semoga diberi keberkahan."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekolah di Depok Gelar PTM 100 Persen Besok, Kantin Ditutup dan Istirahat Diperpendek

Sekolah di Depok Gelar PTM 100 Persen Besok, Kantin Ditutup dan Istirahat Diperpendek

Megapolitan
UPDATE: Bertambah 1.739, Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Kini Ada 879.307

UPDATE: Bertambah 1.739, Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Kini Ada 879.307

Megapolitan
12 Pompa Apung dan 5 Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Banjir di Tegal Alur

12 Pompa Apung dan 5 Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Banjir di Tegal Alur

Megapolitan
Sopir Minibus Selamat Usai Terjepit karena Tabrak Truk di Klender

Sopir Minibus Selamat Usai Terjepit karena Tabrak Truk di Klender

Megapolitan
Dua Tersangka Kasus Penyekapan Wanita di Tangerang Diamankan Polisi

Dua Tersangka Kasus Penyekapan Wanita di Tangerang Diamankan Polisi

Megapolitan
Sajam yang Dipakai untuk Menusuk Anggota TNI AD di Jakarta Utara Sudah Ditemukan

Sajam yang Dipakai untuk Menusuk Anggota TNI AD di Jakarta Utara Sudah Ditemukan

Megapolitan
Giring-Anies Saling Sindir, Pengamat: Hanya untuk Menyenangkan Masing-masing Pendukungnya

Giring-Anies Saling Sindir, Pengamat: Hanya untuk Menyenangkan Masing-masing Pendukungnya

Megapolitan
Apresiasi Kinerja KPK Tetapkan Rahmat Effendi Tersangka, Warga Bekasi Utara Cukur Gundul

Apresiasi Kinerja KPK Tetapkan Rahmat Effendi Tersangka, Warga Bekasi Utara Cukur Gundul

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Disarankan Terus Gencarkan Vaksinasi Booster Covid-19

Pemprov DKI Jakarta Disarankan Terus Gencarkan Vaksinasi Booster Covid-19

Megapolitan
Antusiasnya Warga Kunjungi Alun-alun Depok dan Nasib Skatepark yang Dijadikan Perosotan

Antusiasnya Warga Kunjungi Alun-alun Depok dan Nasib Skatepark yang Dijadikan Perosotan

Megapolitan
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Saluran Air Kampung Tambun Bekasi

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Saluran Air Kampung Tambun Bekasi

Megapolitan
Pengendara Mobil Diteriaki Maling dan Dipukuli hingga Tewas di Cakung, padahal Bukan Pencuri

Pengendara Mobil Diteriaki Maling dan Dipukuli hingga Tewas di Cakung, padahal Bukan Pencuri

Megapolitan
Konvoi Mobil Mewah yang Berhenti di Tol untuk Berfoto Tidak Ditilang, Hanya Ditegur Polisi

Konvoi Mobil Mewah yang Berhenti di Tol untuk Berfoto Tidak Ditilang, Hanya Ditegur Polisi

Megapolitan
2 Pasien Omicron Meninggal Dunia, Dinkes DKI: Kita Tidak Boleh Anggap Enteng

2 Pasien Omicron Meninggal Dunia, Dinkes DKI: Kita Tidak Boleh Anggap Enteng

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Penularan Covid-19 di Sekolah Sedikit, Ahli: Pelacakannya Harus Cermat

Wagub DKI Sebut Penularan Covid-19 di Sekolah Sedikit, Ahli: Pelacakannya Harus Cermat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.