Kompas.com - 01/07/2021, 21:41 WIB

BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat mulai Sabtu (3/7/2021) hingga Selasa (20/7/2021).

Kebijakan itu diambil setelah pemerintah secara resmi mengumumkan pemberlakuan PPKM darurat Jawa-Bali, Kamis (1/7/2021).

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyampaikan, selama penerapan PPKM darurat di Kota Bogor, seluruh pusat perbelanjaan atau mal akan ditutup.

Baca juga: Jabodetabek Terapkan PPKM Darurat 3-20 Juli, Simak 15 Aturan Lengkapnya

Sementara itu, kata Bima, untuk supermarket, minimarket, pasar tradisional, dan toko kelontong yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasionalnya sampai pukul 20.00 WIB.

"Untuk apotek dan toko obat dibolehkan untuk buka 24 jam," kata Bima dalam keterangannya, Kamis.

Bima menambahkan, poin lain yang disampaikan adalah pemberlakuan work from home (WFH) 100 persen di luar sektor esensial.

Sementara itu, kegiatan di sektor esensial seperti keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non-penanganan karantina Covid-29, industri orientasi ekspor, diberlakukan 50 persen maksimal staf work from office (WFO).

Baca juga: PPKM Darurat di Jakarta Berlaku Mulai 3 Juli, Simak Bedanya dengan PPKM Mikro

Untuk restoran, kafe, lapak jajanan, sambung Bima, hanya menerima layanan antar dan tidak menerima makan di tempat (dine in). 

“Tempat ibadah (masjid, mushola, gereja, pura, vihara dan klenteng) serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah ditutup sementara. Lalu, fasilitas umum, kegiatan seni budaya, tempat olahraga dan sosial kemasyarakatan juga ditutup untuk sementara,” kata Bima.

Untuk pelaksanaan PPKM mikro di RT/RW zona merah tetap dilakukan seperti yang diterapkan selama ini di Kota Bogor.

“Insya Allah Pemerintah Kota dan Satgas Kota Bogor akan berikhtiar maksimal untuk terus menambah tempat tidur, ruang isolasi bagi warga yang betul-betul membutuhkan,” pungkas Bima.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masuk Musim Hujan, Ini Langkah Pemkot Cegah Banjir di Jakarta Pusat

Masuk Musim Hujan, Ini Langkah Pemkot Cegah Banjir di Jakarta Pusat

Megapolitan
Pengendara Motor Korban Tabrak Lari Bus di Bekasi merupakan Suami Istri

Pengendara Motor Korban Tabrak Lari Bus di Bekasi merupakan Suami Istri

Megapolitan
Keluarga Korban Tembok Roboh MTsN 19: Ini Petang Kelam yang Tak Kami Harapkan...

Keluarga Korban Tembok Roboh MTsN 19: Ini Petang Kelam yang Tak Kami Harapkan...

Megapolitan
Sopir Truk yang Tabrak Bos Indomaret di BSD Tak Ditahan, Ini Penjelasan Polisi

Sopir Truk yang Tabrak Bos Indomaret di BSD Tak Ditahan, Ini Penjelasan Polisi

Megapolitan
Sahabat Kenang Dendis, Korban Tembok Roboh MTsn 19: Orang yang Meramaikan Tongkrongan

Sahabat Kenang Dendis, Korban Tembok Roboh MTsn 19: Orang yang Meramaikan Tongkrongan

Megapolitan
Anies Sebut Kebersamaannya dengan AHY adalah Keinginan Para Kader Demokrat

Anies Sebut Kebersamaannya dengan AHY adalah Keinginan Para Kader Demokrat

Megapolitan
Penumpang Sepeda Motor Tewas Usai Jadi Korban Tabrak Lari Bus di Bekasi

Penumpang Sepeda Motor Tewas Usai Jadi Korban Tabrak Lari Bus di Bekasi

Megapolitan
Gedung MTsN 19 Pondok Labu Direnovasi, Proses Belajar Dipindah ke Sekolah Lain

Gedung MTsN 19 Pondok Labu Direnovasi, Proses Belajar Dipindah ke Sekolah Lain

Megapolitan
Air Mata Sang Ibu Iringi Pemakaman Korban Runtuhnya Tembok MTsN 19 Jakarta...

Air Mata Sang Ibu Iringi Pemakaman Korban Runtuhnya Tembok MTsN 19 Jakarta...

Megapolitan
BMKG Ungkap Penyebab Hujan Deras di Jabodetabek Akhir-akhir Ini

BMKG Ungkap Penyebab Hujan Deras di Jabodetabek Akhir-akhir Ini

Megapolitan
BERITA FOTO: Tragedi Tembok Roboh di MTsN 19 Jakarta, Kegembiraan Berubah Duka

BERITA FOTO: Tragedi Tembok Roboh di MTsN 19 Jakarta, Kegembiraan Berubah Duka

Megapolitan
Jumat Siang Ini, Polisi Bakal Periksa Baim Wong dan Paula Terkait 'Prank' Laporan KDRT

Jumat Siang Ini, Polisi Bakal Periksa Baim Wong dan Paula Terkait "Prank" Laporan KDRT

Megapolitan
Anies: Saya Interaksi dengan Mas AHY Sudah Lama, Sudah Ada 'Intimacy'

Anies: Saya Interaksi dengan Mas AHY Sudah Lama, Sudah Ada "Intimacy"

Megapolitan
Imbas Tembok Roboh, Kemenag Renovasi Total Bangunan MTsN 19 Pondok Labu

Imbas Tembok Roboh, Kemenag Renovasi Total Bangunan MTsN 19 Pondok Labu

Megapolitan
Ayah Korban Tewas Runtuhnya Tembok MTsN 19: Tenang di Surga Nak..

Ayah Korban Tewas Runtuhnya Tembok MTsN 19: Tenang di Surga Nak..

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.