Perempuan di Pamulang Diteror Ledakan Petasan Hajatan, Diduga karena Minta Cerai ke Suami

Kompas.com - 03/07/2021, 08:30 WIB
Tangkapan layar video rumah warga di pamulang, Tangerang Selatan, diteror menggunakan petasan dalam jumlah besar. INSTAGRAM/@Tangerang.terkiniTangkapan layar video rumah warga di pamulang, Tangerang Selatan, diteror menggunakan petasan dalam jumlah besar.

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Beredar di media sosial sebuah video rekaman yang memperlihatkan isi rumah warga di kawasan Benda Baru, Pamulang, Tangerang Selatan, berserakan kertas diduga bekas ledakan petasan.

Dugaan aksi teror itu direkam oleh salah satu warga yang kemudian tersebar di media sosial pada Jumat (2/7/2021).

Dalam video rekaman yang diunggah melalui Instagram tersebut juga tampak sejumlah petasan belum meledak berserakan di depan pintu dan jendela rumah.

Baca juga: Rumah Warga di Pamulang Diteror Peledakan Petasan, Polisi Selidiki

Kanit Reskrim Polsek Pamulang Iptu Iskandar mengonfirmasi adanya aksi teror petasan hajatan yang video rekamannya beredar di media sosial.

Menurut keterangan polisi, peristiwa itu terjadi di rumah seorang wanita berinisial M pada Rabu (30/6/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kejadian Rabu (30/6/2021) kemarin, dini hari. Ada ledakan di rumah. Petasan biasa itu, petasan berentet orang hajatan gitu," ujar Iskandar saat dikonfirmasi, Jumat.

Polisi pun telah menyelidiki kasus teror itu dengan meminta keterangan M dan beberapa saksi di sekitar lokasi.

"Korbannya sih enggak tahu (siapa pelaku). Tetapi ada tetangga yang lihat ciri-cirinya seperti suaminya (korban)," kata Iskandar.

Diduga karena minta cerai

Polisi menduga bahwa pelaku peledakan petasan tersebut adalah suami korban berinisial MB.

Hal itu diperkuat dengan keterangan korban yang menyebut beberapa kali mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Baca juga: Kasus KDRT Serpong: Suami Paksa Istri Pompa ASI, Lakukan Kekerasan hingga Larang Bertemu Anak

"Pas kami identifikasi memang rumah tangganya sudah retak," kata Iskandar.

Iskandar menjelaskan, berdasarkan keterangan korban dalam pemeriksaan, yang bersangkutan mengaku hampir ditikam MB dengan menggunakan senjata tajam.

Terduga pelaku diduga sakit hati karena korban meminta diceraikan.

"Statusnya masih suami istri, tapi istrinya minta cerai karena enggak kuat," ungkap Iskandar.

Selidiki kasus

Saat ini korban telah melaporkan dugaan aksi teror peledakan petasan hajan itu ke Polsek Pamulang, Tangerang Selatan.

Polisi pun telah menyelidiki kasus teror sekaligus KDRT yang dialami korban.

"Korban sudah bikin laporan polisi, saat ini masih proses penyelidikan," ucap Iskandar.

Polisi juga tengah mencari terduga pelaku berinisial MB yang kini belum diketahui keberadaannya.

Menurut Iskandar, penyidik sebelumnya telah mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat terduga pelaku tinggal. Namun terduga pelaku tidak ditemukan.

"Kami datangilah terduga pelakunya, ngilang dia. Mungkin karena sudah tahu aksinya viral," pungkas Iskandar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berenang Tengah Malam, Seorang Warga Hilang di Kanal Banjir Barat

Berenang Tengah Malam, Seorang Warga Hilang di Kanal Banjir Barat

Megapolitan
Mempertanyakan Nasib Program OK OCE di Tangan Anies, Benarkah Sudah Melampaui Target?

Mempertanyakan Nasib Program OK OCE di Tangan Anies, Benarkah Sudah Melampaui Target?

Megapolitan
Tragedi Rumah Ambruk di Kalideres, Remaja Cari Jasad Ibu dan Adiknya yang Berpelukan Tertimpa Reruntuhan

Tragedi Rumah Ambruk di Kalideres, Remaja Cari Jasad Ibu dan Adiknya yang Berpelukan Tertimpa Reruntuhan

Megapolitan
Bocah Hanyut di Kali Angke Serpong Belum Ditemukan, Tim SAR Tekendala Banyaknya Tumpukan Sampah

Bocah Hanyut di Kali Angke Serpong Belum Ditemukan, Tim SAR Tekendala Banyaknya Tumpukan Sampah

Megapolitan
Kabel Menjuntai di Tengah Jalan Fatmawati, Bikin Kaget Pengendara yang Tak Sengaja Menabrak

Kabel Menjuntai di Tengah Jalan Fatmawati, Bikin Kaget Pengendara yang Tak Sengaja Menabrak

Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan UMKM untuk Tampil Saat Gelaran Formula E 2022

Pemprov DKI Siapkan UMKM untuk Tampil Saat Gelaran Formula E 2022

Megapolitan
Dalam Satu Jam, Polisi Tilang 9 Mobil Pelanggar Ganjil Genap di Jalan RS Fatmawati

Dalam Satu Jam, Polisi Tilang 9 Mobil Pelanggar Ganjil Genap di Jalan RS Fatmawati

Megapolitan
Hari Ini, Rachel Vennya Diperiksa Polisi Terkait Mobil Bernopol RFS

Hari Ini, Rachel Vennya Diperiksa Polisi Terkait Mobil Bernopol RFS

Megapolitan
Pelaku Eksibisionis di Jalan Sudirman Ditangkap, Polisi: Dia Tidak Tahu Aksinya Viral

Pelaku Eksibisionis di Jalan Sudirman Ditangkap, Polisi: Dia Tidak Tahu Aksinya Viral

Megapolitan
Hari Pertama Ganjil Genap, Banyak Mobil Berpelat Genap Lintasi Jalan Fatmawati

Hari Pertama Ganjil Genap, Banyak Mobil Berpelat Genap Lintasi Jalan Fatmawati

Megapolitan
UPDATE 24 Oktober: Tambah 1 Kasus di Kota Tangerang, 35 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 24 Oktober: Tambah 1 Kasus di Kota Tangerang, 35 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Daftar Titik Ganjil Genap di Jaksel, Berlaku Senin-Jumat pada Pukul 06.00-10.00 dan 16.00-20.00 WIB

Daftar Titik Ganjil Genap di Jaksel, Berlaku Senin-Jumat pada Pukul 06.00-10.00 dan 16.00-20.00 WIB

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Satu di Depok Capai 70 Persen dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis Satu di Depok Capai 70 Persen dari Target

Megapolitan
Ini Strategi Pemprov DKI Berdayakan UMKM di Pasar Lokal

Ini Strategi Pemprov DKI Berdayakan UMKM di Pasar Lokal

Megapolitan
Kuasa Hukum MS: KPI Tolak Bantu Korban Pelecehan Seksual Berobat ke Psikiater

Kuasa Hukum MS: KPI Tolak Bantu Korban Pelecehan Seksual Berobat ke Psikiater

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.