Kompas.com - 05/07/2021, 20:30 WIB
Dua orang peziarah yang sedang membacakan doa di salah satu makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Selapajang, Neglasari, Kota Tangerang, Minggu (11/4/2021) KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFALDua orang peziarah yang sedang membacakan doa di salah satu makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Selapajang, Neglasari, Kota Tangerang, Minggu (11/4/2021)
|


TANGERANG, KOMPAS.com -
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bakal membuka pemakaman baru yang dikhususkan untuk jenazah Covid-19 di Kedawung Wetan, Neglasari, Kota Tangerang.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengungkapkan, area pemakaman baru itu memiliki luas sekitar 2,8 hektar.

Kata dia, pihaknya bakal bekerjasama dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Tangerang untuk membuka pemakaman baru khusus jenazah Covid-19 itu.

Arief memastikan jalan menuju area pemakaman di Kedawung Wetan itu bakal dapat diakses oleh kendaraan roda empat.

Baca juga: Darurat, Pemkot Bekasi Tarik Hibah 6 Mobil Jenazah untuk Antar Jasad Pasien Covid-19 ke TPU

Hal tersebut guna memudahkan akses ambulans yang memasuki area pemakaman.

"Kita pastikan akses keluar masuk lokasi bisa dilalui kendaraan roda empat agar mobil jenazah bisa mudah kalau antar jenazah ke lokasi pemakaman," urainya melalui rilis resmi, Senin (5/7/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pihaknya membuka pemakaman baru itu karena pemakaman khusus jenazah Covid-19 yang ada saat ini hampir terisi penuh.

Adapun pemakaman yang hampir terisi itu adalah tempat pemakaman umum (TPU) Selapajang, Selapajang Jaya, Neglasari, Kota Tangerang.

Baca juga: Tertinggi Selama Pandemi, 127 Kematian Pasien Covid-19 dalam Sehari di Jakarta

"Di TPU Selapajang hanya tersisa 3.000 meter dari total area 11,5 hektare," ungkap Arief.

Kata dia, TPU Selapajang telah diarahkan untuk memprioritaskan pemakaman jenazah Covid-19 akibat keterbatasan lahan di TPU Selapajang.

Setelah pemakaman baru khusus jenazah Covid-19 dibuka,  TPU Selapajang dapat kembali memakamkan jenazah yang tidak terpapar Covid-19.

"Sementara untuk jenazah dengan protokol Covid-19 dulu, sampai lahan baru siap untuk digunakan," papar Arief.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ragunan dan 58 Taman di Jakarta Dibuka, Ini Syarat Wajib bagi Pengunjung

Ragunan dan 58 Taman di Jakarta Dibuka, Ini Syarat Wajib bagi Pengunjung

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Kerja Sama TPST Bantargebang dengan Pemkot Bekasi Diteken Senin Depan

Wagub DKI Sebut Kerja Sama TPST Bantargebang dengan Pemkot Bekasi Diteken Senin Depan

Megapolitan
Wagub DKI: Sudah Tidak Ditemukan Kandungan Parasetamol di Teluk Jakarta

Wagub DKI: Sudah Tidak Ditemukan Kandungan Parasetamol di Teluk Jakarta

Megapolitan
Kepala Basarnas Harap Polisi Segera Tangkap Perampok yang Bunuh Karyawannya

Kepala Basarnas Harap Polisi Segera Tangkap Perampok yang Bunuh Karyawannya

Megapolitan
Polisi Buru Penyuplai Dana dari 5 Perusahaan Pinjol yang Digerebek

Polisi Buru Penyuplai Dana dari 5 Perusahaan Pinjol yang Digerebek

Megapolitan
59 RTH Mulai Dibuka, Wagub DKI Minta Masyarakat Tetap Jaga Protokol Kesehatan

59 RTH Mulai Dibuka, Wagub DKI Minta Masyarakat Tetap Jaga Protokol Kesehatan

Megapolitan
Anak Diduga Korban Kekerasan Ibu Kandung di Duri Kepa Dapat Pendampingan Psikologis

Anak Diduga Korban Kekerasan Ibu Kandung di Duri Kepa Dapat Pendampingan Psikologis

Megapolitan
Ganjil Genap di Kawasan TMII dan Ancol, Pelanggar yang Terjaring Akan Diputar Balik

Ganjil Genap di Kawasan TMII dan Ancol, Pelanggar yang Terjaring Akan Diputar Balik

Megapolitan
Polisi: Besarnya Permintaan Konsumen Sebabkan Tingginya Kasus Narkotika

Polisi: Besarnya Permintaan Konsumen Sebabkan Tingginya Kasus Narkotika

Megapolitan
Polisi Mengaku Selalu Kecolongan Saat Ingin Tertibkan Lokalisasi Liar Gunung Antang

Polisi Mengaku Selalu Kecolongan Saat Ingin Tertibkan Lokalisasi Liar Gunung Antang

Megapolitan
Polisi Buru 4 Perampok yang Bacok Karyawati Basarnas hingga Tewas

Polisi Buru 4 Perampok yang Bacok Karyawati Basarnas hingga Tewas

Megapolitan
Toko PS Store di Condet Terbakar

Toko PS Store di Condet Terbakar

Megapolitan
Dibanting Polisi hingga Kejang, Korban Pertimbangkan Tempuh Jalur Pidana

Dibanting Polisi hingga Kejang, Korban Pertimbangkan Tempuh Jalur Pidana

Megapolitan
Antipasi Banjir, Wali Kota Jaksel Minta Lurah dan Camat Cek Kondisi Pompa Air

Antipasi Banjir, Wali Kota Jaksel Minta Lurah dan Camat Cek Kondisi Pompa Air

Megapolitan
Pekerja LRT yang Jatuh dari Ketinggian 8 Meter Belum Sadar

Pekerja LRT yang Jatuh dari Ketinggian 8 Meter Belum Sadar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.