Diminta Ganti Masker Scuba dengan Masker Medis, Penumpang Transjakarta Marah

Kompas.com - 06/07/2021, 14:23 WIB
Pelanggan Transjakarta (berbaju hitam) menolak saat diminta mengganti masker scuba dan bersikeras masuk, Rabu (30/6/2021) Dok TransjakartaPelanggan Transjakarta (berbaju hitam) menolak saat diminta mengganti masker scuba dan bersikeras masuk, Rabu (30/6/2021)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Penumpang Transjakarta marah saat diminta petugas untuk mengganti masker scuba dengan masker medis.

Direktur Utama PT Transjakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo mengatakan, petugas Transjakarta mencoba menghalangi masuk penumpang tersebut sebelum mengganti maskernya.

"Saat itu petugas kami sudah mengingatkan untuk mengganti masker scuba dengan masker medis, tapi pelanggan justru kurang perhatian dan malah menerobos masuk," kata Jhony dalam keterangan tertulis, Selasa (6/7/2021).

Baca juga: Lawan Petugas Saat Terjaring Razia Masker, Pemuda di Ciputat Mengaku Keluarga Jenderal di Mabes Polri

Peristiwa penumpang Transjakarta yang tidak terima ditegur oleh petugas itu terjadi pada Rabu (30/6/2021), di Halte Semanggi dan viral di media sosial.

Jhony menyayangkan peristiwa tersebut terjadi mengingat saat ini kasus Covid-19 di Jakarta sedang melonjak drastis.

"Hal ini tentu sangat disayangkan, mengingat sudah ada aturan yang menjelaskan terkait penggunaan masker," ucap dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Atas peristiwa tersebut, Jhony mengatakan, Transjakarta akan memperketat penerapan protokol kesehatan di area operasional mereka tanpa pengecualian apapun.

Memperketat protokol kesehatan di area operasional Transjakarta, kata dia, diharapkan bisa membantu mencegah penyebaran Covid-19 dan masyarakat tetap merasa aman saat menggunakan transportasi umum.

Baca juga: Emosi Ada Penyekatan PPKM Darurat, Pengendara Ini Diamankan Setelah Geber Motor


 

"Apa yang dilakukan petugas kami untuk kebaikan bersama," ucap dia.

Dalam keterangannya, Johny turut melampirkan video seorang pelanggan yang berteriak-teriak meminta bisa lewat meskipun menggunakan masker scuba.

"Saya lagi sakit, cuma masalah begini saja kok (menunjuk masker scuba) nggak ada toleransi hah!" kata pelanggan tersebut.

Petugas menjawab bahwa penumpang dilarang menggunakan masker scuba dan meminta untuk mengganti masker scuba dengan masker medis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjelasan Rektor UPN Veteran Jakarta soal Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Penjelasan Rektor UPN Veteran Jakarta soal Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Menyoroti Beban Tracking WNA Positif Covid-19

Wali Kota Tangerang Menyoroti Beban Tracking WNA Positif Covid-19

Megapolitan
Wakil Wali Kota Depok Mempertanyakan Data Pelecehan Seksual Anak, Ini Penjelasan Kejaksaan

Wakil Wali Kota Depok Mempertanyakan Data Pelecehan Seksual Anak, Ini Penjelasan Kejaksaan

Megapolitan
Rabu Besok, Sidang Munarman di PN Jaktim Digelar Virtual

Rabu Besok, Sidang Munarman di PN Jaktim Digelar Virtual

Megapolitan
Satpol PP Copot Atribut Ormas di Kawasan Cilandak Cegah Gesekan

Satpol PP Copot Atribut Ormas di Kawasan Cilandak Cegah Gesekan

Megapolitan
Total 6 Anggota Pemuda Pancasila Pengeroyok Perwira Menengah Polisi Ditangkap

Total 6 Anggota Pemuda Pancasila Pengeroyok Perwira Menengah Polisi Ditangkap

Megapolitan
Bentrokan PP dan FBR di Ciledug, Ini Respons Wali Kota Tangerang

Bentrokan PP dan FBR di Ciledug, Ini Respons Wali Kota Tangerang

Megapolitan
Kronologi Kematian Mahasiswi UPN Veteran Jakarta Saat Pembaretan Menwa di Bogor

Kronologi Kematian Mahasiswi UPN Veteran Jakarta Saat Pembaretan Menwa di Bogor

Megapolitan
Tertangkap Warga, Begal Babak Belur Diamuk Massa di Cakung

Tertangkap Warga, Begal Babak Belur Diamuk Massa di Cakung

Megapolitan
Polantas Tembak 2 Orang di Exit Tol Bintaro, Propam Usut Pelanggaran Kode Etik

Polantas Tembak 2 Orang di Exit Tol Bintaro, Propam Usut Pelanggaran Kode Etik

Megapolitan
Mahasiswa UPN Veteran Jakarta Demo di Kampus Terkait Kematian Rekannya Saat Pembaretan Menwa

Mahasiswa UPN Veteran Jakarta Demo di Kampus Terkait Kematian Rekannya Saat Pembaretan Menwa

Megapolitan
Polantas Penembak di Exit Tol Bintaro Belum Jadi Tersangka, Polda Metro Sebut Kurang Alat Bukti

Polantas Penembak di Exit Tol Bintaro Belum Jadi Tersangka, Polda Metro Sebut Kurang Alat Bukti

Megapolitan
Tak Pernah Kebagian Kuota, Warga Senang Akhirnya Bisa Vaksinasi Covid-19 Saat Belanja di Pasar

Tak Pernah Kebagian Kuota, Warga Senang Akhirnya Bisa Vaksinasi Covid-19 Saat Belanja di Pasar

Megapolitan
Buruh Berencana Gugat ke Pengadilan jika Anies Tak Revisi UMP 2022 Jakarta

Buruh Berencana Gugat ke Pengadilan jika Anies Tak Revisi UMP 2022 Jakarta

Megapolitan
Polda Metro Jaya Belum Tetapkan Anggotanya Jadi Tersangka Penembakan di Exit Tol Bintaro, Apa Alasannya?

Polda Metro Jaya Belum Tetapkan Anggotanya Jadi Tersangka Penembakan di Exit Tol Bintaro, Apa Alasannya?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.