Cerita Driver Ojol Bertualang Portal Gang Tiap Ada Pembatasan, Basah Kuyup karena Sering Disiram Disinfektan

Kompas.com - 06/07/2021, 16:12 WIB
Ratusan driver ojek online berkerumun di gerai McDonald's di Jalan Sisingamangaraja, Medan, Sumatera Utara untuk membeli menu BTS Meal, Rabu (9/6/2021) KOMPAS.com/DANIEL PEKUWALIRatusan driver ojek online berkerumun di gerai McDonald's di Jalan Sisingamangaraja, Medan, Sumatera Utara untuk membeli menu BTS Meal, Rabu (9/6/2021)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebijakan pembatasan mobilitas warga untuk menekan penyebaran Covid-19 kembali diberlakukan. Kali ini, pembatasan mobilitas itu dinamakan PPKM Darurat yang diberlakukan selama 3-20 Juli 2021.

Salah satu dampak dari pemberlakuan sistem pembatasan adalah banyak jalan yang ditutup, termasuk jalan permukiman. Meski bertujuan baik yakni mengurangi mobilitas warga, keadaan ini ternyata menjadi tantangan tersendiri bagi para ojek online.

Salah satu pengemudi ojek online, Anggi menceritakan tantangan yang dialaminya  setiap masa pemberlakuan pembatasan baik itu PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) maupun PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), yaitu ditutupnya jalan-jalan.

Baca juga: Mengotot Jualan Saat PPKM Darurat, Seorang Pedagang di Pasar Tanah Abang Diamankan

"Suka duka antar paket atau makanan di masa pembatasan itu ya begini, banyak gang yang diportal," curhat Anggi, ojek online asal Bekasi.

Keadaan tersebut sering kali membuatnya harus memutar jalan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sering lagi antar makanan menuju rumah pembeli, hampir semua jalannya diportal. Padahal sudah senang waktu liat peta, lokasinya dekat. Tapi karena diportal, saya jadi mutar-mutar, " lanjut dia.

Jika rumah yang dituju sudah dekat dari tempat jalanan ditutup, ia sering terpikir untuk melanjutkan dengan berjalan kaki. Namun, hal ini membuatnya dilema.

"Kalau dipaksakan jalan kaki, motor ditinggal di dekat portal. Bahaya, berisiko hilang. Tapi kalau lanjut nyetir, jaraknya kadang bisa 1 kilometer. Lumayan bensinnya," curhat Anggi.

Namun, keadaan jalanan yang diportal seperti sekarang menurutnya masih lebih baik dibandingkan momen di awal pandemi tahun lalu. Saat itu, banyak jalan tidak hanya diportal, melainkan juga orang yang melintas harus didesinfektan.

Baca juga: PPDB 2021 di Tengah PPKM Darurat, Warga Kota Bekasi Diimbau Maksimalkan Pendaftaran Online

"Terkadang masuk ke perumahan itu dijaga ketat. Setiap masuk harus disemprot disfektan. Pernah sampai 5 kali bolak-balik ke perumahan itu, pasti basah. Bahkan belum kering, sudah harus disemprot lagi, " kenang dia sambil tertawa.

Ia bersyukur, pada masa pembatasan kali ini, tidak banyak pos penjagaan yang mewajibkan didesinfektan. Meskipun ia cukup khawatir dengan penyekatan di sejumlah jalan besar.

Meskipun dirinya termasuk golongan pekerja yang diperbolehkan melintas asalkan bisa menunjukkan bukti pesanan, Anggi mengaku tetap khawatir dengan kemacetan yang ditimbulkan di lokasi-lokasi tersebut.

Oleh karena ini, ia menyikapinya dengan hanya mengambil orderan makanan yang dekat-dekat. Meskipun masih harus berhadapan dengan portal-portal jalanan.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perseteruan Warga dengan 16 Sekuriti di Kembangan, Polisi: Ada Dugaan Pungli

Perseteruan Warga dengan 16 Sekuriti di Kembangan, Polisi: Ada Dugaan Pungli

Megapolitan
Rutan Salemba Gelar Pelatihan Penanganan Kebakaran untuk Pegawai

Rutan Salemba Gelar Pelatihan Penanganan Kebakaran untuk Pegawai

Megapolitan
Masyarakat Diminta Waspada Gelombang Ketiga Covid-19 di Jakarta

Masyarakat Diminta Waspada Gelombang Ketiga Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Nelayan Pelabuhan Muara Angke Disuntik Vaksin Covid-19 di Atas Kapal

Nelayan Pelabuhan Muara Angke Disuntik Vaksin Covid-19 di Atas Kapal

Megapolitan
PKL hingga Pemilik Warung di Jabodetabek Bisa Dapat Bantuan Rp 1,2 Juta, Ini Syaratnya

PKL hingga Pemilik Warung di Jabodetabek Bisa Dapat Bantuan Rp 1,2 Juta, Ini Syaratnya

Megapolitan
Bocah Perempuan Dilaporkan Jadi Korban Pelecehan Seksual di Sekitar Rumahnya di Duren Sawit

Bocah Perempuan Dilaporkan Jadi Korban Pelecehan Seksual di Sekitar Rumahnya di Duren Sawit

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Tingkat Pengangguran Terbuka di Jakarta Barat Naik Dua Kali Lipat

Pandemi Covid-19, Tingkat Pengangguran Terbuka di Jakarta Barat Naik Dua Kali Lipat

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 di Depok Sudah Capai 60 Persen Dosis Pertama

Vaksinasi Covid-19 di Depok Sudah Capai 60 Persen Dosis Pertama

Megapolitan
Ini Alasan Luhut Laporkan Fatia dari Kontras dan Haris Azhar Terkait Pencemaran Nama Baik

Ini Alasan Luhut Laporkan Fatia dari Kontras dan Haris Azhar Terkait Pencemaran Nama Baik

Megapolitan
100 Perempuan dan Anak Jadi Korban Kekerasan di Kota Tangerang pada Januari-September 2021

100 Perempuan dan Anak Jadi Korban Kekerasan di Kota Tangerang pada Januari-September 2021

Megapolitan
Pendapatan UMKM di Jakarta Barat Saat Pandemi Lebih Stabil Dibanding Pelaku Usaha Lain

Pendapatan UMKM di Jakarta Barat Saat Pandemi Lebih Stabil Dibanding Pelaku Usaha Lain

Megapolitan
Luhut B Pandjaitan Gugat Fatia dari Kontras dan Haris Azhar Rp 100 Miliar Terkait Tudingan 'Bermain' di Tambang di Papua

Luhut B Pandjaitan Gugat Fatia dari Kontras dan Haris Azhar Rp 100 Miliar Terkait Tudingan "Bermain" di Tambang di Papua

Megapolitan
Polisi Bubarkan Demo Pendukung Interpelasi Formula E di Depan Gedung DPRD DKI

Polisi Bubarkan Demo Pendukung Interpelasi Formula E di Depan Gedung DPRD DKI

Megapolitan
Gudang Tinta di Semanan Terbakar

Gudang Tinta di Semanan Terbakar

Megapolitan
Dituding Ingin Mengkriminalisasi Hariz Azhar dan Fatia, Luhut Binsar: Tak Ada Waktu Mikir ke Sana

Dituding Ingin Mengkriminalisasi Hariz Azhar dan Fatia, Luhut Binsar: Tak Ada Waktu Mikir ke Sana

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.