Seorang Warga Relakan Rumah Mewahnya di Cilandak Barat Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Kompas.com - 07/07/2021, 16:06 WIB
Seorang pemilik rela rumah mewahnya di Jalan MPR I, RT 007/011 Cilandak Barat, Jakarta Selatan, dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19. TANGKAPAN LAYAR KOMPAS TVSeorang pemilik rela rumah mewahnya di Jalan MPR I, RT 007/011 Cilandak Barat, Jakarta Selatan, dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang warga rela rumah mewahnya di Jalan MPR I, RT 007/011 Cilandak Barat, Jakarta Selatan, dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19.

Ketua RW 011 Cilandak Barat Panjul Budiono mengatakan, pelaksanaan isolasi pasien Covid-19 di rumah nomor 25c itu sudah memasuki hari ke-12.

"Sampai sejauh ini sih ada 22 warga yang isolasi di rumah itu," kata Panjul kepada Kompas.com, Rabu (7/7/2021).

Panjul menyebutkan, sebanyak 22 warga itu berasal dari RW 011 Cilandak Barat.

Baca juga: Tingginya Tingkat Kematian Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri di Bekasi

"Mengkhususkan buat warga RW 011. Banyak juga dari RW-RW lain datang.Tapi karena dari pemilik rumah mengimbau sebaiknya untuk warga sini aja," ujar Panjul.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan laporan Kompas TV, nama pemilik rumah tersebut Hartoyo.

"Yang mengurus sekarang anaknya, namanya Pak Budi. Rumah itu dalam rangka mau dijual. Tapi sudah dibersihkan," ucap Panjul.

Selama isolasi di rumah tersebut, warga juga mendapatkan fasilitas kesehatan dari puskesmas setempat.

"Kami bekerja sama juga dengan dokter puskesmas. Jadi ada dokter yang mendampingi. Kalau ada apa-apa, mereka bisa menghubungi dokter puskesmas," tutur Panjul.

Baca juga: Ini Alasan Lurah Pancoran Mas Depok Undang 300 Tamu ke Nikahan Anaknya Saat PPKM Darurat

Selain itu, fasilitas lainnya seperti kasur juga disediakan pihak RW maupun kelurahan.

"Itu hanya rumah aja ya. Kemudian saya sebagai RW menyediakan peralatan memasak, kompor dan sebagainya. Kalau mereka membutuhkan alas tidur, kami dapat bantuan dari kelurahan," ucap Panjul.

Bagian lain dari rumah tersebut juga dijadikan sebagai tempat swab test dan tracing mandiri warga sekitar.

"Kata pemiliknya, terus dijadikan tempat isolasi sampai kondisi ini membaik lah. Karena kita tidak bisa memprediksi kapan ini selesai," kata Panjul.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kelanjutan Bansos Tunai Jakarta Belum Jelas, Politisi DPRD: Alihkan Anggaran Formula E

Kelanjutan Bansos Tunai Jakarta Belum Jelas, Politisi DPRD: Alihkan Anggaran Formula E

Megapolitan
Makelar Tanah Normalisasi Ciliwung, Warga: Mereka Minta Bagian 25 Persen

Makelar Tanah Normalisasi Ciliwung, Warga: Mereka Minta Bagian 25 Persen

Megapolitan
Disdik Kota Bekasi Berencana Izinkan Kegiatan Ekstrakurikuler SD dan SMP

Disdik Kota Bekasi Berencana Izinkan Kegiatan Ekstrakurikuler SD dan SMP

Megapolitan
Soal Tuduhan Ibu Atta Halilintar Berhutang Rp 500 Juta, Polisi Tangkap dan Tahan Youtuber Savas

Soal Tuduhan Ibu Atta Halilintar Berhutang Rp 500 Juta, Polisi Tangkap dan Tahan Youtuber Savas

Megapolitan
Pemkot Tangerang Akan Gelar Sekolah Tatap Muka Tingkat SD Mulai 27 September

Pemkot Tangerang Akan Gelar Sekolah Tatap Muka Tingkat SD Mulai 27 September

Megapolitan
Ada Makelar Tanah dalam Proyek Normalisasi Ciliwung, Warga Cawang: Kami Lapor ke Mana?

Ada Makelar Tanah dalam Proyek Normalisasi Ciliwung, Warga Cawang: Kami Lapor ke Mana?

Megapolitan
Warga Cawang Tolak Makelar Tanah Terkait Proyek Normalisasi Ciliwung

Warga Cawang Tolak Makelar Tanah Terkait Proyek Normalisasi Ciliwung

Megapolitan
DKI Jakarta Enggan Beri Denda Warga Penolak Vaksinasi Covid-19

DKI Jakarta Enggan Beri Denda Warga Penolak Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Ada Aturan Ganjil Genap, Ancol Siapkan Kantong Parkir dan Bus Gratis untuk Pengunjung

Ada Aturan Ganjil Genap, Ancol Siapkan Kantong Parkir dan Bus Gratis untuk Pengunjung

Megapolitan
Paket 5.052 Butir Ekstasi Dikirim dari Belgia, Polisi: Dikendalikan Dua Napi

Paket 5.052 Butir Ekstasi Dikirim dari Belgia, Polisi: Dikendalikan Dua Napi

Megapolitan
Rumah 2 Lantai Terbakar di Koja, 11 Mobil Damkar Diterjunkan

Rumah 2 Lantai Terbakar di Koja, 11 Mobil Damkar Diterjunkan

Megapolitan
Polisi Lakukan Olah TKP Ulang terkait Kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang

Polisi Lakukan Olah TKP Ulang terkait Kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang

Megapolitan
Masih Pandemi, 974 WNA Masuk Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta dalam 3 Hari

Masih Pandemi, 974 WNA Masuk Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta dalam 3 Hari

Megapolitan
Bongkar Paket dari Belgia, Polisi Temukan 5.052 Butir Ekstasi

Bongkar Paket dari Belgia, Polisi Temukan 5.052 Butir Ekstasi

Megapolitan
Tumpukan Sampah Tersangkut di Jembatan, Warga Cipayung Jaya Depok Khawatir Banjir

Tumpukan Sampah Tersangkut di Jembatan, Warga Cipayung Jaya Depok Khawatir Banjir

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.