6 Aksi Kemanusiaan Warga di Tengah Gelombang Kedua Covid-19, Merawat Asa di Tengah Nestapa

Kompas.com - 08/07/2021, 07:44 WIB
Petugas menurunkan tabung berisi oksigen dari truk di Posko Darurat Oxygen Rescue, kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (6/7/2021).Total 132 tabung oksigen dari Pabrik Gas Industri (PGI) milik Krakatau Steel untuk 12 rumah sakit di Jakarta yang disediakan Provinsi DKI Jakarta hari ini seiring masih tingginya kasus Covid-19 aktif di Jakarta. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas menurunkan tabung berisi oksigen dari truk di Posko Darurat Oxygen Rescue, kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (6/7/2021).Total 132 tabung oksigen dari Pabrik Gas Industri (PGI) milik Krakatau Steel untuk 12 rumah sakit di Jakarta yang disediakan Provinsi DKI Jakarta hari ini seiring masih tingginya kasus Covid-19 aktif di Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Lonjakan kasus Covid-19 di bulan Juni hingga Juli atau disebut gelombang kedua Covid-19 telah menekan seluruh aspek kehidupan masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun psikologis.

Tidak hanya berjuang untuk bertahan hidup di tengah serangan virus corona, masyarakat juga dituntut berjuang secara mandiri mendapatkan hak-haknya sebagai pasien Covid-19.

Masyarakat harus berjuang untuk mendapatkan tabung oksigen, mencari ambulans untuk membawa pasien ke rumah sakit atau tempat isolasi mandiri, atau sekedar bertahan hidup ketika isolasi mandiri di rumah.

Meski tanda-tanda berakhirnya gelombang kedua Covid-19 belum tampak hingga saat ini, harapan-harapan kecil mulai muncul ditandai dengan aksi solidaritas masyarakat untuk membantu sesama.

Baca juga: Jungkir Balik Bersama demi Memperpanjang Napas Warga Jakarta...

Bantuan masyarakat tidak sekedar melahirkan harapan baru untuk bertahan hidup, melainkan juga merawat asa di tengah badai Covid-19.

Berikut Kompas.com rangkum 6 aksi solidaritas masyarakat untuk membantu sesama di tengah badai gelombang kedua Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Warga Persilahkan Seorang Wanita Serobot Antrean Pengisian Tabung Oksigen

Warga yang sedang antre mengisi tabung oksigen di CV Rintis Usaha Bersama di Jalan Minangkabau, Setiabudi, Jakarta Selatan tiba-tiba merasa iba setelah melihat seorang wanita menangis.

Wanita bernama Nurdini itu menangis lantaran melihat panjangnya antrean warga untuk mengisi tabung oksigen. Sementara dirinya harus segera mengisi tabung oksigen karena sang ayah sudah mengalami sesak.

“Bapak saya udah parah, lagi sesak, baru lagi merasakan sesak. Kemarin enggak apa-apa. Kirain saya enggak antre, tahunya antre, makanya saya kaget,” ujar Nurdini sambil menangis.

Peristiwa mengharukan itu terjadi pada Minggu (4/7/2021). Mengetahui kondisi ayah Nurdini yang lebih membutuhkan tabung oksigen, warga pun mempersilakan Nurdini untuk mengisi tabung oksigen terlebih dahulu.

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Tembus 100.000, Ini Pesan Wagub DKI untuk Warga

 “Saya dari pagi cari isi ulang oksigen, sudah cari ke mana-mana, tapi habis,” kata Nurdini.

Setelah mengisi tabung oksigen, Nurdini mengucapkan terima kasih kepada para warga yang mempersilakan dirinya menyerobot antrean. Dia pun langsung bergegas pulang menuju rumahnya di kawasan Pisangan, Jakarta Timur.

2. Gerakan Kemanusiaan Tabung Oksigen Gratis

Dokter Juanli menggagas sebuah gerakan untuk menyediakan tabung oksigen gratis bagi yang membutuhkan di tengah kelangkaan oksigen akibat lonjakan kasus Covid-19.

Baca juga: Usai Disidak Anies, Kantor Equity Life Ditutup Sementara

Gerakan kemanusiaan itu beranggotakan 25 orang yang tersebar di wilayah Jakarta, Tangerang dan Bekasi.

Mereka berasal dari kalangan dokter, dokter gigi dan masyarakat awam yang mendedikasikan diri sebagai relawan Gerakan Tabung Oksigen untuk Kemanusiaan ini. Sebenarnya, gerakan ini sudah ada sejak Januari 2021.

Dilansir Kompas.id, pada awal terbentuknya gerakan ini, mereka hanya memiliki 18 tabung. Kemudian berkembang melalui donasi yang disebar melalui pesan berantai WhatsApp.

Kini sudah tersedia 74 tabung oksigen yang siap dipinjamkan untuk mereka yang membutuhkan. Namun, Jaunli sadar bahwa stok tabung oksigen belum cukup untuk membantu mereka yang membutuhkan.

"Kami meminjamkan tabung dalam keadaan penuh selama lima hari. Setelah itu, pemakai kembalikan lagi dalam keadaan penuh juga," kata Juanli, Kamis (1/7/2021) lalu.

3. Gerakan Supply Makanan bagi Pasien Covid-19 Isoman

Gerakan supply makanan bagi pasien Covid-19 yang sedang isolasi mandiri digagas oleh seorang warga Jakarta Selatan bernama Viny Eriyanto.

Dia memutuskan memulai gerakan kemanusiaan itu lantaran turut prihatin melihat kondisi pasien Covid-19 yang terkadang memiliki keterbatan dana untuk pemulihan fisik dan mental selama isolasi mandiri.

Baca juga: Tiga Ruangan di Kompleks Kantor Wali Kota Jakbar Disiapkan Jadi Tempat Isoman OTG

 "Saya lihat semakin ke sini banyak pasien yang mengalami keterbatasan dana. Saya ingin melakukan sesuatu untuk meringankan beban, sehingga masyarakat yang terpapar Covid-19 bisa fokus pada pemulihan fisik dan mental, " ungkap Vyn, sapaan akrabnya, saat dihubungi pada Rabu (7/7/2021).

Vyn memang baru memulai aksi kemanusiannya yakni per Senin (5/7/2021). Saat ini sudah ada daftar 20 orang penerima bantuan makanan yang berdomisili di wilayah Jabodetabek.

"Pasien yang kami bantu rata-rata yang baru terkonfirmasi positif Covid-19. Rata-rata adalah tulang punggung keluarga, anak kost, atau pejuang harian yang tidak bisa mencari nafkah kalau tidak keluar rumah, " jelas Vyn.

Vyn menjelaskan, pasien Covid-19 yang sedang melakukan isoman di rumah di Jabodetabek dan memiliki kendala dana untuk makan diperkenankan mendaftar.

Baca juga: Kisah Warga Pasok Makanan untuk Penderita Covid-19 yang Isolasi Mandiri Selama 10 Hari

Para penerima bantuan akan mendapatkan 2 paket makanan setiap hari selama 10 hari atau selama isolasi mandiri.

Paket makanan akan dikirimkan langsung ke depan rumah dalam sekali pengantaran. Paket makanan tersebut dikirimkan dari sejumlah usaha catering miliki kerabat Vyn di berbagai wilayah.

Sedangkan untuk pasien di luar jangkauan catering, Vyn memilih memesankan makanan melalui aplikasi online untuk mempermudah mobilisasi.

4. Rumah Mewah Dijadikan Tempat Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

Seorang warga bernama Hartoyo merelakan rumah mewahnya di Jalan MPR I, RT 007/011 Cilandak Barat, Jakarta Selatan, untuk dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Ketua RW 011 Cilandak Barat Panjul Budiono.

Panjul mengatakan, pelaksanaan isolasi pasien Covid-19 di rumah nomor 25c itu sudah memasuki hari ke-12. Sudah ada 22 warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah mewah tersebut.

Baca juga: Rumah Sakit Penuh, 80 Persen Pasien Covid-19 di Bekasi Jalani Isolasi Mandiri

 "Itu hanya rumah aja ya. Kemudian saya sebagai RW menyediakan peralatan memasak, kompor dan sebagainya. Kalau mereka membutuhkan alas tidur, kami dapat bantuan dari kelurahan," kata Panjul kepada Kompas.com, Rabu (7/7/2021).

Selama isolasi di rumah tersebut, warga juga mendapatkan fasilitas kesehatan dari puskesmas setempat.

"Kami bekerja sama juga dengan dokter puskesmas. Jadi ada dokter yang mendampingi. Kalau ada apa-apa, mereka bisa menghubungi dokter puskesmas," tutur Panjul.

5. Ananda Omesh Merubah Mobil Kesayangannya Menjadi Mobil Darurat Covid-19

Gerakan kemanusiaan untuk pasien Covid-19 juga dilakukan oleh pembawa acara Ananda Omesh. Dia rela menyulap salah satu mobil kesayangannya menjadi mobil darurat untuk mengantar pasien Covid-19.

Baca juga: Puluhan Warga Kompleks Villa Mutiara Cinere Depok Positif Covid-19, Diduga dari Perkantoran di Jakarta

Omesh lebih senang menyebut mobil tersebut sebagai mobil darurat Covid-19, bukan ambulans. Pasalnya, ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi untuk mobil ambulans.

Anggota grup motor The Prediksi ini juga menegaskan bahwa mobil ini hanya bisa digunakan untuk pasien Covid-19 yang bergejala ringan saja.

“Jadi kendaraan darurat ini tidak bisa digunakan oleh pasien kritis, karena kami tidak ada profesional di dalam situ dan harus ada ketentuan standarisasinya,” ucap Omesh.
“Itu hanya bisa bawa pasien dalam kondisi sadar, tidak dalam keadaan kritis dan ditemani keluarga pasien,” tambahnya.

Sang istri, Dian Ayu juga mendukung niat tulus Omesh dengan membantu Omesh mencarikan peralatan kesehatan untuk mobil tersebut.

“Kemarin cari tandu cari ini, terutama istri saya sih. Saya pertama ngomong cek DM kan, istri saya kan ini ada orang ini ini ini, kita ubah mobil yang van ya. ‘Setuju, cepetan kerjain’ semoga apa cepet selesai supaya cepet kepakai mobilnya,” tutur Omesh.

6. Wakapolres Jakarta Selatan Jadi Sopir Pasien Covid-19

Kisah haru selanjutnya datang dari Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Antonius Agus Rahmanto yang menjadi sopir pasien kritis Covid-19.

Baca juga: Seorang Warga Relakan Rumah Mewahnya di Cilandak Barat Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

 Ia berinisiatif untuk mengevakuasi pasien bernama Budi lantaran mobil ambulans tidak kunjung tiba. Padahal, Budi harus segera mendapatkan penanganan karena dalam kondisi kritis.

Agus rela menyusuri gang sempit di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Kamis (24/6/2021) lalu untuk mengevakuasi Budi yang tengah terbaring lemah di rumahnya.

"Saya ini enggak kenal Pak Budi. Pak Budi salah satu warga di kampung di Jagakarsa. Di situ hampir separuhnya (terpapar Covid-19)," ujar Agus.

Dalam video yang diterima Kompas.com, terlihat Budi yang masih menggunakan sarung dievakuasi dengan cara digotong.

Baca juga: Kisah Haru Wakapolres Jakarta Selatan, Menangis karena Gagal Selamatkan Pasien Kritis Covid-19

Agus, bersama tiga orang lain, mengevakuasi Budi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Minggu menggunakan sebuah mobil Kijang milik warga.

"Saya bawa pakai mobil milik warga yang peduli. Ini kami bukan medis, kami hanya (pakai) hati nurani. Ini tanggung jawab kita semua," ujar Agus.

Namun, takdir berkata lain. Nyawa Budi tak tertolong Setibanya di RSUD Pasar Minggu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penghuni Kamar Kos Tak Tahu Tetangganya Penagih Pinjol Ilegal: Enggak Pernah Bersosialisasi

Penghuni Kamar Kos Tak Tahu Tetangganya Penagih Pinjol Ilegal: Enggak Pernah Bersosialisasi

Megapolitan
Teror Pinjol Terhadap Korbannya, Ancam Santet hingga Sebar Foto Tak Senonoh

Teror Pinjol Terhadap Korbannya, Ancam Santet hingga Sebar Foto Tak Senonoh

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Pengedar Narkoba, Sita 3.000 Butir Ekstasi dan 336 Gram Ganja

Polisi Tangkap 2 Pengedar Narkoba, Sita 3.000 Butir Ekstasi dan 336 Gram Ganja

Megapolitan
Senangnya Anak SD di Kota Tangerang Kembali ke Sekolah Setelah Dua Tahun Belajar Online

Senangnya Anak SD di Kota Tangerang Kembali ke Sekolah Setelah Dua Tahun Belajar Online

Megapolitan
Tangkap 3 Pengedar Narkoba, Polisi Sita 7,2 Kg Sabu

Tangkap 3 Pengedar Narkoba, Polisi Sita 7,2 Kg Sabu

Megapolitan
Pagi yang Menghebohkan di Cawang Ketika Dua Bus Transjakarta Tabrakan hingga Tewaskan Dua Orang

Pagi yang Menghebohkan di Cawang Ketika Dua Bus Transjakarta Tabrakan hingga Tewaskan Dua Orang

Megapolitan
Pohon Tumbang di Pujasera Cipondoh, Pemilik Sebut Kerugian Capai Rp 20 Juta

Pohon Tumbang di Pujasera Cipondoh, Pemilik Sebut Kerugian Capai Rp 20 Juta

Megapolitan
Curhat Pedagang yang Kiosnya Terbakar di Pasar Kalideres, Tak Sempat Selamatkan Dagangan

Curhat Pedagang yang Kiosnya Terbakar di Pasar Kalideres, Tak Sempat Selamatkan Dagangan

Megapolitan
Update Kondisi Korban Kecelakaan Bus Transjakarta, 7 Korban Luka Sudah Boleh Pulang

Update Kondisi Korban Kecelakaan Bus Transjakarta, 7 Korban Luka Sudah Boleh Pulang

Megapolitan
UPDATE 25 Oktober: Tidak Ada Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang

UPDATE 25 Oktober: Tidak Ada Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
Polisi Buru Kawanan Begal yang Tewaskan Pemuda di Cimanggis Depok

Polisi Buru Kawanan Begal yang Tewaskan Pemuda di Cimanggis Depok

Megapolitan
Ketika Pengendara di Jalan Fatmawati Sempat Kena Tilang meski Ganjil Genap Baru Sosialisasi

Ketika Pengendara di Jalan Fatmawati Sempat Kena Tilang meski Ganjil Genap Baru Sosialisasi

Megapolitan
WN Nigeria Tersangka Kasus Penipuan Modus Jual Black Dollar Mengaku Sudah 3 Tahun di Indonesia

WN Nigeria Tersangka Kasus Penipuan Modus Jual Black Dollar Mengaku Sudah 3 Tahun di Indonesia

Megapolitan
Saat Transjakarta dan LRT Jabodebek Alami Kecelakaan pada Hari yang Sama...

Saat Transjakarta dan LRT Jabodebek Alami Kecelakaan pada Hari yang Sama...

Megapolitan
UPDATE 25 Oktober: Tambah 3 Kasus Baru Covid-19 di Depok

UPDATE 25 Oktober: Tambah 3 Kasus Baru Covid-19 di Depok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.