Pengidap Down Syndrome Diduga Positif Covid-19 Telantar 2 Pekan, Meninggal Saat Isolasi Mandiri

Kompas.com - 09/07/2021, 13:07 WIB
Ilustrasi jenazah, jasad manusia SHUTTERSTOCKIlustrasi jenazah, jasad manusia

"Ternyata setelah anak saya di-swab, satu minggu kemudian baru keluar hasilnya, dan itu kita tanya, tiap hari, kok tidak ada obat yang kita terima, vitamin juga tidak ada," kata dia.

"Ya sudah lah. Akhirnya kita panggil lagi untuk (swab) adik dan ibu kami, tapi tidak ada jawaban, sudah tidak ada jawaban sama sekali."

Jatuh sakit dan meninggal dunia

Selama 2 pekan ini, tiada yang dapat mengonfirmasi bahwa AA dan ibunda Edwin positif Covid-19, meski semua menduganya demikian.

Dugaan kian kuat ketika mereka berdua mulai menampakkan gejala gangguan pernapasan. Mereka, khususnya AA, mulai batuk-batuk.

Lantaran tak memperoleh suplai obat, Edwin dan keluarga terpaksa menggunakan obat-obat warung yang biasa dipakai menyembuhkan batuk, guna diminum oleh ibunya dan AA.

Baca juga: Isolasi Mandiri Tanpa Lapor Satgas, Seorang Warga Meninggal Dunia di Bekasi

Intensitas batuk yang diidap AA semakin parah, hingga disebut mencapai puncaknya pada semalam, Kamis (8/7/2021). Edwin menambahkan, AA juga mulai enggan makan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dan, ya, tadi pagi kami lihat sudah tidak ada..." ucapnya.

Edwin bukan hanya berduka oleh kepergian adiknya lantaran telantar begitu rupa. Ia juga dilanda kebingungan.

Adiknya adalah pasien yang diduga kuat telah terpapar Covid-19. Ia tahu bahwa AA semestinya dimakamkan dengan protap khusus. Ia tentu tak bisa melakukannya seorang diri.

"Di sini tidak ada Kampung Siaga Covid-19, saya sudah tanya sama Pak RT. Tidak ada. Jadi tidak ada apa-apa," kata Edwin.

AA ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 06.00 pagi. Selama 5 jam lebih, jasadnya hanya dibaringkan begitu saja dengan tikar dan kasur sebagai lapiknya.

Tubuh kaku itu cuma diselimuti oleh sarung bermotif batik dan wajahnya diselubungi kain tipis warna putih.

"Sampai sekarang, kondisi jenazah di depan saya belum tersentuh air sama sekali. Masih pakai pampers," ujar Edwin.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Megapolitan
Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Megapolitan
Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Megapolitan
229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

Megapolitan
RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

Megapolitan
Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Megapolitan
Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Megapolitan
Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Megapolitan
Bus Kecelakaan Berulang Kali, Dirut Transjakarta Minta Maaf

Bus Kecelakaan Berulang Kali, Dirut Transjakarta Minta Maaf

Megapolitan
Banjir Rob Terjang Jalan Lodan Raya Ancol, Petugas Evakuasi Warga

Banjir Rob Terjang Jalan Lodan Raya Ancol, Petugas Evakuasi Warga

Megapolitan
Polisi Periksa 3 Pembeli Aset Keluarga Nirina Zubir

Polisi Periksa 3 Pembeli Aset Keluarga Nirina Zubir

Megapolitan
Proyek Sumur Resapan di Lebak Bulus: Ambles, Diaspal, Kini Dilubangi

Proyek Sumur Resapan di Lebak Bulus: Ambles, Diaspal, Kini Dilubangi

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan Raya Ancol Meluap hingga ke Rumah Warga

Banjir Rob di Jalan Lodan Raya Ancol Meluap hingga ke Rumah Warga

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.