Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sakit Hati Lamaran Ditolak, Motif Pembunuh yang Bakar Perempuan di Cisauk

Kompas.com - 11/07/2021, 15:49 WIB
Tria Sutrisna,
Sabrina Asril

Tim Redaksi

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Dua pembunuh perempuan yang jasadnya hangus terbakar di Desa Suradita, Cisauk, Tangerang, diduga sakit hati dengan keluarga korban.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Imanuddin ketika menjelaskan motif kedua pelaku membunuh dan membakar jasad korban.

"Iya, motif sakit hati terhadap korban dan keluarga," kata Iman melalui pesan singkat, Minggu (11/7/2021).

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Tangerang Selatan AKP Angga Surya Saputra menjelaskan, satu pelaku berinisial DS merupakan mantan pacar korban.

Baca juga: Pembunuh yang Bakar Perempuan di Cisauk Ditangkap, Salah Satu Pelaku Mantan Pacar Korban

Kepada penyidik, DS mengaku sakit hati karena lamarannya ditolak oleh keluarga korban saat masih menjalin hubungan.

"Tersangka ini pernah menjalin hubungan dengan korban. Pada saat melamar, tersangma dan keluargang ditolak keluarga korban," lata Angga.

Sebelumnya, polisi menangkap dua terduga pelaku pembunuhan seorang perempuan yang jenazahnya hangus terbakar di Desa Suradita, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang.

Baca juga: Mayat Hangus Ditemukan di Kebun Warga Cisauk, Diduga Korban Pembunuhan

Pelaku berjumlah dua orang, yakni DS (20) dan US (42).

"Sudah tertangkap dua orang, laki-laki. Inisial DS alias E (20) dan US alias U (42)," ujar Iman. 

Kedua pelaku saaat ini sudah berada di Mapolres Tangerang Selatan untuk diperiksa lebih lanjut.

Baca juga: Serba-Serbi STRP: Fungsi, Cara Membuat, dan Siapa yang Berhak Menggunakan

Setelah itu, pihaknya akan melakukan rekonstruksi dugaan pembunuhan yang dilakukannya terhadap seorang perempuan.

Adapun penangkapan kedua pelaku berawal dari penemuan sesosok jenazah dengan kondisi hangus terbakar oleh Warga Desa Suradita, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang.

Dalam video yang didapatkan Kompas.com, terlihat sesosok mayat hangus di kebun singkong milik warga.

Mayat tersebut ditemukan di kawasan RT 04 RW 01 Desa Suradita, Kecamatan Cisauk.

Dalam keterangan video tertulis bahwa jasad tersebut diduga merupakan korban pembunuh.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Heboh, Eskalator di Stasiun Manggarai Tiba-tiba Berbalik Arah

Heboh, Eskalator di Stasiun Manggarai Tiba-tiba Berbalik Arah

Megapolitan
Jadwal dan Lokasi Beras Murah di Tangerang dan Bekasi Februari 2024

Jadwal dan Lokasi Beras Murah di Tangerang dan Bekasi Februari 2024

Megapolitan
Bacakan Duplik, Polda Metro Kembali Minta Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Aiman

Bacakan Duplik, Polda Metro Kembali Minta Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Aiman

Megapolitan
Masih Buronnya Enam dari 16 Tahanan Polsek Tanah Abang yang Kabur, Kinerja Kapolsek Dipertanyakan

Masih Buronnya Enam dari 16 Tahanan Polsek Tanah Abang yang Kabur, Kinerja Kapolsek Dipertanyakan

Megapolitan
Zita Anjani Minta Pemerintah Wadahi Minat Siswa Terhadap Teknologi

Zita Anjani Minta Pemerintah Wadahi Minat Siswa Terhadap Teknologi

Megapolitan
Perempuan Terjun dari 'Flyover' Ancol, Polisi: Percobaan Bunuh Diri

Perempuan Terjun dari "Flyover" Ancol, Polisi: Percobaan Bunuh Diri

Megapolitan
Sempat Tak Sadarkan Diri, Perempuan yang Lompat dari 'Flyover' Ancol Sudah Siuman

Sempat Tak Sadarkan Diri, Perempuan yang Lompat dari "Flyover" Ancol Sudah Siuman

Megapolitan
Heru Budi Kenang Sosok Eks Sekda DKI Fadjar Panjaitan: Selama Berkarier Pribadinya Baik

Heru Budi Kenang Sosok Eks Sekda DKI Fadjar Panjaitan: Selama Berkarier Pribadinya Baik

Megapolitan
Polisi Tangkap 8 Tahanan Kabur dari Polsek Tanah Abang, 6 Masih Buron

Polisi Tangkap 8 Tahanan Kabur dari Polsek Tanah Abang, 6 Masih Buron

Megapolitan
Belum Dapat Bantuan Pemerintah, Warga Gang Barjo Andalkan Uang Donasi Perbaiki Fasum yang Rusak akibat Longsor

Belum Dapat Bantuan Pemerintah, Warga Gang Barjo Andalkan Uang Donasi Perbaiki Fasum yang Rusak akibat Longsor

Megapolitan
Pembebasan Lahan Terdampak Longsor di Bogor Tak Jelas, Nasib Warga 'Digantung'

Pembebasan Lahan Terdampak Longsor di Bogor Tak Jelas, Nasib Warga "Digantung"

Megapolitan
Heru Budi: Selama Menjadi Sekda DKI, Fadjar Panjaitan Dikenang sebagai Pribadi yang Baik

Heru Budi: Selama Menjadi Sekda DKI, Fadjar Panjaitan Dikenang sebagai Pribadi yang Baik

Megapolitan
Aiman Witjaksono Hadirkan Ahli Hukum Pidana dan Pers di Sidang Praperadilan

Aiman Witjaksono Hadirkan Ahli Hukum Pidana dan Pers di Sidang Praperadilan

Megapolitan
Aiman Witjaksono Bawa Tiga Bukti di Sidang Praperadilan Hari Ini

Aiman Witjaksono Bawa Tiga Bukti di Sidang Praperadilan Hari Ini

Megapolitan
Operasi Pasar Murah di Bekasi Membeludak, Pj Wali Kota: Ada Keterlambatan Datangnya Pasokan

Operasi Pasar Murah di Bekasi Membeludak, Pj Wali Kota: Ada Keterlambatan Datangnya Pasokan

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com