Kompas.com - 12/07/2021, 05:06 WIB
Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja meninggal dunia pada Minggu (11/7/2021) setelah berjuang melawan Covid-19. Dia terkonfirmasi positif dan mulai menjalani perawatan di rumah sakit pada 1 Juli 2021. Dok. Pemkab BekasiBupati Bekasi Eka Supria Atmaja meninggal dunia pada Minggu (11/7/2021) setelah berjuang melawan Covid-19. Dia terkonfirmasi positif dan mulai menjalani perawatan di rumah sakit pada 1 Juli 2021.
Penulis Djati Waluyo
|

BEKASI, KOMPAS.com - Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja meninggal dunia setelah berjuang melawan Covid -19 pada Minggu (11/7/2021).

Bupati sempat menjalani perawatan selama 10 hari di dua rumah sakit, yakni di RS Permata Bekasi dan Rumah Sakit Siloam, Kelapa Dua, Tangerang.

Perawatan dilakukan di Tangerang setelah Sang Bupati tak mendapat ruang ICU di wilayahnya sendiri yang penuh dengan pasien. 

Baca juga: Bupati Bekasi Meninggal Dunia setelah 10 Hari Dirawat karena Covid-19


Setelah dipindah menuju Rumah Sakit Siloam, kondisinya sempat membaik, tetapi takdir berkata lain.

Berikut kronologi kondisi kesehatan Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja dari mulai terkonfirmasi Covid-19 hingga meninggal dunia.

Baca juga: Profil Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja yang Meninggal karena Covid-19, Putra Asli Daerah Berjuang dari Bawah

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

26 Juni 2021

Kegiatan terakhir Bupati Eka yang dipublikasikan oleh Pemkab Bekasi tercatat dilakukan pada 26 Juni. Saat itu, Eka membuka Pelatihan Penanganan Pemulasaraan Jenazah Covid-19 yang dilaksanakan secara virtual.

Dalam pelatihan ini, ia mengajak relawan dan semua lapisan masyarakat untuk membantu pemerintah dalam menangani Covid-19. 

Setelah acara itu, praktis kegiatan Eka tak lagi terpublikasi. Pemkab Bekasi hanya menampilkan Plh Sekda hingga perwakilan-perwakilan OPD dalam setiap acara sebagai pengganti Eka.

Baca juga: Tidak Dapat ICU di Wilayahnya, Bupati Bekasi Dirawat di Tangerang

1 Juli 2021

Bupati Bekasi terkonfirmasi positif Covid -19. Awalnya, kondisi kesehatan Eka turun dan dicek trombositnya sempat drop. Dokter di RS Permata Bekasi pun menduga Eka terkena demam berdarah.

Namun, setelah dilakukan swab antigen, ternyata hasilnya reaktif. Eka pun menjalani pemeriksaan PCR dan terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca juga: Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja Positif Covid-19, Saat Ini Dirawat di ICU

5 Juli 2021

Pemkab Bekasi secara resmi mengumumkan kondisi kesehatan Bupati Eka melalui laman sosial media Twitter, @pemkabbekasi. Berikut isi pernyataan resmi tersebut:

"Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja terkonfirmasi Positif Covid-19. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Sri Enny Mainarti. Ia mengatakan bahwa berdasarkan hasil Swab PCR pada Kamis (1/7), Bupati Eka dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19," demikian yang tertulis dalam akun Twitter, @pemkabbekasi.

"Enny juga menyampaikan bahwa Bupati Bekasi kini sedang dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Siloam Kelapa Dua Tangerang, sejak Minggu (4/7) pagi."

"Saat ini Bapak Bupati dalam kondisi cukup stabil, kondisi jantung dan tekanan darah normal namun karena beliau ada komorbid jadi harus dilakukan perawatan di Ruang ICU," ungkapnya.

"Warganet, mari sama-sama kita doakan untuk kesembuhan Bupati Bekasi
@ekasupriatmaja, ya. Agar beliau dapat beraktivitas dan melayani masyarakat Kabupaten Bekasi tercinta."

Dalam pesan singkat yang diterima Kompas.com, Enny mengungkapkan bahwa Bupati Eka memiliki komorbid hipertensi. Saturasi oksigen Eka juga sempat turun sehingga harus mendapat perawatan intensif ruang ICU.

Baca juga: Positif Covid-19 dan Masuk ICU, Bupati Bekasi Punya Riwayat Komorbid


6 Juli 2021

Bupati Eka dipindah ke Rumah Sakit Siloam, Kelapa Dua, Tangerang, karena tidak mendapatkan ICU di rumah sakit sekitar Kabupaten Bekasi. Hal ini dibenarkan Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah kepada Kompas.com, Jumat (9/7/2021).

11 Juli 2021

Bupati Bekasi Eka dikabarkan meninggal dunia pada pukul 21.30 WIB ketika sedang dirawat di Rumah Sakit Siloam.

Kepala Sub-Bagian Komunikasi Pimpinan pada Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Bekasi Ramdhan Nurul Ikhsan membenarkan informasi mengenai Bupati Bekasi meninggal dunia.

"Betul sekitar pukul 21.30 WIB," ujar Ramadhan saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (11/7/2021).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Pemkab Bekasi (@pemkabbekasi)

 



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Dalam Kota, Berawal dari Pindah Lajur

3 Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Dalam Kota, Berawal dari Pindah Lajur

Megapolitan
Kasus Penembakan di Tangerang, Polisi Sebut Tak Ada Saksi yang Lihat Langsung Kejadian

Kasus Penembakan di Tangerang, Polisi Sebut Tak Ada Saksi yang Lihat Langsung Kejadian

Megapolitan
Crowd Free Night di Tangsel Akhir Pekan Ini, Kendaraan yang Melintas Diputar Balik

Crowd Free Night di Tangsel Akhir Pekan Ini, Kendaraan yang Melintas Diputar Balik

Megapolitan
Aksi Tukang Tambal Ban Cari Untung, Tebar Ranjau Paku lalu Naikkan Harga Ban Dalam Motor 3 Kali Lipat

Aksi Tukang Tambal Ban Cari Untung, Tebar Ranjau Paku lalu Naikkan Harga Ban Dalam Motor 3 Kali Lipat

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 di 3 Kelurahan di Jakut Capai 80 Persen Lebih

Vaksinasi Covid-19 di 3 Kelurahan di Jakut Capai 80 Persen Lebih

Megapolitan
Penyelundupan Benih Lobster ke Singapura, Dimasukkan Koper untuk Kelabui Petugas tapi Berhasil Digagalkan

Penyelundupan Benih Lobster ke Singapura, Dimasukkan Koper untuk Kelabui Petugas tapi Berhasil Digagalkan

Megapolitan
Bukan Klaster Sekolah, Ini Penjelasan Dinkes DKI soal 2 Siswa SDN 03 Klender Positif Covid-19

Bukan Klaster Sekolah, Ini Penjelasan Dinkes DKI soal 2 Siswa SDN 03 Klender Positif Covid-19

Megapolitan
Ketika Anggota TNI AD Tewas Ditusuk karena Lerai Pertikaian di Depok...

Ketika Anggota TNI AD Tewas Ditusuk karena Lerai Pertikaian di Depok...

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Sebagian Jakarta Diguyur Hujan

Prakiraan Cuaca Hari Ini: Sebagian Jakarta Diguyur Hujan

Megapolitan
Total 1.509 Sekolah di Jakarta Gelar PTM Terbatas Mulai Senin Pekan Depan

Total 1.509 Sekolah di Jakarta Gelar PTM Terbatas Mulai Senin Pekan Depan

Megapolitan
Remaja yang Tenggelam di Kali Teluk Gong Ditemukan Tewas

Remaja yang Tenggelam di Kali Teluk Gong Ditemukan Tewas

Megapolitan
15 Persen Remaja Usia 12-18 Tahun di Jakarta Belum Divaksinasi Covid-19

15 Persen Remaja Usia 12-18 Tahun di Jakarta Belum Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
P2G Kritik Pemprov DKI yang Tak Cek Langsung Kelayakan Sekolah Gelar PTM

P2G Kritik Pemprov DKI yang Tak Cek Langsung Kelayakan Sekolah Gelar PTM

Megapolitan
Masuk ke Lapas Tangerang, Eks Mensos Juliari Ditempatkan di Sel Masa Pengenalan Lingkungan

Masuk ke Lapas Tangerang, Eks Mensos Juliari Ditempatkan di Sel Masa Pengenalan Lingkungan

Megapolitan
Wagub DKI Minta Pengusaha Karaoke Sabar Tunggu Izin Beroperasi

Wagub DKI Minta Pengusaha Karaoke Sabar Tunggu Izin Beroperasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.