Profil Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja yang Meninggal karena Covid-19, Putra Asli Daerah Berjuang dari Bawah

Kompas.com - 12/07/2021, 08:55 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat melantik Eka Supria Atmaja sebagai Bupati Bekasi definitif menggantikan Neneng Hasanah Yasin di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (12/6/2019). Dokumentasi Humas Pemprov JabarGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat melantik Eka Supria Atmaja sebagai Bupati Bekasi definitif menggantikan Neneng Hasanah Yasin di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (12/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja meninggal dunia saat menjalani perawatan Covid-19 di Rumah Sakit Siloam, Kelapa Dua, Tangerang, Banten, pada Minggu (11/7/2021).

Sebelum dirawat di RS Siloam di Tangerang, Eka sempat kesulitan mendapatkan kamar perawatan di wilayah kepemimpinannya sendiri. Saat itu, ICU di Kabupaten Bekasi sudah penuh.

Setelah dirawat selama lebih kurang 10 hari, pria yang memiliki riwayat penyakit jantung itu akhirnya meninggal dunia pada Minggu malam sekitar pukul 21.30 WIB.

Baca juga: Bupati Bekasi Meninggal Dunia Setelah 10 Hari Dirawat karena Covid-19

Profil Eka

Dilansir bangeka.org, Eka Supria Atmaja atau biasa dipanggil Bang Eka merupakan Bupati Bekasi asli putra daerah yang berasal dari Desa Waluya.

Pria kelahiran Bekasi, 9 Februari 1973, ini menempuh pendidikan di SD Lemah Abang, SMP 2 Cikarang, SMA Cikarang, lalu kemudian meneruskan kuliah di Universitas Borobudur, Jakarta.

Kiprah Eka di pemerintahan dimulai ketika ia menjabat sebagai Kepala Desa Waluya selama dua periode, yakni pada 2001-2006 dan 2006-2012.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kronologi Meninggalnya Bupati Bekasi karena Covid-19, Sempat Tak Kebagian ICU

Kemudian pada tahun 2014, ia mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Kabupaten Bekasi dan terpilih untuk menduduki jabatan sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bekasi untuk periode 2014-2017.

Setelahnya, Eka diberi mandat untuk maju pada Pilkada Kabupaten Bekasi, menjadi Wakil Bupati mendampingi Neneng Hassanah Yasin.

Pada 2018, Neneng ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan ditetapkan sebagai tersangka terkait pengurusan perizinan pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi.

Baca juga: Bupati Bekasi Meninggal karena Covid-19, Ridwan Kamil hingga Anies Sampaikan Belasungkawa

Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mayat Seorang Pria Ditemukan Mengapung di Bendungan ATR Bekasi

Mayat Seorang Pria Ditemukan Mengapung di Bendungan ATR Bekasi

Megapolitan
Viral, Video Anak Kecil Curi Uang dari Kotak Amal di Kalideres

Viral, Video Anak Kecil Curi Uang dari Kotak Amal di Kalideres

Megapolitan
Update 27 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 285 Kasus Baru Covid-19

Update 27 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 285 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Sepekan Terakhir, 78.236 KK di Kota Tangerang Terima BST dari Kemensos

Sepekan Terakhir, 78.236 KK di Kota Tangerang Terima BST dari Kemensos

Megapolitan
Pendaftaran Penerima Dana Gerakan 'Bagi Rata' Akan Dibuka Lagi Senin Depan

Pendaftaran Penerima Dana Gerakan 'Bagi Rata' Akan Dibuka Lagi Senin Depan

Megapolitan
Polisi Temukan Benda yang Dipakai Dalam Pembunuhan di Jagakarsa

Polisi Temukan Benda yang Dipakai Dalam Pembunuhan di Jagakarsa

Megapolitan
Polisi Akan Periksa Hotel RedDoorz Setelah Digerebek Terkait Kerumunan

Polisi Akan Periksa Hotel RedDoorz Setelah Digerebek Terkait Kerumunan

Megapolitan
Wagub DKI: Soal Waktu Makan Maksimal 20 Menit, Tak Mungkin Kami Tempatkan Petugas di Warteg

Wagub DKI: Soal Waktu Makan Maksimal 20 Menit, Tak Mungkin Kami Tempatkan Petugas di Warteg

Megapolitan
Seorang Suami Diduga Bunuh Istrinya di Jagakarsa, Jakarta Selatan

Seorang Suami Diduga Bunuh Istrinya di Jagakarsa, Jakarta Selatan

Megapolitan
Ombudsman Kritik Penerapan PPKM Level 4 di Kota Tangerang, 2 Posko Penyekatan Kosong Tanpa Polisi

Ombudsman Kritik Penerapan PPKM Level 4 di Kota Tangerang, 2 Posko Penyekatan Kosong Tanpa Polisi

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Pemalsu Surat Hasil Tes Swab PCR di Jakarta Selatan

Polisi Tangkap 2 Pemalsu Surat Hasil Tes Swab PCR di Jakarta Selatan

Megapolitan
Tangsel Catat 7.323 Pasien Covid-19 Masih Dirawat, Terbanyak Selama Pandemi

Tangsel Catat 7.323 Pasien Covid-19 Masih Dirawat, Terbanyak Selama Pandemi

Megapolitan
7 Perusahaan di Jakbar Ditutup karena Wajibkan Karyawan Masuk Kantor padahal Bukan Sektor Esensial

7 Perusahaan di Jakbar Ditutup karena Wajibkan Karyawan Masuk Kantor padahal Bukan Sektor Esensial

Megapolitan
Anies Optimistis Jakarta Lampaui Target Vaksinasi Covid-19 yang Ditetapkan Jokowi

Anies Optimistis Jakarta Lampaui Target Vaksinasi Covid-19 yang Ditetapkan Jokowi

Megapolitan
Mendagri Minta Wali Kota Tangsel Segara Pahami Penanggulangan Covid-19

Mendagri Minta Wali Kota Tangsel Segara Pahami Penanggulangan Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X