Kompas.com - 13/07/2021, 10:08 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan peninjauan tenda darurat di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, Senin (28/06/2021). ANTARA/Dokumentasi PribadiGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan peninjauan tenda darurat di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, Senin (28/06/2021).
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan di Jakarta Pusat, Dian Ekowati, menyatakan cukup banyak dokter di rumah sakitnya yang sedang tertular Covid-19. Hal itu membuat RSUD Tarakan kekurangan tenaga dokter. Dampaknya, tenda darurat yang telah didirikan untuk dijadikan rumah sakit lapangan belum bisa beroperasi.

"Dokternya (yang tertular Covid-19) kan ada yang dirawat, ada yang sedang isolasi mandiri juga," kata Dian, Selasa (13/7/2021).

Dian menyebutkan, saat ini setidaknya ada dua dokter di RSUD Tarakan yang menjalani perawatan akibat tertular Covid-19. Sementara jumlah dokter yang tengah menjalani isolasi mandiri juga cukup banyak.

"Yang sedang Isolasi mandiri saya enggak hapal ya (jumlahnya)," kata dia.

Baca juga: Kekurangan Dokter, Dua Tenda Darurat di RSUD Tarakan Belum Beroperasi

RSUD Tarakan juga masih kekurangan dokter relawan. Karena itu, RSUD Tarakan masih berupaya untuk merekrut tambahan lima dokter relawan lagi untuk bertugas di tenda darurat.

"Ia harus penambahan dokter relawan untuk menjalankan rumah sakit lapangan. Masih kurang lima orang," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tenda darurat itu sudah didirikan di lahan SDN 02 Cideng, yang terletak persis di samping RSUD Tarakan. Tenda darurat itu bisa menampung hingga 30 pasien.

"Tapi belum bisa (beroperasi) kalau dokternya belum cukup," kata dia.

Saat ini, menurut dia, pasien Covid-19 yang tak mendapatkan kamar perawatan terpaksa harus mengantre di bed Instalasi Gawat Darurat.

Dian sebelumnya mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan 250 tempat tidur bagi pasien Covid-19 sejak lonjakan kasus awal Juni lalu. Meski demikian, jumlah pasien yang masuk ke RS jauh lebih besar dari itu.

Baca juga: RSUD Tarakan Melebihi Kapasitas, Banyak Pasien Tertahan di IGD

"Pasien yang masuk jumlahnya bisa mencapai 350-400 sehingga sebagian besar masih tertahan di IGD," kata dia.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Begal Ojol di Bintaro Ditangkap, Pelaku Lain Masih Buron

4 Begal Ojol di Bintaro Ditangkap, Pelaku Lain Masih Buron

Megapolitan
LPSK Datangi Rumah Korban Pelecehan Seksual di KPI, Kuasa Hukum Sebut Semoga Itu Bisa Jadi Obat Penenang

LPSK Datangi Rumah Korban Pelecehan Seksual di KPI, Kuasa Hukum Sebut Semoga Itu Bisa Jadi Obat Penenang

Megapolitan
Tiang di Tengah Jalan WR Supratman Ciputat Belum Juga Direlokasi hingga Tenggat Waktu Hari Ini

Tiang di Tengah Jalan WR Supratman Ciputat Belum Juga Direlokasi hingga Tenggat Waktu Hari Ini

Megapolitan
Video Dugaan Pungli oleh Tukang Parkir di Pasar Induk Kramatjati Viral

Video Dugaan Pungli oleh Tukang Parkir di Pasar Induk Kramatjati Viral

Megapolitan
Lapangan Utama Jakarta International Stadium Mulai Dipasangi Rumput Hybrid

Lapangan Utama Jakarta International Stadium Mulai Dipasangi Rumput Hybrid

Megapolitan
Banggakan Penanganan Covid-19 di Indonesia, Anies: Dunia Tercengang

Banggakan Penanganan Covid-19 di Indonesia, Anies: Dunia Tercengang

Megapolitan
Polda Metro Jaya Catat 1,9 Juta Pelanggaran Lalu Lintas di Jakarta Sepanjang 2020

Polda Metro Jaya Catat 1,9 Juta Pelanggaran Lalu Lintas di Jakarta Sepanjang 2020

Megapolitan
Ketahuan Curi Motor di Warakas, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Ketahuan Curi Motor di Warakas, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Megapolitan
Polda Metro Tak Gelar Razia di Jalan Saat Operasi Patuh Jaya karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Polda Metro Tak Gelar Razia di Jalan Saat Operasi Patuh Jaya karena Bisa Timbulkan Kerumunan

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya 2021, Pengguna Knalpot Bising hingga Pebalap Liar Akan Ditindak

Operasi Patuh Jaya 2021, Pengguna Knalpot Bising hingga Pebalap Liar Akan Ditindak

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya Digelar sampai 3 Oktober 2021, Sasar Pelanggar Lalu Lintas hingga Protokol Kesehatan

Operasi Patuh Jaya Digelar sampai 3 Oktober 2021, Sasar Pelanggar Lalu Lintas hingga Protokol Kesehatan

Megapolitan
GOR Rorotan Berganti Nama Jadi GOR Sekda Saefullah, Anies Bagikan Momen Bersama Mendiang

GOR Rorotan Berganti Nama Jadi GOR Sekda Saefullah, Anies Bagikan Momen Bersama Mendiang

Megapolitan
Kafe hingga Tempat Karaoke di Cakung Disegel karena Langgar Aturan PPKM

Kafe hingga Tempat Karaoke di Cakung Disegel karena Langgar Aturan PPKM

Megapolitan
Kasus Penembakan di Pinang, Polisi Periksa Lima Saksi

Kasus Penembakan di Pinang, Polisi Periksa Lima Saksi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Commitment Fee Formula E Mahal | Pria Gantung Diri saat Live di TikTok

[POPULER JABODETABEK] Commitment Fee Formula E Mahal | Pria Gantung Diri saat Live di TikTok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.