Kompas.com - 14/07/2021, 10:15 WIB
Petugas PPSU Duri Pulo, Angga memberikan donasi kepada Mulyadi, ayah Kenzi, untuk membelikan susu khusus bayi penderita epilepsi intraktabel pada Senin (12/7/2021). TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINASPetugas PPSU Duri Pulo, Angga memberikan donasi kepada Mulyadi, ayah Kenzi, untuk membelikan susu khusus bayi penderita epilepsi intraktabel pada Senin (12/7/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang bayi bernama Muhammad Dwi Pradipta Mario Kenzi di Penjaringan, Jakarta Utara, mengidap penyakit epilepsi dan mikrosefalus.

Kenzi kini berusia 1 tahun lima bulan . Ia anak kedua dari seorang petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Mulyadi (39) dan istrinya, Ima (37).

Mereka tinggal di rumah kontrakan kecil yang berdekat dengan menara listrik bertenaga tinggi di permukiman padat penduduk di Jalan Bandengan Utara, Kampung Baru Kubur Koja, Penjaringan, Jakarta Utara.

TribunJakarta.com melaporkan, berdasarkan keterangan Ima, Kenzi dari lahir hingga saat ini harus bergantung pada susu medis khusus.

Baca juga: Petugas PPSU Galang Dana untuk Bantu Anak Penderita Epilepsi di Penjaringan

Kenzi lahir pada 11 Maret 2020, di Rumah Sakit Atma Jaya, Penjaringan, Jakarta Utara.

Saat itu, Kenzi harus mendapat perawatan di ICU karena sempat mengalami pendarahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kenzi sempat masuk ke ICU karena kepalanya sempat ada pendarahan dan sempat tidak menangis juga. Tapi saat itu belum diagnosis mikrosefalus dan epilepsi," kata Ima kepada TribunJakarta.com pada Selasa (13/7/2021).

Setelah itu, lanjut Ima, Kenzi mengalami kejang dan perlu bantuan alat untuk bernapas.

Bayi Kenzi harus dipasangkan selang urine kateter untuk memudahkannya buang air kecil.

"Setelah dua minggu dirawat, Kenzi dibawa pulang. Namun, ia kembali kejang ketika memasuki usia 6 bulan," lanjut Ima.

Melihat kondisi putranya yang tak kunjung membaik, Ima dan Mulyadi membawa lagi Kenzi ke Rumah Sakit Atma Jaya.

Setelah dirawat selama 10 hari, belum ada perkembangan yang berarti hingga Kenzi dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

"Di sana, Kenzi di-EEG atau rekam otak. Didiagnosa menderita epilepsi intraktabel dan mikrosefalus. Lingkar kepalanya mengecil jadi tidak seperti anak-anak normal," kata  Ima.

Sejumlah petugas PPSU menyambangi kediaman Kenzi dan memberikan bantuan enam kaleng susu khusus dan donasi kepada Kenzi sebelum lebaran.   TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS Sejumlah petugas PPSU menyambangi kediaman Kenzi dan memberikan bantuan enam kaleng susu khusus dan donasi kepada Kenzi sebelum lebaran.

Meski syok mendengar hal itu, Ima dan Mulyadi berjanji akan tetap merawat dan menjaga Kenzi.

Sejumlah teman Mulyadi, sesama petugas PPSU, bersimpati dengan kondisi Kenzi. Mereka lalu menggalang dana untuk membantu Mulyadi mencukupi kebutuhan susu Kenzi yang terbilang mahal dan sulit didapatkan.

Berita ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Petugas PPSU se-DKI Galang Dana untuk Beli Susu Khusus Anak Penderita Epilepsi di Penjaringan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjil Genap di Jalan Sudirman, Thamrin, Rasuna Said Hanya Berlaku Senin-Jumat

Ganjil Genap di Jalan Sudirman, Thamrin, Rasuna Said Hanya Berlaku Senin-Jumat

Megapolitan
Transjakarta Rute Stasiun Manggarai-UI Depok Kembali Beroperasi

Transjakarta Rute Stasiun Manggarai-UI Depok Kembali Beroperasi

Megapolitan
Satu Keluarga Jadi Korban Tabrak Lari di Kemayoran, Korban Alami Luka-luka

Satu Keluarga Jadi Korban Tabrak Lari di Kemayoran, Korban Alami Luka-luka

Megapolitan
Mulai Hari Ini, Ganjil Genap di Jakarta Berlaku Pukul 06.00-10.00 dan 16.00-20.00 WIB

Mulai Hari Ini, Ganjil Genap di Jakarta Berlaku Pukul 06.00-10.00 dan 16.00-20.00 WIB

Megapolitan
Perempuan di Cipete Selatan Dijambret Saat Sapu Halaman, Kalung Emas 8 Gram Raib

Perempuan di Cipete Selatan Dijambret Saat Sapu Halaman, Kalung Emas 8 Gram Raib

Megapolitan
Mobil Grand Livina Terbakar di Jalan TB Simatupang, Pengemudi Alami Luka Bakar Ringan

Mobil Grand Livina Terbakar di Jalan TB Simatupang, Pengemudi Alami Luka Bakar Ringan

Megapolitan
UPDATE 17 Oktober: Bertambah 2 Kasus Covid-19 dan 7 Pasien Sembuh di Tangerang

UPDATE 17 Oktober: Bertambah 2 Kasus Covid-19 dan 7 Pasien Sembuh di Tangerang

Megapolitan
Minimarket di Condet Ambruk, Satu Orang Patah Tulang

Minimarket di Condet Ambruk, Satu Orang Patah Tulang

Megapolitan
Wagub DKI Singgung Masalah Listrik dan Puntung Rokok Penyebab Kebakaran di Ibu Kota

Wagub DKI Singgung Masalah Listrik dan Puntung Rokok Penyebab Kebakaran di Ibu Kota

Megapolitan
UPDATE 17 Oktober: Bertambah 8 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 17 Oktober: Bertambah 8 Kasus Covid-19 dan 3 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
UPDATE 17 Oktober: DKI Jakarta Catat Penambahan 131 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 17 Oktober: DKI Jakarta Catat Penambahan 131 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Wagub: Ruang Terbuka Hijau di DKI Jakarta Segera Dibuka

Wagub: Ruang Terbuka Hijau di DKI Jakarta Segera Dibuka

Megapolitan
Bermula Request Lagu lalu Cekcok, 3 Pengunjung Bar Dikeroyok Sekuriti di Gading Serpong

Bermula Request Lagu lalu Cekcok, 3 Pengunjung Bar Dikeroyok Sekuriti di Gading Serpong

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Pengeroyok Pria yang Tewas di Gunung Antang, Jaktim

Polisi Tangkap 2 Pengeroyok Pria yang Tewas di Gunung Antang, Jaktim

Megapolitan
Update 17 Oktober: Ada 18.388 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Update 17 Oktober: Ada 18.388 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.