Anies: Perusahaan Non-esensial dan Non-kritikal yang WFO adalah Penyumbang Tingginya Kasus Covid-19 di Jakarta

Kompas.com - 16/07/2021, 07:57 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan geram dengan perusahaan Ray White Indonesia yang berkantor di Sahid Sudirman Centre, Jakarta Pusat lantaran memaksa karyawan masuk kantor di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, Selasa (6/7/2021). Tangkapan Layar Instagram @aniesbaswedanGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan geram dengan perusahaan Ray White Indonesia yang berkantor di Sahid Sudirman Centre, Jakarta Pusat lantaran memaksa karyawan masuk kantor di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, Selasa (6/7/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut, perusahaan non esensial dan non kritikal yang tetap meminta karyawannya work from office (WFO) adalah penyumbang penambahan kasus Covid-19 di Ibu Kota.

Padahal, selama PPKM darurat 3-20 Juli, para pekerja di sektor non esensial dan non kritikal diminta bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

"Saya minta kepada non esensial dan kritikal kalau anda tetap menugaskan karyawannya bekerja, maka anda termasuk penyumbang penambahan kasus Covid di Jakarta," kata Anies, Kamis (15/7/2021) dilansir dari Tribun Jakarta.

Baca juga: Data BPS: Sekitar 500.000 Warga di Jakarta Jatuh Ke Lembah Kemiskinan

Anies juga menyinggung para pemimpin perusahaan yang memilih bekerja dari rumah, tetapi tetap meminta karyawannya datang ke kantor.

"Jangan sampai karyawan yang sesungguhnya bisa bekerja dari rumah, tetapi kebijakan perusahaan mengharuskan mereka bekerja di kantor, sehingga terjadilah mobilitas yang tetap tinggi, terjadilah potensi penularan," ujar Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga mengatakan, memaksa karyawan untuk bekerja dari kantor merupakan perbuatan yang tidak bertanggung jawab.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Itu adalah orang-orang yang tidak bertanggungjawab, tidak bermoral," kata Anies.

"Dalam situasi seperti sekarang tunjukan bahwa kita menjunjung tinggi keselamatan sesama manusia, apalagi itu karyawannya," tambahnya.

Untuk diketahui, per Kamis kemarin, tercatat penambahan 12.691 kasus baru di Ibu Kota. Sebanyak 13 persen di antaranya merupakan anak-anak.

Baca juga: Anies Keluarkan Kepgub, Sediakan Tempat Isolasi Terkendali di Jakarta Kapasitas 26.134 Orang

 

Rinciannya, 1.481 kasus adalah anak usia 6-18 tahun dan 412 kasus anak usia 0-5 tahun. Sedangkan 9.609 kasus adalah usia 19-59 tahun dan 1.189 kasus adalah usia 60 tahun ke atas.

Dengan penambahan kasus itu, angka kumulatif kasus Covid-19 di Jakarta mencapai 714.601 kasus.

Pasien sembuh bertambah 3.026 orang dibandingkan kemarin. Dengan demikian, total pasien sembuh di Jakarta kini 595.582 orang.

Kemudian kasus aktif bertambah 9.525 pasien menjadi 109.276 pasien. Korban meninggal dunia juga meningkat. Tercatat dalam 24 jam terakhir ada 140 pasien meninggal akibat Covid-19.

Total korban jiwa akibat Covid-19 di Jakarta kini 9.743 orang.

Baca juga: Desakan pada Anies untuk Tarik Kembali Uang Formula E yang Terancam Batal demi Penanganan Covid-19

 

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Gubernur Anies: Perusahan Non Esensial dan Kritikal Penyumbang Kasus Covid-19

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Pemuda Bawa Celurit Sambil Teriak 'Paket' di Cibubur, Ketua RT: Untung Warga Enggak Terpancing

Sejumlah Pemuda Bawa Celurit Sambil Teriak "Paket" di Cibubur, Ketua RT: Untung Warga Enggak Terpancing

Megapolitan
Polisi Tetapkan 5 Tersangka Bentrokan Ormas PP-FBR di Ciledug

Polisi Tetapkan 5 Tersangka Bentrokan Ormas PP-FBR di Ciledug

Megapolitan
Bentrokan Antar-ormas Kerap Terjadi di Ciledug, Polisi: Sudah Jadi Kebiasaan Mereka

Bentrokan Antar-ormas Kerap Terjadi di Ciledug, Polisi: Sudah Jadi Kebiasaan Mereka

Megapolitan
RS Polri Akan Periksa Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Besok

RS Polri Akan Periksa Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Besok

Megapolitan
Seorang Perempuan Tewas Tertabrak KRL di Klender

Seorang Perempuan Tewas Tertabrak KRL di Klender

Megapolitan
Rombongan Pemuda Bawa Senjata Tajam Sambil Teriak 'Paket' di Cibubur

Rombongan Pemuda Bawa Senjata Tajam Sambil Teriak "Paket" di Cibubur

Megapolitan
Diduga Kaget karena Letusan Ban, Seorang Pemuda Jatuh dan Tenggelam di Pelabuhan Sunda Kelapa

Diduga Kaget karena Letusan Ban, Seorang Pemuda Jatuh dan Tenggelam di Pelabuhan Sunda Kelapa

Megapolitan
Sopir Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR Tak Ditahan Polisi

Sopir Mercy yang Lawan Arah di Tol JORR Tak Ditahan Polisi

Megapolitan
Gas Bocor, 4 Kios di Duren Sawit Hangus Terbakar

Gas Bocor, 4 Kios di Duren Sawit Hangus Terbakar

Megapolitan
Mercy Lawan Arah di Tol JORR, Sopir Diduga Alami Demensia

Mercy Lawan Arah di Tol JORR, Sopir Diduga Alami Demensia

Megapolitan
Diduga Lecehkan Agama, Pria di Bekasi Diamankan Polisi

Diduga Lecehkan Agama, Pria di Bekasi Diamankan Polisi

Megapolitan
Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Mencapai 64,3 Persen

Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Tangsel Mencapai 64,3 Persen

Megapolitan
UPDATE 27 November: DKI Jakarta Catat Penambahan 54 Kasus Covid-19

UPDATE 27 November: DKI Jakarta Catat Penambahan 54 Kasus Covid-19

Megapolitan
Kampung Boncos Digerebek, 18 Pengguna Sabu Ditangkap

Kampung Boncos Digerebek, 18 Pengguna Sabu Ditangkap

Megapolitan
Tiga Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Ditangkap Polisi

Tiga Pelaku Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Ditangkap Polisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.