Kompas.com - 16/07/2021, 19:24 WIB
Tangkapan layar akun @cengkarengnews kemacetan di Jalan Daan Mogot imbas penutupan Fly Over Pesing Instagram.com/@cengkarengnewsTangkapan layar akun @cengkarengnews kemacetan di Jalan Daan Mogot imbas penutupan Fly Over Pesing

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyatakan bahwa mobilitas masyarkat di Jakarta sudah mengalami penurunan.

Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil evaluasi sementara penyekatan 100 titik di Jakarta dan sekitaranya yang telah berlangsung selama dua hari atau sejak Kamis (15/7/2021).

"Menyangkut masalah penyekatan yang berlangsung dua hari setelah 100 titik yang kita lakukan penyekatan, dibandingkan hari kemarin, sekarang sudah cukup landai," kata Yusri kepada wartawan, Jumat (16/7/2021).

Baca juga: Korlantas Polri Perluas Pos Penyekatan PPKM Darurat Jadi 1.038 Titik

Yusri mengegaskan, setidaknya mobilitas masyarakat berkurang 40 hingga 50 persen. Persentase penurunan mobilitas masyarakat itu merupakan angka yang ditargetkan dari penyekatan selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarkat (PPKM) darurat.

"Kalau kita melihat Googel Basic, traffic yang ada di aplikasi itu, hari ini ada penuruanan sekitar 40 sampai 50 persen," ucap Yusri.

Yusri mengatakan, ada perubahan tingkat mobilitas di 100 titik penyekatan yang berada di kawasan Pesing dan Daan Mogot, Jakarta Barat. Sebelumnya, di titik ini sempat terjadi penumpukan.

Baca juga: Penyekatan Jalan di Flyover Pesing Dipindah ke Depan Pabrik ABC di Daan Mogot

"Kenapa dievaluasi karena melihat situasional yang ada. Karena memang di sana sempat sangat panjang antrean, sehingga (pos penyekatan) dimundurkan untuk mengantisipasi rekayasa lalu lintas," ucap Yusri.

Untuk diketahui, Polda Metro Jaya menambah lokasi penyekatan menjadi 100 titik yang tersebar di beberapa ruas jalan, gerbang tol dalam kota dan wilayah penyangga Ibu Kota.

Penambahan lokasi penyekatan menjadi 100 titik itu telah diberlakukan sejak Kamis (15/7/2021).

Adapun penambahan lokasi penyekatan dikarenakan ada peningkatan mobilitas masyarakat di tengan aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat setelah sepekan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati Hari Bakti Taruna ke-76, Menhan Prabowo Ziarah ke TMP Taruna

Peringati Hari Bakti Taruna ke-76, Menhan Prabowo Ziarah ke TMP Taruna

Megapolitan
PN Depok Lockdown hingga 31 Januari, Lebih dari 60 Persidangan Ditunda

PN Depok Lockdown hingga 31 Januari, Lebih dari 60 Persidangan Ditunda

Megapolitan
Tender Sirkuit Formula E Gagal, Wagub DKI Optimis Tetap Bisa Terselenggara

Tender Sirkuit Formula E Gagal, Wagub DKI Optimis Tetap Bisa Terselenggara

Megapolitan
Banyak Plastik Berisi Sampah di Perbatasan Jaksel, Dibuang Subuh Saat Orang Berangkat Kerja

Banyak Plastik Berisi Sampah di Perbatasan Jaksel, Dibuang Subuh Saat Orang Berangkat Kerja

Megapolitan
Formula E Belum Dapat Sponsor, Jakpro Pakai Dana Talangan untuk Bangun Sirkuit

Formula E Belum Dapat Sponsor, Jakpro Pakai Dana Talangan untuk Bangun Sirkuit

Megapolitan
Pakar Sebut Kemampuan Berpikir Rasional Pengeroyok Kakek 89 Tahun Mengalami Penumpulan

Pakar Sebut Kemampuan Berpikir Rasional Pengeroyok Kakek 89 Tahun Mengalami Penumpulan

Megapolitan
Detik-detik Neira J Kalangi Hirup Udara Bebas, Air Matanya Tumpah di Pelukan Sang Ayah

Detik-detik Neira J Kalangi Hirup Udara Bebas, Air Matanya Tumpah di Pelukan Sang Ayah

Megapolitan
Mobil Kecelakaan di Jalan Prapanca Kebayoran Baru, Lalu Lintas Macet

Mobil Kecelakaan di Jalan Prapanca Kebayoran Baru, Lalu Lintas Macet

Megapolitan
Hari Ini, Ketua DPRD DKI Jakarta Dipanggil BK Terkait Dugaan Malaadministrasi Interpelasi Formula E

Hari Ini, Ketua DPRD DKI Jakarta Dipanggil BK Terkait Dugaan Malaadministrasi Interpelasi Formula E

Megapolitan
Wagub Sebut Kerumunan di MoI karena Panitia Tak Antisipasi Animo Komunitas Anime

Wagub Sebut Kerumunan di MoI karena Panitia Tak Antisipasi Animo Komunitas Anime

Megapolitan
Kecurigaan Keluarga Kakek yang Tewas Dikeroyok dan Hasil Penyelidikan Sementara Polisi

Kecurigaan Keluarga Kakek yang Tewas Dikeroyok dan Hasil Penyelidikan Sementara Polisi

Megapolitan
Gandeng Dompet Dhuafa, Sunpride Salurkan 200 Kotak Buah untuk Korban Banjir di Tegal Alur

Gandeng Dompet Dhuafa, Sunpride Salurkan 200 Kotak Buah untuk Korban Banjir di Tegal Alur

Megapolitan
Wagub DKI: 2 RT di Jakarta Masuk Zona Merah Covid-19

Wagub DKI: 2 RT di Jakarta Masuk Zona Merah Covid-19

Megapolitan
Upaya Pemkot Jaksel Kurangi Tumpukan Sampah, Kelola Minyak Jelantah hingga Budi Daya Ulat

Upaya Pemkot Jaksel Kurangi Tumpukan Sampah, Kelola Minyak Jelantah hingga Budi Daya Ulat

Megapolitan
Laporkan Suami KDRT, Neira J Kalangi Malah Dibui karena UU ITE

Laporkan Suami KDRT, Neira J Kalangi Malah Dibui karena UU ITE

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.