Kompas.com - 19/07/2021, 16:44 WIB
Suasana kehidupan warga di Kebon Pala di bantaran Kali Ciliwung, Jakarta Timur, Senin (7/6/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka pendaftaran data Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu (FMOTM), nantinya akan digunakan sebagai dasar pemberian program bantuan dari Pemprov DKI Jakarta. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOSuasana kehidupan warga di Kebon Pala di bantaran Kali Ciliwung, Jakarta Timur, Senin (7/6/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka pendaftaran data Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu (FMOTM), nantinya akan digunakan sebagai dasar pemberian program bantuan dari Pemprov DKI Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung lebih dari satu tahun membuat warga miskin Ibu Kota makin terhimpit.

Tidak hanya mereka kesulitan mencari nafkah, warga miskin kini bergumul dengan Covid-19 yang semakin masif dan di saat yang bersamaan mereka kesulitan untuk mengakses fasilitas kesehatan.

Koordinator Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) Eny Rochayati membeberkan fakta bahwa banyak warga miskin kini terserang penyakit sistem pernapasan. Kemungkinan besar, mereka terpapar Covid-19.

Baca juga: Saat Warga Miskin Jakarta Pakai Satu Tabung Oksigen secara Bergiliran

Hanya saja, mereka tidak berdaya untuk mengonfirmasi penyakit tersebut karena keterbatasan biaya dan kesulitan untuk mengakses layanan kesehatan.

"Salah satu dari kawan kami mengalami sesak napas, beliau sudah sakit selama 10 hari tapi untuk dapat pengobatan di rumah sakit ternyata sangat sulit," ujar Eny, Minggu (18/7/2021).

Eny berbicara dalam konferensi pers "Suara Kelompok Marjinal Terhimpit Pandemi" yang dilaksanakan secara daring.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Beberapa rumah sakit menolak karena kondisi penuh, lalu ketika beliau membutuhkan oksigen ternyata tabung oksigen tidak tersedia, pada akhirnya dipulangkan dan dalam perjalanan pulang tidak tertolong," imbuhnya.

Baca juga: Di Tengah Keterbatasan, Satu Per Satu Warga Miskin Jakarta Meninggal Saat Isolasi Mandiri

Isolasi mandiri di ruang sempit

Kondisi ini membuat banyak warga miskin terpaksa harus berjuang melawan penyakitnya sendiri tanpa bantuan medis. Beberapa dari mereka bahkan meninggal dunia di rumah.

Catatan JRMK, setidaknya 50 warga miskin di Jakarta meninggal dunia di rumah mereka pada periode Juni-Juli tahun ini di tengah melonjaknya kasus Covid-19.

Menurut Eny, isolasi mandiri (isoman) di rumah tidak efektif menekan kasus Covid-19 jika kasusnya terjadi di perkampungan warga miskin.

Baca juga: Patungan Rakyat Bahu-membahu Selamatkan Nyawa Warga Miskin Kota yang Makin Terpinggirkan

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penghuni Kamar Kos Tak Tahu Tetangganya Penagih Pinjol Ilegal: Enggak Pernah Bersosialisasi

Penghuni Kamar Kos Tak Tahu Tetangganya Penagih Pinjol Ilegal: Enggak Pernah Bersosialisasi

Megapolitan
Teror Pinjol Terhadap Korbannya, Ancam Santet hingga Sebar Foto Tak Senonoh

Teror Pinjol Terhadap Korbannya, Ancam Santet hingga Sebar Foto Tak Senonoh

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Pengedar Narkoba, Sita 3.000 Butir Ekstasi dan 336 Gram Ganja

Polisi Tangkap 2 Pengedar Narkoba, Sita 3.000 Butir Ekstasi dan 336 Gram Ganja

Megapolitan
Senangnya Anak SD di Kota Tangerang Kembali ke Sekolah Setelah Dua Tahun Belajar Online

Senangnya Anak SD di Kota Tangerang Kembali ke Sekolah Setelah Dua Tahun Belajar Online

Megapolitan
Tangkap 3 Pengedar Narkoba, Polisi Sita 7,2 Kg Sabu

Tangkap 3 Pengedar Narkoba, Polisi Sita 7,2 Kg Sabu

Megapolitan
Pagi yang Menghebohkan di Cawang Ketika Dua Bus Transjakarta Tabrakan hingga Tewaskan Dua Orang

Pagi yang Menghebohkan di Cawang Ketika Dua Bus Transjakarta Tabrakan hingga Tewaskan Dua Orang

Megapolitan
Pohon Tumbang di Pujasera Cipondoh, Pemilik Sebut Kerugian Capai Rp 20 Juta

Pohon Tumbang di Pujasera Cipondoh, Pemilik Sebut Kerugian Capai Rp 20 Juta

Megapolitan
Curhat Pedagang yang Kiosnya Terbakar di Pasar Kalideres, Tak Sempat Selamatkan Dagangan

Curhat Pedagang yang Kiosnya Terbakar di Pasar Kalideres, Tak Sempat Selamatkan Dagangan

Megapolitan
Update Kondisi Korban Kecelakaan Bus Transjakarta, 7 Korban Luka Sudah Boleh Pulang

Update Kondisi Korban Kecelakaan Bus Transjakarta, 7 Korban Luka Sudah Boleh Pulang

Megapolitan
UPDATE 25 Oktober: Tidak Ada Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang

UPDATE 25 Oktober: Tidak Ada Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
Polisi Buru Kawanan Begal yang Tewaskan Pemuda di Cimanggis Depok

Polisi Buru Kawanan Begal yang Tewaskan Pemuda di Cimanggis Depok

Megapolitan
Ketika Pengendara di Jalan Fatmawati Sempat Kena Tilang meski Ganjil Genap Baru Sosialisasi

Ketika Pengendara di Jalan Fatmawati Sempat Kena Tilang meski Ganjil Genap Baru Sosialisasi

Megapolitan
WN Nigeria Tersangka Kasus Penipuan Modus Jual Black Dollar Mengaku Sudah 3 Tahun di Indonesia

WN Nigeria Tersangka Kasus Penipuan Modus Jual Black Dollar Mengaku Sudah 3 Tahun di Indonesia

Megapolitan
Saat Transjakarta dan LRT Jabodebek Alami Kecelakaan pada Hari yang Sama...

Saat Transjakarta dan LRT Jabodebek Alami Kecelakaan pada Hari yang Sama...

Megapolitan
UPDATE 25 Oktober: Tambah 3 Kasus Baru Covid-19 di Depok

UPDATE 25 Oktober: Tambah 3 Kasus Baru Covid-19 di Depok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.