Kompas.com - 22/07/2021, 21:18 WIB
Ilustrasi PPKM Darurat. KOMPAS.COM/ABBA GABRILLINIlustrasi PPKM Darurat.

TANGERANG, KOMPAS.com - Satpol PP Kota Tangerang mencatat 1.722 pelanggar aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang diterapkan pada 3-20 Juli 2021.

Sekretaris Satpol PP Kota Tangerang Agus Prasetya berujar, seribuan pelanggar dijaring lewat razia yang dilakukan pihaknya bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, TNI-Polri, dan instansi terkait.

Razia tersebut, lanjut Agus, dilakukan selama penerapan PPKM darurat di 13 kecamatan di Kota Tangerang.

Baca juga: Pesan Anies untuk Satpol PP yang Tindak Pelanggar PPKM: Tegur dengan Hati, Perlakukan Seperti Saudara Sendiri

Agus mengatakan, pelanggaran yang dilakukan warga di Kota Tangerang bervariasi, mulai dari yang tak mengenakan masker hingga pelaku usaha yang masih menyediakan makan di tempat.

"Sesuai aturan PPKM (darurat) Jawa dan Bali, rumah makan hanya boleh menerima pesanan online, pesan antar, dan dibawa pulang," tulis Agus dalam keterangan resminya, Kamis (21/7/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Namun, masih didapati rumah makan yang menyediakan makan di tempat sehingga perlu ada penegakan aturan," sambung dia.

Baca juga: 10 Perusahaan di Jakarta Barat Ditindak karena Langgar PPKM Darurat

Dari 1.722 pelanggaran itu, beberapa di antaranya adalah 98 pelaku usaha yang dikenai denda administratif, 27 pelaku usaha yang barangnya disita, dan 14 pelaku usaha yang terpaksa disegel sementara.

Kemudian, ada sekitar 98 orang yang tak mengenakan masker dikenai sanksi berupa kerja sosial atau dikenai sanksi administrarif.

Agus mengaku, pihaknya tidak secara langsung memberikan sanksi administratif saat menemukan warga atau pelaku usaha yang melanggar.

Namun, Satpol PP akan memberikan sanksi secara bertahap, mulai dari tehuran lisan, tertulis, hingga administratif bagi warga atau penyegelan bagi pelaku usaha.

Baca juga: Raperda Covid-19 Jakarta: Satpol PP Jadi Penyidik, Tak Pakai Masker Penjara 3 Bulan

Menurut Agus, tingkat kepatuhan warga terhadap protokol kesehatan semakin meningkat sejak PPKM darurat diterapkan pada 3 Juli-20 Juli 2021.

Meski demikian, pihaknya sempat menemui kendala saat memberikan pemahaman berkait aturan tersebut saat menemui pelanggar.

Dia berharap, usai penerapan PPKM darurat berakhir dan mulai diterapkannya PPKM level 4, kasus Covid-19 di Kota Tangerang dapat kunjung menurun.

"Semoga ke depannya dapat memberikan perubahan yang signifikan pada menurunnya kasus Covid-19 di Kota Tangerang," ucap Agus.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mayat Seorang Pria Ditemukan Mengapung di Bendungan ATR Bekasi

Mayat Seorang Pria Ditemukan Mengapung di Bendungan ATR Bekasi

Megapolitan
Viral, Video Anak Kecil Curi Uang dari Kotak Amal di Kalideres

Viral, Video Anak Kecil Curi Uang dari Kotak Amal di Kalideres

Megapolitan
Update 27 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 285 Kasus Baru Covid-19

Update 27 Juli: Kabupaten Bekasi Catat 285 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Sepekan Terakhir, 78.236 KK di Kota Tangerang Terima BST dari Kemensos

Sepekan Terakhir, 78.236 KK di Kota Tangerang Terima BST dari Kemensos

Megapolitan
Pendaftaran Penerima Dana Gerakan 'Bagi Rata' Akan Dibuka Lagi Senin Depan

Pendaftaran Penerima Dana Gerakan 'Bagi Rata' Akan Dibuka Lagi Senin Depan

Megapolitan
Polisi Temukan Benda yang Dipakai Dalam Pembunuhan di Jagakarsa

Polisi Temukan Benda yang Dipakai Dalam Pembunuhan di Jagakarsa

Megapolitan
Polisi Akan Periksa Hotel RedDoorz Setelah Digerebek Terkait Kerumunan

Polisi Akan Periksa Hotel RedDoorz Setelah Digerebek Terkait Kerumunan

Megapolitan
Wagub DKI: Soal Waktu Makan Maksimal 20 Menit, Tak Mungkin Kami Tempatkan Petugas di Warteg

Wagub DKI: Soal Waktu Makan Maksimal 20 Menit, Tak Mungkin Kami Tempatkan Petugas di Warteg

Megapolitan
Seorang Suami Diduga Bunuh Istrinya di Jagakarsa, Jakarta Selatan

Seorang Suami Diduga Bunuh Istrinya di Jagakarsa, Jakarta Selatan

Megapolitan
Ombudsman Kritik Penerapan PPKM Level 4 di Kota Tangerang, 2 Posko Penyekatan Kosong Tanpa Polisi

Ombudsman Kritik Penerapan PPKM Level 4 di Kota Tangerang, 2 Posko Penyekatan Kosong Tanpa Polisi

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Pemalsu Surat Hasil Tes Swab PCR di Jakarta Selatan

Polisi Tangkap 2 Pemalsu Surat Hasil Tes Swab PCR di Jakarta Selatan

Megapolitan
Tangsel Catat 7.323 Pasien Covid-19 Masih Dirawat, Terbanyak Selama Pandemi

Tangsel Catat 7.323 Pasien Covid-19 Masih Dirawat, Terbanyak Selama Pandemi

Megapolitan
7 Perusahaan di Jakbar Ditutup karena Wajibkan Karyawan Masuk Kantor padahal Bukan Sektor Esensial

7 Perusahaan di Jakbar Ditutup karena Wajibkan Karyawan Masuk Kantor padahal Bukan Sektor Esensial

Megapolitan
Anies Optimistis Jakarta Lampaui Target Vaksinasi Covid-19 yang Ditetapkan Jokowi

Anies Optimistis Jakarta Lampaui Target Vaksinasi Covid-19 yang Ditetapkan Jokowi

Megapolitan
Mendagri Minta Wali Kota Tangsel Segara Pahami Penanggulangan Covid-19

Mendagri Minta Wali Kota Tangsel Segara Pahami Penanggulangan Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X