Kebutuhan Plasma Konvalesen Tinggi, PMI Kota Tangerang Siap Jemput Bola ke Kediaman Penyintas Covid-19

Kompas.com - 26/07/2021, 22:39 WIB
Petugas PMI melakukan uji kadar antibodi pada sampel darah calon pendonor plasma konvalesen di laboratorium Unit Donor Darah Pusat PMI, Jakarta Selatan, Rabu (14/7/2021). Stok plasma konvalesen sangat minim disebabkan minimnya jumlah penyitas Covid-19 yang mendonorkan plasma. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOPetugas PMI melakukan uji kadar antibodi pada sampel darah calon pendonor plasma konvalesen di laboratorium Unit Donor Darah Pusat PMI, Jakarta Selatan, Rabu (14/7/2021). Stok plasma konvalesen sangat minim disebabkan minimnya jumlah penyitas Covid-19 yang mendonorkan plasma.

TANGERANG, KOMPAS.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang, Banten menyatakan siap mengambil sampel plasma konvalesen milik penyintas Covid-19 di kediaman mereka masing-masing.

Ketua PMI Kota Tangerang, Oman Jumansyah mengatakan, program 'jemput bola' itu dilakukan sebagai upaya mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia. Pengambilan sampel itu dilakukan sebelum penyintas Covid-19 menyumbangkan plasma mereka.

"UDD PMI Kota Tangerang siap mengambil sampel. Ini misi kemanusiaan untuk membantu dalam mengatasi pandemi," kata Oman dalam keterangannya, Senin (26/7/2021).

Baca juga: PMI Sebut Terapi Plasma Konvalesen Efektif Untuk Pasien Covid-19 Gejala Ringan dan Sedang

Menurut dia, kebutuhan akan plasma konvalesen di Kota Tangerang tergolong tinggi hingga saat ini. Karena itu, PMI Kota Tangerang yang mendapatkan izin untuk mengambil plasma konvalesen mengajak penyintas agar dapat berkontribusi dalam penyembuhan pasien Covid-19.

Menurutnya, plasma konvalesen efektif dalam membantu proses penyembuhan pasien yang masih dalam perawatan.

"Plasma ini sangat efektif maka itu kami bersama-sama mengatasi pandemi dengan memberikan sesuatu yang bisa kami lakukan," papar Oman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejak diluncurkannya penggalangan plasma konvalesen pada 25 Juli 2021, pihaknya telah menyalurkan total 3.619 kantong ke RS. Seluruh kantong tersebut berasal dari penyintas yang menyumbangkan plasma mereka ke PMI Kota Tangerang.

"PMI Kota Tangerang sudah salurkan 3.619 kantong plasma konvalesen kepada RS untuk membantu proses penyembuhan pasien positif," kata Oman.

Plasma konvalesen atau plasma darah dari pasien yang sembuh dari infeksi virus corona dianggap berpotensi menjadi terapi yang aman untuk pasien Covid-19. Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat (AS) mengizinkan penggunaan plasma darah untuk pengobatan penyakit Covid-19.

Plasma konvalesen adalah plasma darah yang diambil dari pasien Covid-19 yang telah sembuh, kemudian diproses agar dapat diberikan kepada pasien yang sedang terinfeksi virus SARS-Cov-2 penyebab Covid-19.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Solidaritas Pegawai KPK terhadap 56 Pegawai yang Akan Dipecat: Beri Dua Kali Surat Ke Pimpinan

Solidaritas Pegawai KPK terhadap 56 Pegawai yang Akan Dipecat: Beri Dua Kali Surat Ke Pimpinan

Megapolitan
Sasar Tiga Kendaraan Saat Crowd Free Night, Polisi: Penegakan Hukum dengan Penilangan

Sasar Tiga Kendaraan Saat Crowd Free Night, Polisi: Penegakan Hukum dengan Penilangan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Buka Sentra Vaksinasi di Stadion Patriot Candrabhaga

Pemkot Bekasi Buka Sentra Vaksinasi di Stadion Patriot Candrabhaga

Megapolitan
Pengunjung Warkop di Koja Bubar Saat Petugas Patroli Gelar Operasi Yustisi Sabtu Malam

Pengunjung Warkop di Koja Bubar Saat Petugas Patroli Gelar Operasi Yustisi Sabtu Malam

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sejumlah Wilayah di Jakarta Diguyur Hujan Disertai Petir

Prakiraan Cuaca BMKG: Sejumlah Wilayah di Jakarta Diguyur Hujan Disertai Petir

Megapolitan
Ketua JPKL: Pelabelan Plastik Mengandung Zat BPA pada Kemasan Makanan Sudah Tepat

Ketua JPKL: Pelabelan Plastik Mengandung Zat BPA pada Kemasan Makanan Sudah Tepat

Megapolitan
Seorang Pria Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal Usai Shalat Maghrib

Seorang Pria Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal Usai Shalat Maghrib

Megapolitan
Begal Motor Beraksi Dini Hari di Bintaro, Korban Alami Luka Bacok

Begal Motor Beraksi Dini Hari di Bintaro, Korban Alami Luka Bacok

Megapolitan
Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Megapolitan
3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Megapolitan
Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Megapolitan
Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Megapolitan
Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.