Beroperasi Sejak Juni 2021, Pemalsu Surat Hasil PCR buat Syarat Perjalanan Ditangkap

Kompas.com - 27/07/2021, 17:53 WIB
Ilustrasi borgol. SHUTTERSTOCKIlustrasi borgol.

JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya menangkap pria berinisial FN, pemalsu surat hasil keterangan swab PCR negatif tanpa melalui tes sebagai syarat bepergian ke luar kota.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, FN memalsukan surat keterangan hasil swab PCR sejak bulan Juni 2021.

Sedikitnya FN telah memalsukan 20 surat keterangan hasil PCR untuk para pemesannya dengan meraup keuntungan sebesar Rp 11 juta.

"FN sudah beroperasi sejak bulan Juni 2021. Pengakuannya sudah 20 surat PCR yang dia palsukan. Keuntungan yang dia raup selama beroperasi hampir Rp 11 juta," ujar Yusri dalam rilis yang disiarkan secara daring, Selasa (27/7/2021).

Baca juga: Polisi Tangkap Komplotan Pembuat Surat Swab Palsu di Depok

Yusri menjelaskan, selama ini FN bekerja sebagai agen travel perjalanan karena bisa menyediakan tiket pesawat.

Namun, sejak Juni 2021, FN menawarkan surat keterangan hasil PCR negatif tanpa melalui tes apabila membeli tiket pesawat kepadanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Karena biasanya orang membeli tiket pesawat harus PCR dulu. Sedangkan dia bisa menyiapkan (surat keterangan PCR) dengan biaya tambahan PCR palsu seharga Rp 700.000," kata Yusri.

Baca juga: Dalam Seminggu, Komplotan Pembuat Surat Antigen Palsu di Depok Terbitkan 80 Surat

Namun FN tidak bekerja sendiri. Dia meminta orang lain untuk proses pemalsuan surat keterangan hasil PCR tersebut dengan upah Rp 300.000 hingga Rp 400.000.

"Dia pesan Rp 300.000 sampai Rp 400.000, kemudian ada space harga keuntungan yang sama Rp 300.000 atau Rp 400.000 yang dia terima untuk PCR," ucap Yusri.

Hingga kini, penyidik masih memeriksa FN untuk melakukan pengembangan terhadap rekannya yang turut bekerja sama membuat surat hasil PCR palsu.

Adapun dari penangkapan FN, polisi menyita barang bukti berupa ponsel, kartu ATM, dan sejumlah surat keterangan hasil PCR palsu.

"Di sini FN kami persangkakan Pasal 35 Undang-Undang ITE Nomor 19 Tahun 2018. Kemudian di Pasal 51 Undang-Undang ITE ancaman 12 tahun penjara. Dan juga Pasal 253 KUHP," ucap Yusri.



Video Rekomendasi

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Deras dan Angin Kencang di Depok, Pohon Tumbang dan Atap Beterbangan

Hujan Deras dan Angin Kencang di Depok, Pohon Tumbang dan Atap Beterbangan

Megapolitan
Seluruh SMP Negeri dan Swasta di Kota Tangerang Akan Gelar PTM pada 4 Oktober

Seluruh SMP Negeri dan Swasta di Kota Tangerang Akan Gelar PTM pada 4 Oktober

Megapolitan
Gapura Batas Tangsel-Jakarta Jadi Korban Coretan Vandalisme, Ini Respons Wali Kota Benyamin

Gapura Batas Tangsel-Jakarta Jadi Korban Coretan Vandalisme, Ini Respons Wali Kota Benyamin

Megapolitan
Bayi 10 Bulan yang Dicat Silver dan Diajak Mengemis di Pamulang Dijemput Kemensos

Bayi 10 Bulan yang Dicat Silver dan Diajak Mengemis di Pamulang Dijemput Kemensos

Megapolitan
Beroperasi sampai Dini Hari dan Gelar Karaoke, Kafe di Blok M Ditutup 7 Hari serta Didenda Rp 50 Juta

Beroperasi sampai Dini Hari dan Gelar Karaoke, Kafe di Blok M Ditutup 7 Hari serta Didenda Rp 50 Juta

Megapolitan
Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Mobil Berisi 4 Orang di Cilodong Depok

Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Mobil Berisi 4 Orang di Cilodong Depok

Megapolitan
Pengoperasian Gedung Baru Stasiun Manggarai, Jalur KRL Bogor-Jakarta Kota Disesuaikan

Pengoperasian Gedung Baru Stasiun Manggarai, Jalur KRL Bogor-Jakarta Kota Disesuaikan

Megapolitan
Mobil Terguling di Bintaro, Polisi Masih Selidiki

Mobil Terguling di Bintaro, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
Murid SD yang Sudah Berusia 12 Tahun di Kota Bekasi Akan Divaksinasi Covid-19

Murid SD yang Sudah Berusia 12 Tahun di Kota Bekasi Akan Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
Polisi Tidur di Pulomas Dibuat Warga untuk Cegah Balap Liar, Dibongkar atas Protes Pesepeda

Polisi Tidur di Pulomas Dibuat Warga untuk Cegah Balap Liar, Dibongkar atas Protes Pesepeda

Megapolitan
1.509 Sekolah di Jakarta Akan Gelar PTM Terbatas, Disdik DKI: Aman

1.509 Sekolah di Jakarta Akan Gelar PTM Terbatas, Disdik DKI: Aman

Megapolitan
Diprotes Pesepeda, Polisi Tidur di Pulomas Dibongkar

Diprotes Pesepeda, Polisi Tidur di Pulomas Dibongkar

Megapolitan
Sekolah Tatap Muka di Jakarta Dihentikan 4 Hari karena Kegiatan ANBK

Sekolah Tatap Muka di Jakarta Dihentikan 4 Hari karena Kegiatan ANBK

Megapolitan
Dititipkan ke Teman Ibunya, Bayi 10 Bulan Dicat Silver dan Diajak Mengemis di Pamulang

Dititipkan ke Teman Ibunya, Bayi 10 Bulan Dicat Silver dan Diajak Mengemis di Pamulang

Megapolitan
Bayi 10 Bulan Jadi Manusia Silver di Pamulang, Ibunya Dibawa ke Dinsos Tangsel

Bayi 10 Bulan Jadi Manusia Silver di Pamulang, Ibunya Dibawa ke Dinsos Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.