Ironi Pandemi di Jakarta: RS Diklaim Mulai Lengang, tapi Kematian Pasien Covid-19 Tetap Tinggi

Kompas.com - 30/07/2021, 13:28 WIB
Foto udara petugas pemulasaraan berada di area pemakaman khusus COVID-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (15/7/2021). Berdasarkan data Worldometer, Indonesia resmi masuk empat besar kasus aktif COVID-19 terbanyak di seluruh dunia, pada Kamis (15/7/2021) kasus aktif di Indonesia mencapai 480.199 kasus, melampaui Rusia yang tercatat 457.250 kasus, Indonesia juga jauh melampaui India yang tercatat 432.011 kasus. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATFoto udara petugas pemulasaraan berada di area pemakaman khusus COVID-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (15/7/2021). Berdasarkan data Worldometer, Indonesia resmi masuk empat besar kasus aktif COVID-19 terbanyak di seluruh dunia, pada Kamis (15/7/2021) kasus aktif di Indonesia mencapai 480.199 kasus, melampaui Rusia yang tercatat 457.250 kasus, Indonesia juga jauh melampaui India yang tercatat 432.011 kasus. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta tak berhenti tersenyum saat mengabarkan uraian antrean Instalasi Gawat Darurat (IGD) di rumah sakit yang menerima pasien Covid-19 berkurang.

Dia semringah mengabarkan situasi yang terjadi saat inspeksi beberapa rumah sakit di Jakarta. Katanya, IGD sudah lengang.

"Pasien sudah bisa masuk IGD, di dalam IGD-nya juga hanya beberapa orang pasien, dan situasi ini terlihat di banyak rumah sakit di Jakarta," kata dia, Senin (26/7/2021).

Baca juga: Dengan Semringah, Anies Kabarkan RS di Jakarta Mulai Lengang

Namun Anies mengakui, lengangnya IGD masih belum sejalan dengan padatnya tingkat keterisian tempat tidur perawatan untuk pasien bergejala sedang hingga berat.

Pada hari yang sama, Anies menunjukan angka keterisian tempat tidur perawatan pasien Covid-19 mencapai 73 persen.

Sedangkan untuk ruang perawatan intensive care unit (ICU) berada di angka 89 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tingkat keterisian BOR terus turun

Kabar turunnya angka keterisian tempat tidur dikabarkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria Kamis (29/7/2021) kemarin.

Dia mengatakan, tingkat keterisian tempat tidur atau sering disebut bed occupancy rate (BOR) perawatan pasien Covid-19 sudah di bawah 70 persen.

"Terkait BOR, alhamdulillah 29 Juli sudah mencapai 62 persen, dai ICU turun 80 persen, ini bertanda baik ya, BOR-nya sudah di bawah 70 persen," kata dia.

Baca juga: Anies Klaim RS Lengang, Seperti Apa Situasi Terkini Pandemi Covid-19 di Jakarta?

Begitu juga tempat isolasi terkendali pasien Covid-19 di Jakarta. Riza menjelaskan tempat isolasi terkendali yang disediakan Pemprov DKI Jakarta banyak yang kosong.

Dia juga tak menyangkal banyak masyarakat yang lebih memilih rumah mereka sendiri untuk menjadi tempat perawatan isolasi mandiri.

Untuk itu, Pemprov DKI meminta agar mereka yang melakukan isolasi di rumah bisa segera pindah ke tempat isolasi terkendali.

"Kami mendorong agar mereka kalau mau lebih aman, apalagi rumahnya tidak memenuhi standar ya tidak diperbolehkan (isolasi di rumah). Yang rumahnya tempat tinggal tidak standar, kami minta pindah ke tempat isoman yang sudah kami siapkan," ucap Riza.

Pemprov DKI sudah menyiapkan lokasi isolasi terkendali di 164 titik dengan daya tampung 26.134 untuk pasien Covid-19 tanpa gejala hingga bergejala ringan.

Sedangkan untuk gejala sedang hingga berat, terdapat 140 rumah sakit perawatan pasien Covid-19 yang kini tingkat keterisian mulai berkurang.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Megapolitan
Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Megapolitan
Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Megapolitan
Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Megapolitan
Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Megapolitan
Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Megapolitan
Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Megapolitan
PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

Megapolitan
Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Megapolitan
LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

Megapolitan
Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Megapolitan
Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Megapolitan
Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.