Kompas.com - 03/08/2021, 19:12 WIB
Sejumlah bus terparkir di Terminal Bus Terpadu Pulogebang, Selasa (15/5/2019). KOMPAS.com/Vitorio MantaleanSejumlah bus terparkir di Terminal Bus Terpadu Pulogebang, Selasa (15/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan penumpang yang berangkat dari Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, merosot tajam selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Bahkan, dalam 12 hari terakhir, belum ada bus AKAP yang berangkat dari terminal bus tipe A itu.

"Sampai sekarang masih kosong bus AKAP dan penumpang keberangkatan kosong," kata Koordinator Satuan Pelaksana Terminal Terpadu Pulogebang Afif Muhroji saat dikonfirmasi, Selasa (3/8/2021).

Baca juga: Insiden di Pamulang, Polisi: Sopir Ambulans Bohong Jemput Pasien Kritis

Kali terakhir, satu bus AKAP berangkat dari Terminal Terpadu Pulogebang pada 21 Juli 2021, berisi lima penumpang.

"Hari ini juga belum ada bus AKAP yang berangkat," ujar Afif.

Sebelumnya, Plh Kepala Unit Pengelola Terminal Terpadu Pulogebang Junaedi mengatakan, jumlah penumpang menurun drastis karena aturan PPKM yang ketat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Penyebabnya menurut kami persyaratan sekarang PPKM darurat tuh, jadi syarat pertama untuk perjalanan adalah kartu vaksin pertama atau dosis 1," kata Junaedi, Rabu (7/7/2021).

Syarat kedua, lanjut Junaedi, penumpang harus menyertakan hasil tes Covid-19.

Baca juga: Jadi Tersangka, Pengendara Moge yang Tabrak Pemotor hingga Tewas di Bintaro Tak Ditahan

"Pakai hasil tes negatif dari rapid test antigen atau swab test PCR. Yang rapid 1x24 jam, kalau swab test 2x24 jam (masa berlakunya)," tutur Junaedi.

Kendati demikian, pihak Terminal Terpadu Pulogebang meminta perusahaan otobus (PO) dan penumpang untuk tetap mematuhi peraturan PPKM.

"Harapannya dari operator bus AKAP dan penumpang juga mematuhi aturan yang sudah ditetapkan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19," ujar Afif.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bruder Angelo Disidang karena Pencabulan Anak, Pengacara Korban: Ini Sejarah di Indonesia

Bruder Angelo Disidang karena Pencabulan Anak, Pengacara Korban: Ini Sejarah di Indonesia

Megapolitan
Pengelola Minimarket Minta Waktu Jalankan Seruan Gubernur soal Iklan Rokok

Pengelola Minimarket Minta Waktu Jalankan Seruan Gubernur soal Iklan Rokok

Megapolitan
KA Walahar, KA Jatiluhur, KA Siliwangi Kembali Beroperasi, Ini Syarat Calon Penumpang

KA Walahar, KA Jatiluhur, KA Siliwangi Kembali Beroperasi, Ini Syarat Calon Penumpang

Megapolitan
Kembali Beroperasi, Ini Jadwal KA Lokal Walahar, Jatiluhur, dan Siliwangi

Kembali Beroperasi, Ini Jadwal KA Lokal Walahar, Jatiluhur, dan Siliwangi

Megapolitan
Mobil VW Terbakar di Perempatan Ragunan

Mobil VW Terbakar di Perempatan Ragunan

Megapolitan
Satpol PP Jakpus Tertibkan 45 Lokasi yang Terpasang Iklan Rokok

Satpol PP Jakpus Tertibkan 45 Lokasi yang Terpasang Iklan Rokok

Megapolitan
Pengacara Korban Berharap Bruder Angelo Dihukum Maksimal

Pengacara Korban Berharap Bruder Angelo Dihukum Maksimal

Megapolitan
Cara Anies Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 di Jakarta

Cara Anies Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Ini Lima Kawasan Prioritas Penataan Pemkot Jakbar

Ini Lima Kawasan Prioritas Penataan Pemkot Jakbar

Megapolitan
Produsen Tembakau Sintetis di Bogor Kemas Barang Siap Edar Dalam Bungkusan Pakan Burung

Produsen Tembakau Sintetis di Bogor Kemas Barang Siap Edar Dalam Bungkusan Pakan Burung

Megapolitan
Anies: 31.969 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 Selama Pandemi

Anies: 31.969 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 Selama Pandemi

Megapolitan
Data Kemendikbud: 25 Klaster Covid-19 Belajar Tatap Muka Ditemukan di Jakarta

Data Kemendikbud: 25 Klaster Covid-19 Belajar Tatap Muka Ditemukan di Jakarta

Megapolitan
Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Bocah Perempuan di Duren Sawit Berujung Damai

Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Bocah Perempuan di Duren Sawit Berujung Damai

Megapolitan
Upaya Pemkot Jakut Cegah Banjir, Pemetaan Titik Genangan hingga Siagakan Pompa Air

Upaya Pemkot Jakut Cegah Banjir, Pemetaan Titik Genangan hingga Siagakan Pompa Air

Megapolitan
Depok Dilanda Angin Puting Beliung, Pemkot Jaksel Bersiap Hadapi Cuaca Ekstrem

Depok Dilanda Angin Puting Beliung, Pemkot Jaksel Bersiap Hadapi Cuaca Ekstrem

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.