JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengajak warga untuk rajin memilah sampah rumah tangga demi mengurangi volume sampah di TPST Bantar Gebang.
Dilaporkan Antara, Co-founder Kota Tanpa Sampah Wilma Chrysanti mengungkapkan, produksi sampah di DKI Jakarta rata-rata mencapai sekitar 7.500 ton per hari.
Sementara itu, daya tampung TPST Bantar Gebang tersisa sekitar 10 juta ton dari total kapasitas 49 juta ton.
Menyikapi hal tersebut, Kepala Seksi Penyuluhan dan Peran Serta Masyarakat DLH DKI Jakarta Susi Andriani mengatakan, untuk mengurangi volume sampah TPST Bantar Gebang, warga didorong untuk rajin memilah sampah.
“Jika sampah sudah dipilah, maka sampah diangkut, tapi jika tidak dipilah, maka diberikan sanksi sesuai kesepakatan RW masing-masing,” kata Susi, Selasa (3/8/2021).
Dengan memilah jenis sampah, menurut Susi, jumlah sampah yang dikirim ke TPST akan berkurang. Sebab, tidak semua jenis sampah akan dikirim ke sana.
Baca juga: Anak Akidi Tio Dilaporkan atas Dugaan Penipuan ke Polda Metro Sebelum Heboh Sumbangan Rp 2 Triliun
Ia mencontohkan, sampah organik yang mudah terurai dapat dikelola di lokasi RW yang ada sarananya.
Sampah organik juga bisa diolah di tingkat rumah tangga untuk dimasukkan ke dalam lubang biopori, yang kemudian bisa digunkaan menjadi kompos.
Lebih jauh, ia mengatakan, sampah organik menyumbang setengah kapasitas sampah yang diproduksi rumah tangga.
"Hampir 53 persen sampah rumah tangga adalah sampah organik yang mudah busuk dan terurai," ungkap dia.
Baca juga: Mengenang Soerjadi Soedirja, Gubernur Rumah Susun yang Melarang Operasional Becak di Jakarta
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanSegera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.