Polisi Datang, Resepsi Nikah di Sukmajaya Depok Bubar

Kompas.com - 09/08/2021, 18:59 WIB
Polisi membubarkan hajatan pernikahan warga Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, pada Minggu (8/9/2021). Tenda-tenda acara yang kadung dipasang di Jalan Tole Iskandar itu terpaksa dibongkar. Kompas TVPolisi membubarkan hajatan pernikahan warga Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, pada Minggu (8/9/2021). Tenda-tenda acara yang kadung dipasang di Jalan Tole Iskandar itu terpaksa dibongkar.

DEPOK, KOMPAS.com – Polisi membubarkan hajatan pernikahan warga Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, pada Minggu (8/9/2021).

Tenda-tenda acara yang kadung dipasang di Jalan Tole Iskandar itu terpaksa dibongkar.

“Dilakukan pembubaran karena dia melanggar aturan PPKM yang mana seharusnya tidak boleh melaksanakan resepsi pernikahan,” ujar Kapolsek Sukmajaya AKP Syafri dikutip Kompas TV, Senin (9/8/2021).

Baca juga: Pria 83 Tahun di Depok 3 Bulan Luka Parah di Kaki, Obati Sendiri Pakai Parutan Singkong

Sebagai informasi, di wilayah yang menerapkan PPKM level 4, pernikahan yang diizinkan digelar hanyalah akad nikah.

Hadirin yang diperkenankan datang hanya keluarga inti mempelai.

“Namun setelah kita dapati, ada tenda dan ada pelaminan. Orang yang datang juga cukup banyak,” ujar Syafri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Syafri mengklaim bahwa warga telah diberi tahu bahwa resepsi pernikahan tak boleh diselenggarakan selama PPKM level 4 masih berlaku, termasuk di Sukmajaya.

Namun, pesta tetap dihelat.

“Sudah diberitahukan untuk tidak melaksanakan resepsi pernikahan di masa PPKM, yang boleh hanya melaksanakan akad nikah. Tapi, (resepsi pernikahan) tetap dilaksanakan,” ujarnya.

Baca juga: Angka Tertinggi Kasus Baru Covid-19 di Depok Terjadi Seiring Tes Masif

Keluarga dan panitia bersedia mengakhiri pesta setelah didatangi polisi.

“Kami imbau secara baik-baik untuk membongkar dan pihak keluarga ataupun yang punya hajat membongkarnya dengan tertib,” tutup Syafri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinas LH Kembali Segel Saluran Limbah Pabrik Pencemar Parasetamol di Teluk Jakarta

Dinas LH Kembali Segel Saluran Limbah Pabrik Pencemar Parasetamol di Teluk Jakarta

Megapolitan
Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Kota Tangerang 94 Persen

Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Kota Tangerang 94 Persen

Megapolitan
Keputusan Gubernur Banten: UMK 2022 Kota Tangerang Rp 4.285.798, Kota Tangsel Rp 4.280.214

Keputusan Gubernur Banten: UMK 2022 Kota Tangerang Rp 4.285.798, Kota Tangsel Rp 4.280.214

Megapolitan
Curhat Orangtua Murid SMPN 2 Depok Izinkan Anak Ikut PTM Terbatas

Curhat Orangtua Murid SMPN 2 Depok Izinkan Anak Ikut PTM Terbatas

Megapolitan
Korban Pelecehan Seksual KPI Harap Polres Jakpus Segera Rampungkan Penyelidikan

Korban Pelecehan Seksual KPI Harap Polres Jakpus Segera Rampungkan Penyelidikan

Megapolitan
Cerita Guru SMPN 2 Depok Senang PTM Terbatas

Cerita Guru SMPN 2 Depok Senang PTM Terbatas

Megapolitan
Satu Mahasiswi Meninggal, UPN Veteran Jakarta Sebut Pembaretan Menwa Tak Berizin

Satu Mahasiswi Meninggal, UPN Veteran Jakarta Sebut Pembaretan Menwa Tak Berizin

Megapolitan
6 Anggota Pemuda Pancasila Jadi Tersangka Pengeroyokan, Polisi Cari Pelaku Lain

6 Anggota Pemuda Pancasila Jadi Tersangka Pengeroyokan, Polisi Cari Pelaku Lain

Megapolitan
Mulai Rabu, Warga Belum Vaksinasi Covid-19 Dilarang Masuk Pasar Anyar Bogor

Mulai Rabu, Warga Belum Vaksinasi Covid-19 Dilarang Masuk Pasar Anyar Bogor

Megapolitan
Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Diserahkan ke Keluarga

Jenazah Korban Mutilasi di Bekasi Diserahkan ke Keluarga

Megapolitan
Penjelasan Rektor UPN Veteran Jakarta soal Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Penjelasan Rektor UPN Veteran Jakarta soal Kematian Mahasiswi Saat Pembaretan Menwa

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Menyoroti Beban Tracking WNA Positif Covid-19

Wali Kota Tangerang Menyoroti Beban Tracking WNA Positif Covid-19

Megapolitan
Wakil Wali Kota Depok Mempertanyakan Data Pelecehan Seksual Anak, Ini Penjelasan Kejaksaan

Wakil Wali Kota Depok Mempertanyakan Data Pelecehan Seksual Anak, Ini Penjelasan Kejaksaan

Megapolitan
Rabu Besok, Sidang Munarman di PN Jaktim Digelar Virtual

Rabu Besok, Sidang Munarman di PN Jaktim Digelar Virtual

Megapolitan
Satpol PP Copot Atribut Ormas di Kawasan Cilandak Cegah Gesekan

Satpol PP Copot Atribut Ormas di Kawasan Cilandak Cegah Gesekan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.