Meski Mal Buka, Taman Kota di Jakarta Pusat Masih Tutup Selama PPKM Level 4

Kompas.com - 13/08/2021, 13:22 WIB
RPTRA Cideng, Jakarta Pusat, ditumbuhi berbagai jenis pohon tinggi yang membuat kawasan taman rindang. Foto diambil Selasa (13/10/2015). KOMPAS.COM/NURSITA SARIRPTRA Cideng, Jakarta Pusat, ditumbuhi berbagai jenis pohon tinggi yang membuat kawasan taman rindang. Foto diambil Selasa (13/10/2015).
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Jakarta Pusat masih menutup taman kota dan ruang terbuka hijau lainnya selama penyesuaian aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 di DKI Jakarta.

Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat Mila Ananda menjelaskan, masih ditutupnya taman kota ini sesuai Surat Keterangan (SK) Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta.

Dalam ketentuan itu, taman dan hutan kota, tempat pemakaman umum (TPU), dan ruang terbuka hijau (RTH) ditutup hingga 16 Agustus 2021 dan dapat diperpanjang berdasarkan evaluasi oleh Satgas Covid-19.

Baca juga: Ketua RT di Kebon Jeruk Ambil Dana BST Milik Warga untuk Keperluan Agustusan

Khusus untuk TPU, penutupan dilakukan hanya untuk ziarah, tetapi tetap melayani prosesi pemakaman warga.

"Mal-mal memang sudah dibuka, tetapi Pemprov DKI mungkin masih melihat situasi agar pembukaan dilakukan bertahap, sehingga jangan sampai taman dan ruang terbuka hijau menjadi klaster penularan," kata Mila seperti dilansir Antara, Jumat (13/8/2021).

Mila menjelaskan, meski sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta telah dibuka, Pemprov DKI Jakarta menilai pembukaan ruang publik harus dilakukan secara bertahap.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Patung Jenderal Sudirman, Dibangun Pakai Uang Urunan hingga Kontroversi Tangan Menghormat

Sebab, tidak semua taman kota, termasuk ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA), di Jakarta Pusat memiliki petugas pengamanan untuk mengecek bukti vaksinasi kepada warga yang ingin masuk.

"Yang kami khawatirkan adalah taman-taman di daerah padat penduduk karena sulit dikendalikan," kata Mila.

Mila berharap kasus harian Covid-19 tetap melandai, beriringan dengan semakin banyak masyarakat yang sudah divaksinasi. Dengan begitu, angka infeksi virus bisa ditekan dan ruang publik bisa dibuka kembali sebagai ruang interaksi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kondisi Briptu Irwan yang Dikeroyok Dekat Bundaran Pondok Indah Membaik

Kondisi Briptu Irwan yang Dikeroyok Dekat Bundaran Pondok Indah Membaik

Megapolitan
Polres Jaksel Buru Geng Motor Pengeroyok Polisi di Pondok Indah

Polres Jaksel Buru Geng Motor Pengeroyok Polisi di Pondok Indah

Megapolitan
Masih Diperiksa, Ipda OS Belum Ditahan Usai Jadi Tersangka Penembakan di Exit Tol Bintaro

Masih Diperiksa, Ipda OS Belum Ditahan Usai Jadi Tersangka Penembakan di Exit Tol Bintaro

Megapolitan
Polisi Tegaskan Penembakan yang Dilakukan Ipda OS Tak Dibenarkan meski Bela Diri

Polisi Tegaskan Penembakan yang Dilakukan Ipda OS Tak Dibenarkan meski Bela Diri

Megapolitan
Polisi: Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Mengaku Wartawan yang Sedang Investigasi

Polisi: Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro Mengaku Wartawan yang Sedang Investigasi

Megapolitan
Pemprov DKI Upayakan Proyek Tanggul NCICD Berlanjut demi Cegah Banjir Rob

Pemprov DKI Upayakan Proyek Tanggul NCICD Berlanjut demi Cegah Banjir Rob

Megapolitan
Rapat Persiapan Audit Kecelakaan Bus Transjakarta, KNKT Soroti Kemungkinan Pengemudi Kelelahan

Rapat Persiapan Audit Kecelakaan Bus Transjakarta, KNKT Soroti Kemungkinan Pengemudi Kelelahan

Megapolitan
4 Orang Dibacok di Sepatan, Salah Satu Korban Gadis Berusia 14 Tahun

4 Orang Dibacok di Sepatan, Salah Satu Korban Gadis Berusia 14 Tahun

Megapolitan
Menengok Masjid Wal Adhuna di Muara Baru yang Jadi Saksi Bisu Tenggelamnya Jakarta secara Perlahan

Menengok Masjid Wal Adhuna di Muara Baru yang Jadi Saksi Bisu Tenggelamnya Jakarta secara Perlahan

Megapolitan
Saat PPKM Level 3 se-Indonesia Batal, tapi Anies Terlanjur Teken Kepgub

Saat PPKM Level 3 se-Indonesia Batal, tapi Anies Terlanjur Teken Kepgub

Megapolitan
Rekonstruksi Trotoar di Sekitar Puspemkot Tangerang Habiskan Rp 3 Miliar

Rekonstruksi Trotoar di Sekitar Puspemkot Tangerang Habiskan Rp 3 Miliar

Megapolitan
Polisi: Warga yang Dibuntuti Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro adalah Pegawai Pemprov DKI

Polisi: Warga yang Dibuntuti Korban Penembakan di Exit Tol Bintaro adalah Pegawai Pemprov DKI

Megapolitan
Kasus Pencemaran Nama Baik Iwan Fals Dilimpahkan ke Polres Metro Depok

Kasus Pencemaran Nama Baik Iwan Fals Dilimpahkan ke Polres Metro Depok

Megapolitan
Sejumlah Lampu Jalan di Jakarta Selatan Mati, Ada yang Sudah Padam 9 Hari

Sejumlah Lampu Jalan di Jakarta Selatan Mati, Ada yang Sudah Padam 9 Hari

Megapolitan
Polisi Dikeroyok Geng Motor di Pondok Indah, Berawal dari Bubarkan Aksi Balap Liar

Polisi Dikeroyok Geng Motor di Pondok Indah, Berawal dari Bubarkan Aksi Balap Liar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.