Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BOR RS Rujukan di Kota Tangerang 30,82 Persen, Keterisian ICU Masih 51,25 Persen

Kompas.com - 13/08/2021, 20:56 WIB
Muhammad Naufal,
Jessi Carina

Tim Redaksi

TANGERANG, KOMPAS.com - Tingkat keterisian kasur (bed occupancy rate/BOR) khusus pasien Covid-19 di RS di Kota Tangerang telah menyentuh 30,82 persen per Jumat (13/8/2021).

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah berujar, persentase BOR tersebut menurun cukup signifikan belakangan ini.

"Kalau BOR memang menurunnya cukup signifikan," paparnya melalui sambungan telepon, Jumat.

Pasalnya, jika dibandingkan, tingkat keterisian kasur di RS pada awal Juli 2021 sempat menyentuh angka 93 persen.

Baca juga: Wagub DKI: Persentase BOR di RS untuk Pasien Covid-19 Kini 33 Persen, ICU 59 Persen

Tingginya BOR pada awal Juli itu sempat membuat kasur khusus Covid-19 di salah satu tempat rujukan, yaitu RSUP Sitanala, Kota Tangerang, menyentuh angka 100 persen.

Kemudian, seiring berjalannya hari, BOR pada 6 Agustus 2021 menyentuh angka 46,9 persen dan pada 13 Agustus 2021 menyentuh 30,82 persen.

Arief mengakui, meski tingkat keterisian keterisian kasur telah berada di bawah 50 persen, BOR ICU di RS rujukan masih berada di atas 50 persen.

"BOR ICU di 32 RS rujukan di Kota Tangerang sekatang masih di angka 51,25 persen," urai politikus Demokrat itu.

Dia menambahkan, penurunan BOR turut terjadi di 8 rumah isolasi terkonsentrasi (RIT) se-Kota Tangerang.

Baca juga: Tambah 61 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 174 Pasien Sembuh

Berdasarkan data per Jumat ini, BOR di RIT menyentuh 31,39 persen.

Sedangkan, pada awal Juli 2021, BOR di RIT mencapai 92 persen.

Sebagai informasi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang melaporkan 61 kasus baru Covid-19 pada Kamis (12/8/2021).

Hingga saat ini, total kasus Covid-19 di Kota Tangerang mencapai 27.302 asus.

Berdasarkan data Dinkes, pasien yang sembuh dari Covid-19 bertambah 174 orang sehingga berjumlah 24.526 orang.

Pasien yang masih dirawat atau menjalani isolasi mandiri (kasus aktif) berkurang 116 orang sehingga berjumlah 2.357 orang.

Sementara itu, jumlah pasien yang meninggal karena Covid-19 bertambah tiga orang sehingga berjumlah 419 orang.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Keluarga ODGJ yang Bacok Pemilik Warung di Koja Tanggung Biaya Pengobatan Korban

Keluarga ODGJ yang Bacok Pemilik Warung di Koja Tanggung Biaya Pengobatan Korban

Megapolitan
Minta Pedemo Tak ke Istana Negara, Kapolda Metro: Enggak Boleh Macam-macam...

Minta Pedemo Tak ke Istana Negara, Kapolda Metro: Enggak Boleh Macam-macam...

Megapolitan
Tak Jadi Kepung Istana Negara, Massa Aksi yang Kontra Hasil Pilpres 2024 Membubarkan Diri

Tak Jadi Kepung Istana Negara, Massa Aksi yang Kontra Hasil Pilpres 2024 Membubarkan Diri

Megapolitan
Perempuan yang Tewas di Kali Mookervart Sempat Minta Tolong Sebelum Tenggelam

Perempuan yang Tewas di Kali Mookervart Sempat Minta Tolong Sebelum Tenggelam

Megapolitan
UU DKJ: Kelurahan di Jakarta Wajib Dapat Anggaran 5 Persen dari APBD

UU DKJ: Kelurahan di Jakarta Wajib Dapat Anggaran 5 Persen dari APBD

Megapolitan
Buntut Cekcok dengan Pria Difabel, Oknum Sopir Taksi 'Offline' di Terminal Kampung Rambutan Langsung Dibina

Buntut Cekcok dengan Pria Difabel, Oknum Sopir Taksi "Offline" di Terminal Kampung Rambutan Langsung Dibina

Megapolitan
Dua Orang Daftar Penjaringan Cawalkot Bekasi dari PDI-P, Salah Satunya Dosen dari Luar Partai

Dua Orang Daftar Penjaringan Cawalkot Bekasi dari PDI-P, Salah Satunya Dosen dari Luar Partai

Megapolitan
Jenazah Perempuan di Kali Mookervart Cengkareng, Korban Tewas Tenggelam

Jenazah Perempuan di Kali Mookervart Cengkareng, Korban Tewas Tenggelam

Megapolitan
Pemda DKJ Berwenang Batasi Jumlah Kendaraan Milik Warga Jakarta

Pemda DKJ Berwenang Batasi Jumlah Kendaraan Milik Warga Jakarta

Megapolitan
Massa Aksi Demo di Patung Kuda Hendak 'Long March' Kepung Istana Negara

Massa Aksi Demo di Patung Kuda Hendak "Long March" Kepung Istana Negara

Megapolitan
Pedemo yang Kontra Hasil Pilpres 2024 Bakar Sampah di Patung Kuda

Pedemo yang Kontra Hasil Pilpres 2024 Bakar Sampah di Patung Kuda

Megapolitan
Belasan Tahun PKS Kuasai Depok, PAN: Masyarakat Jenuh, Ingin Ganti Rezim

Belasan Tahun PKS Kuasai Depok, PAN: Masyarakat Jenuh, Ingin Ganti Rezim

Megapolitan
Polisi: Toko Bingkai 'Saudara Frame' yang Kebakaran Tak Punya Pintu Darurat

Polisi: Toko Bingkai "Saudara Frame" yang Kebakaran Tak Punya Pintu Darurat

Megapolitan
Disuruh Jalan Jauh untuk Naik Mobil 'Online', Pria Tunadaksa Cekcok dengan Sopir Taksi di Terminal

Disuruh Jalan Jauh untuk Naik Mobil "Online", Pria Tunadaksa Cekcok dengan Sopir Taksi di Terminal

Megapolitan
Pemilik Warung yang Dibacok ODGJ di Koja Alami Luka di Kepala

Pemilik Warung yang Dibacok ODGJ di Koja Alami Luka di Kepala

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com