Kompas.com - 16/08/2021, 16:17 WIB
Tenaga kesehatan melakukan tes usap Antigen dan Polymerase Chain Reaction (PCR) di Manado, Sulawesi Utara, Rabu (28/7/2021). Dinas kesehatan Kota Manado meningkatkan testing dan tracing kasus COVID-19 selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bagi warga yang tergolong Kontak Erat Resiko Tinggi (KERT), sebagai bagian dari upaya percepatan penemuan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 untuk menekan terjadinya kasus perburukan maupun kematian. ANTARA FOTO/Adwit B Pramono/rwa.

ANTARA FOTO/ADWIT B PRAMONOTenaga kesehatan melakukan tes usap Antigen dan Polymerase Chain Reaction (PCR) di Manado, Sulawesi Utara, Rabu (28/7/2021). Dinas kesehatan Kota Manado meningkatkan testing dan tracing kasus COVID-19 selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bagi warga yang tergolong Kontak Erat Resiko Tinggi (KERT), sebagai bagian dari upaya percepatan penemuan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 untuk menekan terjadinya kasus perburukan maupun kematian. ANTARA FOTO/Adwit B Pramono/rwa.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta penyedia jasa tes PCR di wilayah Ibu Kota segera menurunkan tarif tes PCR menyusul permintaan langsung dari Presiden Joko Widodo.

"Kami minta semua pihak yang memiliki kesempatan (menyediakan) tes PCR bisa menurunkan (tarif) tes," kata Riza dalam rekaman suara diterima Kompas.com, Senin (16/8/2021).

Riza mengatakan, dengan penurunan tarif tes PCR, animo masyarakat untuk melakukan tes secara mandiri akan semakin banyak.

Sehingga testing untuk mendeteksi Covid-19 di Jakarta semakin baik dan pengendalian Covid-19 di Jakarta menjadi semakin cepat.

Baca juga: Kapan Harga Tes PCR Turun? Ini Jawaban Kemenkes

"Nanti juga diikuti dengan tracing dan treatment (dari pemerintah), kalau murah akan membantu masyarakat untuk tes," kata Riza.

Politikus Partai Gerindra ini mendukung penuh kebijakan yang diambil Presiden terkait dengan penurunan harga PCR tersebut.

"Kami dukung kebijakan pak Presiden agar tes PCR semakin banyak, salah satunya didukung harga tes PCR yang murah," ucap Riza.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk menurunkan harga tes PCR untuk deteksi Covid-19.

Jokowi mengatakan, menurunkan harga tes PCR sebagai bentuk memperkuat testing kasus Covid-19.

"Saya berbicara dengan Menteri Kesehatan mengenai hal ini, saya minta agar biaya tes PCR berada di kisaran Rp 450.000-550.000," ucap Jokowi, Minggu (15/8/2021).

Baca juga: Apa Saja Daftar Komponen yang Bikin Harga Tes PCR Indonesia Mahal?

Selain itu, Presiden juga meminta, dengan harga tersebut, hasil tes PCR bisa keluar selambat-lambatnya dalam 1x24 jam.

Jokowi menegaskan, penanganan pandemi membutuhkan kecepatan.

"Saya juga minta tes PCR bisa diketahui hasilnya dalam waktu maksimal 1x24 jam. Kita butuh kecepatan," ucapnya.

Pada Oktober 2020, Kementerian Kesehatan menetapkan batas atas harga pemeriksaan PCR di laboratorium swasta sebesar Rp 900.000.

Namun, dalam praktiknya, masih banyak yang mematok tarif di atas Rp 1 juta, terutama jika hasilnya bisa diterima dalam waktu 24 jam.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, eksekusi penurunan harga tes PCR akan segera diberlakukan.

"Insya Allah sesegera mungkin ya," kata Nadia, kepada Kompas.com, Senin (16/8/2021).

Baca juga: Alasan Jokowi Minta Harga Tes PCR Diturunkan Jadi Rp 450.000-Rp 550.000

Ditanya lebih lanjut soal ini, Nadia belum memberikan keterangan lebih jauh.

Sebelumnya, Nadia mengatakan, alasan mahalnya harga tes PCR ini karena alat tes dan bahan bakunya masih impor.

Oleh karena itu, rencananya Kemenkes akan menggunakan beberapa pilihan ragen yang sifatnya open system.

"Bisa menggunakan beberapa pilihan reagen yang sifatnya open system. Harga reagen pemeriksaan PCR juga beragam harganya," ujar Nadia.

Mesin PCR yang bersifat open system adalah mesin yang penggunaannya bisa untuk mendeteksi berbagai reaksi.

Jika menggunakan sistem ini, maka tidak diperlukan laboratorium BSL 3. Meski demikian, hasilnya bisa tetap akurat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

18 Remaja Komplotan Pembacok Pelajar hingga Tewas di Kemayoran Ditangkap, 2 Eksekutor

18 Remaja Komplotan Pembacok Pelajar hingga Tewas di Kemayoran Ditangkap, 2 Eksekutor

Megapolitan
Wali Kota Tangsel Minta Sapi Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku Dipisahkan dengan Sapi Sehat

Wali Kota Tangsel Minta Sapi Terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku Dipisahkan dengan Sapi Sehat

Megapolitan
Sekelompok Orang Demo Bela UAS di Kedubes Singapura, Polisi Kerahkan 100 Personel untuk Pengamanan

Sekelompok Orang Demo Bela UAS di Kedubes Singapura, Polisi Kerahkan 100 Personel untuk Pengamanan

Megapolitan
Buntut UAS Dideportasi, Massa Gelar Demo di Depan Kedubes Singapura

Buntut UAS Dideportasi, Massa Gelar Demo di Depan Kedubes Singapura

Megapolitan
Wali Kota Benyamin Berharap Kesadaran Warga Tangsel Makin Tinggi untuk Hindari Perilaku Bullying

Wali Kota Benyamin Berharap Kesadaran Warga Tangsel Makin Tinggi untuk Hindari Perilaku Bullying

Megapolitan
Suasana Penggeledahan Rumah Eks Pejabat Dinas Pertamanan DKI Jakarta terkait Kasus Mafia Tanah di Cipayung

Suasana Penggeledahan Rumah Eks Pejabat Dinas Pertamanan DKI Jakarta terkait Kasus Mafia Tanah di Cipayung

Megapolitan
Jangan Pakai Kekerasan, Komnas Perempuan Minta Persoalan Perselingkuhan Dibawa ke Polisi

Jangan Pakai Kekerasan, Komnas Perempuan Minta Persoalan Perselingkuhan Dibawa ke Polisi

Megapolitan
Ini Hal yang Harus Dilakukan Masyarakat Sebelum Datang ke 'Car Free Day' di Jakarta...

Ini Hal yang Harus Dilakukan Masyarakat Sebelum Datang ke "Car Free Day" di Jakarta...

Megapolitan
Gubernur Anies Pimpin Pelepasan 19 Ton Produk Beras FS Yasamin ke Arab Saudi

Gubernur Anies Pimpin Pelepasan 19 Ton Produk Beras FS Yasamin ke Arab Saudi

Megapolitan
Komnas Perempuan Minta Penegak Hukum Pahami Faktor Pendorong Terjadinya Pembunuhan Bermotif Perselingkuhan

Komnas Perempuan Minta Penegak Hukum Pahami Faktor Pendorong Terjadinya Pembunuhan Bermotif Perselingkuhan

Megapolitan
Hindari Motor yang Masuk Jalur Khusus, Truk Boks Terguling di Jalan DI Panjaitan

Hindari Motor yang Masuk Jalur Khusus, Truk Boks Terguling di Jalan DI Panjaitan

Megapolitan
Kembali Diadakan, Ini 6 Lokasi 'Car Free Day' di DKI Jakarta

Kembali Diadakan, Ini 6 Lokasi "Car Free Day" di DKI Jakarta

Megapolitan
Antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku, Pemkot Bakal Awasi Hewan Ternak yang Masuk ke Jaksel

Antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku, Pemkot Bakal Awasi Hewan Ternak yang Masuk ke Jaksel

Megapolitan
Besok, Taman Kota 1 Tangsel Kembali Dibuka untuk Umum

Besok, Taman Kota 1 Tangsel Kembali Dibuka untuk Umum

Megapolitan
Seorang WNA Diduga Pelaku Skimming ATM Ditangkap di Depok

Seorang WNA Diduga Pelaku Skimming ATM Ditangkap di Depok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.