Kompas.com - 17/08/2021, 21:41 WIB

BOGOR, KOMPAS.com - Ratusan anak di Kota Bogor, Jawa Barat, kehilangan orangtua mereka karena Covid-19. Anak-anak ini harus menyandang status yatim atau piatu atau yatim piatu. Beban ekonomi mereka jadi berat setelah orangtuanya tiada.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Atang Trisnanto mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bisa menggunakan Perda Santunan Kematian yang sudah disahkan DPRD sebagai langkah awal penanganan untuk membantu anak-anak tersebut.

Atang menuturkan, di dalam perda itu disebutkan, warga Kota Bogor yang tidak mampu mendapatkan santunan sebesar Rp 2.000.000 dengan rincian uang duka Rp 1.000.000 dan uang pemulasaran Rp 1.000.000.

Baca juga: Ratusan Anak di Bogor Jadi Yatim Piatu Setelah Orangtuanya Meninggal Dunia karena Covid-19

"Perda Santunan Kematian sudah kami sahkan dan bisa menjadi salah satu upaya untuk bisa digunakan membantu keluarga, anak-anak yang ditinggal wafat orangtuanya akibat covid-19," kata Atang, Selasa (17/8/2021).

Namun, sambung Atang, Pemkot Bogor harus membuat kebijakan yang lebih spesifik lagi dalam membantu anak-anak yang ditinggal mati oleh orangtuanya karena Covid-19, salah satunya melalui bantuan beasiswa dan jaminan sosial.

"Perda ini bisa jadi solusi awal karena payung hukum sudah ada. Namun berikutnya perlu dicarikan program lain yang berkelanjutan, seperti beasiswa pendidikan dan jaminan sosial dari APBD. Mumpung sedang membahas KUAPPAS APBD, kami akan carikan solusi bersama dengan TAPD Pemkot," ujar Atang.

Sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Bogor menyampaikan, jumlah anak yang ditinggal mati oleh orangtuanya karena Covid-19 mencapai 331 orang. Rinciannya, sebanyak 199 anak menjadi yatim, 121 anak piatu, dan 11 anak menjadi yatim piatu.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menjelaskan, Pemkot Bogor mulai melakukan program pendampingan terhadap anak-anak yang orangtuanya meninggal dunia karena Covid-19. Bima memastikan, Pemkot Bogor akan menjamin pendidikan ratusan anak itu sampai jenjang menengah atas.

"Dinas Pendidikan (Disdik) memastikan semua anak yatim/yatim piatu bisa sekolah sampai lulus SMA. Semua menjadi tanggung jawab Pemkot Bogor," ujar Bima.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies: Saya Interaksi dengan Mas AHY Sudah Lama, Sudah Ada 'Intimacy'

Anies: Saya Interaksi dengan Mas AHY Sudah Lama, Sudah Ada "Intimacy"

Megapolitan
Imbas Tembok Roboh, Kemenag Renovasi Total Bangunan MTsN 19 Pondok Labu

Imbas Tembok Roboh, Kemenag Renovasi Total Bangunan MTsN 19 Pondok Labu

Megapolitan
Ayah Korban Tewas Runtuhnya Tembok MTsN 19: Tenang di Surga Nak..

Ayah Korban Tewas Runtuhnya Tembok MTsN 19: Tenang di Surga Nak..

Megapolitan
Tembok di 2 Sekolah Ini Roboh di Hari yang Sama Saat Hujan Deras, Tiga Nyawa Siswa Melayang

Tembok di 2 Sekolah Ini Roboh di Hari yang Sama Saat Hujan Deras, Tiga Nyawa Siswa Melayang

Megapolitan
Usai Dicapreskan Nasdem dan Bertemu AHY, Anies Akan Komunikasi Dengan PKS

Usai Dicapreskan Nasdem dan Bertemu AHY, Anies Akan Komunikasi Dengan PKS

Megapolitan
Menko PMK Usul Gunakan Lahan Pemprov DKI untuk Perluas Bangunan MTsN 19

Menko PMK Usul Gunakan Lahan Pemprov DKI untuk Perluas Bangunan MTsN 19

Megapolitan
Ini Dugaan Penyebab Robohnya Tembok Pembatas antara Sekolah Al-Fath dan Labschool Cirendeu

Ini Dugaan Penyebab Robohnya Tembok Pembatas antara Sekolah Al-Fath dan Labschool Cirendeu

Megapolitan
BERITA FOTO: Keharuan Warnai Pemakaman Dendis, Korban Tembok Roboh MTsN 19 Jakarta

BERITA FOTO: Keharuan Warnai Pemakaman Dendis, Korban Tembok Roboh MTsN 19 Jakarta

Megapolitan
Tembok Pembatas Sekolah Al-Fath dan Labschool Cirendeu Roboh, Lima Mobil Tertimpa Reruntuhan

Tembok Pembatas Sekolah Al-Fath dan Labschool Cirendeu Roboh, Lima Mobil Tertimpa Reruntuhan

Megapolitan
Tembok Sekolah di Cirendeu Roboh, Lima Mobil Rusak Tanpa Korban Jiwa

Tembok Sekolah di Cirendeu Roboh, Lima Mobil Rusak Tanpa Korban Jiwa

Megapolitan
Temui AHY di Kantor DPP Demokrat, Anies: Penanda Kami Siap Jalan Bersama

Temui AHY di Kantor DPP Demokrat, Anies: Penanda Kami Siap Jalan Bersama

Megapolitan
PPSU dan Petugas SDA Bersihkan Sisa-sisa Banjir dan Lumpur di MTsN 19

PPSU dan Petugas SDA Bersihkan Sisa-sisa Banjir dan Lumpur di MTsN 19

Megapolitan
Menko PMK Melayat ke Rumah Korban Tembok Roboh MTsN 19, Berikan Santunan dan Daftarkan Bansos

Menko PMK Melayat ke Rumah Korban Tembok Roboh MTsN 19, Berikan Santunan dan Daftarkan Bansos

Megapolitan
Isak Tangis Orangtua Adnan Korban Tembok Roboh MTsN 19 Saat Pelayat Memeluknya...

Isak Tangis Orangtua Adnan Korban Tembok Roboh MTsN 19 Saat Pelayat Memeluknya...

Megapolitan
Musim Hujan, Masyarakat Harus Waspada Bahaya Kelistrikan dan Mitigasi Mandiri

Musim Hujan, Masyarakat Harus Waspada Bahaya Kelistrikan dan Mitigasi Mandiri

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.