Polisi Kembali Panggil David NOAH Terkait Dugaan Penipuan Rp 1,1 Miliar

Kompas.com - 23/08/2021, 18:10 WIB
Pemain keyboard NOAH David hadir dalam konferensi pers peluncuran buku Kisah Lainnya di fX Lifestyle XNter, Jakarta, Kamis (9/8/2012). Buku ini merupakan cerita pergulatan hidup lima personel NOAH, baik sebagai individu maupun sebagai anggota band, ketika mereka vakum bermusik pada 2010-2012 dan masih menyandang nama Peterpan. KOMPAS IMAGE/SRODERICK ADRIAN MOZESPemain keyboard NOAH David hadir dalam konferensi pers peluncuran buku Kisah Lainnya di fX Lifestyle XNter, Jakarta, Kamis (9/8/2012). Buku ini merupakan cerita pergulatan hidup lima personel NOAH, baik sebagai individu maupun sebagai anggota band, ketika mereka vakum bermusik pada 2010-2012 dan masih menyandang nama Peterpan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Polda Metro Jaya akan kembali melayangkan pemanggilan kedua terhadap pesonel band NOAH, David Kurnia Albert Dorfel alias David NOAH karena sebelumnya tidak hadir dengan alasan belum menerima surat.

Pemanggilan tersebut dilayangkan berkaitan dengan pelaporan Lina Yunita atas dugaan penggelapan dan penipuan uang lebih dari Rp 1,1 miliar terhadap David dan dua orang lainnya, YS dan EAS.

"Kemarin kami sudah mengundang D dan kawan-kawan. Ada tiga orang. Namun, yang bersangkutan tidak datang, kita akan mengundang kembali," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dalam keterangannya, Senin (23/8/2021).

Baca juga: David NOAH Tak Hadiri Pemeriksaan Terkait Kasus Dugaan Penipuan, Alasannya Belum Terima Surat dari Polisi

Yusri mengatakan, surat pemanggilan kedua dalam agenda pemeriksaan itu akan dilayangkan kepada David, YS dan EAS akan dikirimkan pada pekan ini.

Polisi mengharapkan David dan kedua orang lainnya itu untuk hadir menjelaskan kasus dugaan penipuan yang menjeratnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Akan kita kirim menggu ini. Kami mengharapkan Davidm YS dan EAS datang," ucap Yusri.

Baca juga: Terjerat Kasus Penipuan Rp 1,1 M, David NOAH Disebut Beri Jaminan Cek Tunai Kosong ke Korban

Sebelumnya, David dijadwalkan menjalani pemeriksaan atas kasus dugaan penggelapan dan penipuan di Polda Metro Jaya pada Jumat (20/8/2021).

Namun, David dan kedua orang lainnya, YS dan EAS tidak memenuhi dengan alasan belum menerima surat panggilan dari penyidik.

"Mohon maaf, sampai saat ini kami belum menerima surat undangan dimaksud. Terima kasih," ujar kuasa hukum David, Hendra Prawira Sanjaya, saat dihubungi, Jumat.

Adapun kasus yang menjerat David terjadi setelah adanya laporan dari Lina Yunita yang teregister dengan nomor LP/B/3761/VII/2021/SPKT Polda Metro Jaya pada Kamis (5/8/2021).

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ODHA di Depok Masih Dapat Stigma Negatif

ODHA di Depok Masih Dapat Stigma Negatif

Megapolitan
Pemprov Jakarta Bentuk Tim Khusus Awasi Alat Makan Bahan Melamin Tak Ber-SNI

Pemprov Jakarta Bentuk Tim Khusus Awasi Alat Makan Bahan Melamin Tak Ber-SNI

Megapolitan
Pada Akhir Pekan, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Capai 90.000 Orang

Pada Akhir Pekan, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Capai 90.000 Orang

Megapolitan
PPKM Level 2, Regulasi PTM di Jakarta Barat Tidak Berubah

PPKM Level 2, Regulasi PTM di Jakarta Barat Tidak Berubah

Megapolitan
Massa Reuni 212 Bakal Kumpul di Patung Kuda, Ini Respons Wagub DKI

Massa Reuni 212 Bakal Kumpul di Patung Kuda, Ini Respons Wagub DKI

Megapolitan
Selidiki Tewasnya Anggota FBR Joglo, Polisi: Pemeriksaan Saksi Tanpa Bawa Nama Ormas

Selidiki Tewasnya Anggota FBR Joglo, Polisi: Pemeriksaan Saksi Tanpa Bawa Nama Ormas

Megapolitan
Warga Akan Patungan jika Pemkot Tak Segera Ganti Tutup Gorong-gorong di Margonda yang Hilang

Warga Akan Patungan jika Pemkot Tak Segera Ganti Tutup Gorong-gorong di Margonda yang Hilang

Megapolitan
Harga Minyak Goreng di Jakut Tembus Rp 22.000 per Liter, Pedagang: Naik Terus Tiap Minggu

Harga Minyak Goreng di Jakut Tembus Rp 22.000 per Liter, Pedagang: Naik Terus Tiap Minggu

Megapolitan
UPDATE: Tambah 70 Kasus di Jakarta, 462 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 70 Kasus di Jakarta, 462 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Respons Sahroni Diminta Mundur sebagai Ketua Pelaksana Formula E Jakarta

Respons Sahroni Diminta Mundur sebagai Ketua Pelaksana Formula E Jakarta

Megapolitan
Besi Penutup Gorong-gorong di Margonda Dicuri, 2 Minggu Belum Diperbaiki

Besi Penutup Gorong-gorong di Margonda Dicuri, 2 Minggu Belum Diperbaiki

Megapolitan
2,5 Juta Warga Jakarta Belum Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

2,5 Juta Warga Jakarta Belum Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Megapolitan
BEM UI Pecat Seorang Pengurusnya Terkait Kekerasan Seksual

BEM UI Pecat Seorang Pengurusnya Terkait Kekerasan Seksual

Megapolitan
Kota Bogor Turun ke PPKM Level 2, Kemungkinan karena Klaster PTM Terbatas

Kota Bogor Turun ke PPKM Level 2, Kemungkinan karena Klaster PTM Terbatas

Megapolitan
RSUD Kota Depok Siapkan Tangki Oksigen Kapasitas 10 Ton untuk Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

RSUD Kota Depok Siapkan Tangki Oksigen Kapasitas 10 Ton untuk Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.