Kompas.com - 25/08/2021, 19:44 WIB
Pemprov DKI Jakarta letakan batu pertama pembangunan jalur jalan sehat dan sepeda santai  (Jalasena) di Kawasan Pantai Kita dan Pantai Maju, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (23/12/2018) KOMPAS.com/Ryana AryaditaPemprov DKI Jakarta letakan batu pertama pembangunan jalur jalan sehat dan sepeda santai (Jalasena) di Kawasan Pantai Kita dan Pantai Maju, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (23/12/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah provinsi DKI Jakarta mengadakan sayembara penamaan jalan dan landmark di kawasan Pantai Kita dan Pantai Maju, Jakarta Utara.

Sayembara tersebut digelar mulai 17 Agustus hngga 13 September 2021.

Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda DKI Jakarta Afan Adriansyah Idris mengatakan, sayembara itu dilakukan untuk mengumpulkan ide penamaan lima ruas jalan, satu bundaran, tiga jembatan, dan dua taman di Kawasan Pantai Kita dan Pantai Maju.

"Pemprov DKI Jakarta bersama JXB siap untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin menyumbangkan idenya. Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam penamaan jalan ini, silakan mengirimkan proposal atau materi ide-nya melalui instagram,” kata Afan, Rabu (25/8/2021) dilansir Tribun Jakarta.

Baca juga: Anies: BOR Pasien Covid-19 di Jakarta Sudah 22 Persen

Afan menjelaskan, partisipasi masyarakat dalam penamaan jalan itu merupakan representasi Jakarta sebagai kota kolaborasi.

"Jika pembangunan Ibu Kota dilakukan dengan cara berkolaborasi langsung bersama masyarakat, maka akan tercipta rasa kepemilikan dan rasa bangga. Bahwa dalam kawasan ini, ada peran masyarakat yang ikut mewarnai. Sehingga nantinya masyarakat akan lebih bisa menjaga kebersihan, keindahan dan keamanan di kawasan tersebut,” ujar Afan.

Bagi masyarakat yang ingin ikut serta dalam sayembara tersebut, mereka dapat membuat sebuah proposal yang berisi filosofi dari nama jalan dan landmark yang diajukan.

Proposal harus dikirim dengan format pdf ke email kitakasihnama@jxboard.co.id. Isi proposal mencakup profil data diri, nama jalan dan landmark yang diusulkan, filosofi, latar belakang dan keterkaitan nama.

Peserta juga mengunggah usulan nama dan filosofi di platform sosial media Instagram dengan menggunakan hashtag #KitaKasihNama dan #JadilahBagianSejarah, serta menandai akun @jxboard, @dkijakarta serta @plusjakarta.

Pengumuman pemenang akan dilakukan pada 1 Oktober mendatang dengan total hadiah uang tunai sejumlah lebih dari Rp 50 juta.

"Kami berharap masyarakat dapat ikut meramaikan sayembara ini dan menjadi bagian dari sejarah karena telah berkolaborasi langsung dalam pembangunan Ibu Kota,” kata Afan. 

Baca juga: P2G Sebut Positivity Rate Covid-19 Ganjal Rencana PTM Terbatas di Jakarta

 

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Pemprov DKI Gelar Sayembara Penamaan Jalan, Total Hadiah Uang Tunai Lebih dari Rp 50 Juta

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alasan Ibu Laporkan Anak yang Jual Kulkasnya: Saya Tak Kuat Lagi, Saya Diusir, Pantas Enggak?

Alasan Ibu Laporkan Anak yang Jual Kulkasnya: Saya Tak Kuat Lagi, Saya Diusir, Pantas Enggak?

Megapolitan
Kebakaran Hanguskan 26 Rumah di Tambora, Diduga akibat Korsleting

Kebakaran Hanguskan 26 Rumah di Tambora, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
UPDATE 25 Januari: Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tembus 2.190, 9 Pasien Meninggal

UPDATE 25 Januari: Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tembus 2.190, 9 Pasien Meninggal

Megapolitan
Dukcapil Akan Layani Perbaikan Dokumen Kependudukan bagi Warga Terdampak Banjir di Tegal Alur

Dukcapil Akan Layani Perbaikan Dokumen Kependudukan bagi Warga Terdampak Banjir di Tegal Alur

Megapolitan
Butuh Uang Usai Kena PHK, Pria di Ciputat Jual Kulkas Ibunya lalu Dilaporkan ke Polisi, Kini Jadi Terdakwa

Butuh Uang Usai Kena PHK, Pria di Ciputat Jual Kulkas Ibunya lalu Dilaporkan ke Polisi, Kini Jadi Terdakwa

Megapolitan
Pemkot Siapkan 60 RPTRA di Jakarta Selatan sebagai Sentra Vaksinasi 'Booster'

Pemkot Siapkan 60 RPTRA di Jakarta Selatan sebagai Sentra Vaksinasi "Booster"

Megapolitan
Disdamkar: 146 kebakaran terjadi di Kabupaten Bekasi sepanjang 2021

Disdamkar: 146 kebakaran terjadi di Kabupaten Bekasi sepanjang 2021

Megapolitan
Polisi Kejar Pemasok Sabu yang Diedarkan di Kawasan Kepulauan Seribu

Polisi Kejar Pemasok Sabu yang Diedarkan di Kawasan Kepulauan Seribu

Megapolitan
Advokat yang Memaki Ibu Korban Kekerasan Seksual di Depok Dinilai Langgar Kode Etik

Advokat yang Memaki Ibu Korban Kekerasan Seksual di Depok Dinilai Langgar Kode Etik

Megapolitan
Kronologi Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Pemkot Jaksel Sebut PNS Tak Terlibat

Kronologi Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Pemkot Jaksel Sebut PNS Tak Terlibat

Megapolitan
Pihak Keluarga Belum Terima Pemberitahuan Perkembangan Penyidikan Kakek Tewas Dikeroyok di Cakung

Pihak Keluarga Belum Terima Pemberitahuan Perkembangan Penyidikan Kakek Tewas Dikeroyok di Cakung

Megapolitan
Gudang di Tambora Kebakaran, Petugas Damkar Masih Berjibaku Padamkan Api

Gudang di Tambora Kebakaran, Petugas Damkar Masih Berjibaku Padamkan Api

Megapolitan
Sidang Kebakaran Lapas Tangerang, Kuasa Hukum Terdakwa Belum Tentu Hadirkan Saksi Meringankan

Sidang Kebakaran Lapas Tangerang, Kuasa Hukum Terdakwa Belum Tentu Hadirkan Saksi Meringankan

Megapolitan
Kans Kemenangan Anies Baswedan Dinilai Lebih Tinggi di Pilkada DKI Dibandingkan Pilpres

Kans Kemenangan Anies Baswedan Dinilai Lebih Tinggi di Pilkada DKI Dibandingkan Pilpres

Megapolitan
4 Terdakwa Kasus Kebakaran Lapas Tangerang Tak Ajukan Eksepsi, Ini Alasannya

4 Terdakwa Kasus Kebakaran Lapas Tangerang Tak Ajukan Eksepsi, Ini Alasannya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.