Polisi Pastikan Pria Pemalak Kontraktor Proyek di Kembangan Bukan Anggota Ormas

Kompas.com - 26/08/2021, 17:46 WIB
Konferensi pers pengungkapan pemalakkan staf proyek pembangunan di Joglo, Kembangan, Jakarta Barat yang mengaku anggota ormas. Konferensi pers diselenggarakan di Mapolsek Kembangan, Kamis (26/8/2021). Dok. Humas Polres Metro Jakarta BaratKonferensi pers pengungkapan pemalakkan staf proyek pembangunan di Joglo, Kembangan, Jakarta Barat yang mengaku anggota ormas. Konferensi pers diselenggarakan di Mapolsek Kembangan, Kamis (26/8/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi memastikan bahwa DB (48), pria yang memalak kontraktor proyek pembangunan di Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, bukan anggota organisasi masyarakat (ormas) mana pun.

Diketahui, DB mengatasnamakan sebuah ormas saat memalak kontraktor proyek pembangunan di Joglo.

"Kemarin dia (pelaku) ormas bilangnya. Kami dalami ternyata dia sendiri bukan ormas," kata Kanit Reskrim Polsek Kembangan AKP Ferdo dalam konferensi pers, Kamis (26/8/2021).

Baca juga: Polisi: Pria Mengaku Anggota Ormas Minta Uang Keamanan Rp 50 Juta ke Kontraktor Proyek di Kembangan

Ferdo mengatakan bahwa DB mulanya meminta uang sejumlah Rp 50 juta kepada korban.

"(Pelaku) menemui salah satu staf proyek untuk meminta sejumlah uang dengan dalih uang keamanan sebesar Rp 50 juta," kata Ferdo.

Namun, kontraktor proyek pembangunan hanya menyanggupi membayar Rp 500.000. Kata Ferdo, pelaku marah karena besaran uang yang ia minta tak dipenuhi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pelaku kemudian mengancam akan menutup proyek tersebut karena uang yang dibayar kurang. Pelaku membawa tongkat yang dibungkus kain untuk menakut-nakuti korban.

"Dia mengalungkan di (lengan) sebelah kanan, mengalungkan tongkat ini. Mungkin waktu itu diduga oleh korban atau saksi di TKP semacam sajam (senjata tajam), tapi waktu kami amankan ternyata hanya tongkat," lanjut Ferdo.

Baca juga: Polisi Tangkap Pria Mengaku Anggota Ormas yang Palak Pegawai Proyek di Kembangan

DB telah ditangkap oleh polisi di kawasan Jakarta Barat. Sebelum ditangkap, DB sempat melarikan diri.

Kini, DB disangkakan Pasal 368 ayat (1) KUHP. Ia terancam hukuman lima tahun penjara.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.