Ketua Fraksi PDI-P Akui Pernah Dilobi Pejabat Teras Pemprov DKI agar Interpelasi Dibatalkan

Kompas.com - 27/08/2021, 16:15 WIB
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (15/7/2019) KOMPAS.com/RYANA ARYADITA UMASUGIKetua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (15/7/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Fraksi PDI-Perjuangan Gembong Warsono mengatakan, dirinya sempat dilobi oleh seorang pejabat teras Pemprov DKI Jakarta sebelum resmi mengajukan hak interpelasi ke pimpinan DPRD DKI Jakarta.

Pejabat teras Pemprov DKI itu meminta Gembong untuk membatalkan proses pengajuan hak interpelasi.

"Saya dilobi dua jam lebih itu," kata Gembong saat dihubungi melalui telepon, Jumat (27/8/2021).

Peristiwa lobi yang berlangsung lebih dari dua jam tersebut, kata Gembong, terjadi pada Rabu (25/8/2021) malam, sehari sebelum PDI-P dan PSI resmi menyerahkan pengajuan interpelasi.

Baca juga: Sindir 7 Fraksi yang Tolak Interpelasi Setelah Diundang Anies, Ketua F-PDIP: Itu Koalisi Galau

Namun, Gembong enggan menyebut nama pejabat Pemprov DKI yang melakukan lobi. Dia mengatakan akan membongkar siapa dalang di balik lobi-lobi pembatalan hak interpelasi dari Pemprov DKI Jakarta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Enggak perlu saya sebut, saatnya nanti saya buka siapa orangnya, tapi sekarang belum," ucap dia.

Gembong mengatakan tidak menanggapi permintaan pelobi dan 25 anggota Fraksi PDI-P tetap menyerahkan pengajuan hak interpelasi pada Kamis (26/8/2021) sore pukul 15.00 di lantai 10 Gedung DPRD DKI Jakarta.

"Saya katakan kepada si pelobi bahwa ini (interpelasi) hak anggota (Dewan), saya tidak bisa mengekang hak anggota," ujar Gembong.

Baca juga: Tanggapi 7 Fraksi yang Tolak Interpelasi Setelah Diundang Anies, F-PSI: Mungkin Kebanyakan Makan Lobster

Gembong meminta Pemprov DKI Jakarta tidak perlu khawatir dengan interpelasi yang diajukan Fraksi PDI-Perjuangan dan Fraksi PSI.

Tidak perlu sampai kebakaran jenggot, kata dia, hingga perlu bergerilya melobi-lobi banyak fraksi untuk menghentikan interpelasi. Sebab, menurut Gembong, hak bertanya melalui hak interpelasi merupakan hak dasar anggota Dewan.

"Jadi sebetulnya enggak perlu dikhawatirkan, enggak perlu! Biasa-biasa saja, tidak ada yang luar biasa. Enggak perlu kebakaran jenggot, lobi-lobi walaupun saya dilobi dua jam lebih," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kena Penyekatan di Tangerang, 7 Anak Dipaksa Pulang Saat Hendak Ikut Reuni 212

Kena Penyekatan di Tangerang, 7 Anak Dipaksa Pulang Saat Hendak Ikut Reuni 212

Megapolitan
Pengamat: Jalan di Jakarta Jadi Tak Rata karena Sumur Resapan

Pengamat: Jalan di Jakarta Jadi Tak Rata karena Sumur Resapan

Megapolitan
Sopir Bus Transjakarta yang Tabrak Pos Polisi di PGC Diperiksa Polda Metro Jaya

Sopir Bus Transjakarta yang Tabrak Pos Polisi di PGC Diperiksa Polda Metro Jaya

Megapolitan
Anggaran Sumur Resapan 2022 Dihapus Dewan, Pemprov DKI Angkat Bicara

Anggaran Sumur Resapan 2022 Dihapus Dewan, Pemprov DKI Angkat Bicara

Megapolitan
Transjakarta Tabrak Pos Polisi di PGC hingga Hancur, Saksi Dengar Bunyi Ledakan

Transjakarta Tabrak Pos Polisi di PGC hingga Hancur, Saksi Dengar Bunyi Ledakan

Megapolitan
Kebakaran di Gedung Cyber Jaksel, Damkar Sebut Api Muncul dari Lantai 3

Kebakaran di Gedung Cyber Jaksel, Damkar Sebut Api Muncul dari Lantai 3

Megapolitan
Seorang Pria Meninggal Saat Memangkas Pohon di Bekasi

Seorang Pria Meninggal Saat Memangkas Pohon di Bekasi

Megapolitan
Korban Tewas dalam Kebakaran di Gedung Cyber Diduga karena Hirup Asap

Korban Tewas dalam Kebakaran di Gedung Cyber Diduga karena Hirup Asap

Megapolitan
Sekat Dibuka, Lalu Lintas di Sekitar Patung Kuda Sudah Normal

Sekat Dibuka, Lalu Lintas di Sekitar Patung Kuda Sudah Normal

Megapolitan
Bus Transjakarta Tabrak Pos Polisi di PGC, Sopir Hilang Kendali akibat Dongkrak Timpa Pedal Gas

Bus Transjakarta Tabrak Pos Polisi di PGC, Sopir Hilang Kendali akibat Dongkrak Timpa Pedal Gas

Megapolitan
Harus Rawat Ibunya yang Sakit, Jerinx Ajukan Penangguhan Penahanan ke Kejari Jakpus

Harus Rawat Ibunya yang Sakit, Jerinx Ajukan Penangguhan Penahanan ke Kejari Jakpus

Megapolitan
Banyak Karyawan Terjebak Kebakaran di Gedung Cyber, 1 Orang Tewas

Banyak Karyawan Terjebak Kebakaran di Gedung Cyber, 1 Orang Tewas

Megapolitan
Bus Transjakarta Kecelakaan Lagi, Anggota Komisi B Minta Audit Menyeluruh

Bus Transjakarta Kecelakaan Lagi, Anggota Komisi B Minta Audit Menyeluruh

Megapolitan
Satu Orang Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber Jaksel

Satu Orang Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber Jaksel

Megapolitan
Langkah RSUD Kota Tangerang Hadapi Ancaman Gelombang 3 Covid-19

Langkah RSUD Kota Tangerang Hadapi Ancaman Gelombang 3 Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.