Pemprov DKI Jakarta Siapkan 70 Armada Bus Sekolah untuk Pembelajaran Tatap Muka

Kompas.com - 30/08/2021, 16:45 WIB
Sebanyak 16 unit bus sekolah tersedia pagi para siswa yang mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di Jakarta Utara. Dok. Kominfotik Jakarta UtaraSebanyak 16 unit bus sekolah tersedia pagi para siswa yang mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di Jakarta Utara.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan 70 armada bus sekolah untuk mendukung proses pembelajaran tatap muka terbatas di DKI Jakarta.

"Kami menyiapkan 70 bus," kata Kepala UPT Bus Sekolah Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ali Murtado saat dihubungi melalui telepon, Senin (30/8/2021).

Ali mengatakan, operasional bus sekolah ini nantinya akan mendukung edukasi protokol kesehatan kepada para siswa yang melakukan pembelajaran tatap muka.

"Kita juga sajikan audio visual yang edukatif tentang vaksin, Corona, (dan penyakit) TBC, kita sajikan sosialisasi edukatif saja," ujar Ali.

Baca juga: Ragam Komentar Orangtua soal Sekolah Tatap Muka, Mendukung meski Khawatir Anak Terpapar Covid-19

Dia mengatakan, ada 33 rute bus sekolah yang beroperasi dan tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kapasitas bus sendiri berisi 15 orang saja karena pembatasan kapasitas transportasi di masa pandemi Covid-19.

"Kalau kapasitas (maksimal per bus) 30 ya, isinya (maksimal diperbolehkan) hanya 15 orang," ucap dia.

Ali mengatakan saat ini UPT Bus Sekolah DKI Jakarta memiliki 176 armada yang siap dioperasionalkan apabila dibutuhka lebih banyak.

"Ada beberapa yang masih kita perbantukan untuk evakuasi pasien Covid-19, kemudian untuk vaksinasi dan untuk vaksinasi keliling termasuk transportasi Nakes," ujar dia.

Baca juga: 16 Bus Sekolah Tersedia bagi Siswa yang Ikut PTM Terbatas di Jakarta Utara

Sebagai informasi, Pemprov DKI Jakarta kembali menggelar pembelajaran tatap muka secara terbatas yang diikuti oleh 610 sekolah.

Belajar tatap muka terbatas dilakukan pertama kali pada April 2021 lalu dan berlangsung selama tiga pekan.

Belajar tatap muka terbatas kedua pada awal Juni 2021, baru berjalan sepekan belajar tatap muka harus dihentikan karena lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta yang tidak terkendali.

Setelah kasus Covid-19 melandai dan DKI Jakarta berada dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3, sekolah tatap muka terbatas kembali digelar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengemudi Ojol Ditemukan Tewas dengan Kondisi Dada Sobek di Kemayoran

Pengemudi Ojol Ditemukan Tewas dengan Kondisi Dada Sobek di Kemayoran

Megapolitan
Cerita Penyintas Ledakan Bom Kampung Melayu, Ikut Jadi Korban Saat Tolong Polisi

Cerita Penyintas Ledakan Bom Kampung Melayu, Ikut Jadi Korban Saat Tolong Polisi

Megapolitan
Dirut Transjakarta 2 Kali Bungkam soal Video Direksi Tonton Tari Perut

Dirut Transjakarta 2 Kali Bungkam soal Video Direksi Tonton Tari Perut

Megapolitan
Pemkot Tangsel Berencana Buka Tempat Wisata Saat Nataru, asal...

Pemkot Tangsel Berencana Buka Tempat Wisata Saat Nataru, asal...

Megapolitan
Tahun Depan, Sumur Resapan di Jakarta Barat Akan Diperdalam dan Dipersempit

Tahun Depan, Sumur Resapan di Jakarta Barat Akan Diperdalam dan Dipersempit

Megapolitan
1 Pelajar Meninggal Dunia Setelah Terluka Dalam Tawuran di Serpong

1 Pelajar Meninggal Dunia Setelah Terluka Dalam Tawuran di Serpong

Megapolitan
Cerita Kakek Selamat dari Kebakaran Tambora: Dengar Suara Kobaran Api dalam Lelap

Cerita Kakek Selamat dari Kebakaran Tambora: Dengar Suara Kobaran Api dalam Lelap

Megapolitan
Warga Pasar Kemis Tertipu Setelah Diimingi Minyak Goreng Murah, Rugi Rp 631 Juta

Warga Pasar Kemis Tertipu Setelah Diimingi Minyak Goreng Murah, Rugi Rp 631 Juta

Megapolitan
Saat Mobil Milik Ketua DPP PSI Terperosok Sumur Resapan yang Ambles dan Sopir Dituding Sengaja Bolak-balik

Saat Mobil Milik Ketua DPP PSI Terperosok Sumur Resapan yang Ambles dan Sopir Dituding Sengaja Bolak-balik

Megapolitan
Uang Sumbangan Masjid di Pasar Rebo Digasak Maling untuk Ketiga Kali

Uang Sumbangan Masjid di Pasar Rebo Digasak Maling untuk Ketiga Kali

Megapolitan
UNJ Buat Peraturan Pencegahan Kekerasan Seksual Setelah Ada Kasus Dugaan Pelecehan Mahasiswi oleh Dosen

UNJ Buat Peraturan Pencegahan Kekerasan Seksual Setelah Ada Kasus Dugaan Pelecehan Mahasiswi oleh Dosen

Megapolitan
Ketua PSI Bantah Mobilnya Sengaja Bolak-Balik sebelum Terperosok di Sumur Resapan

Ketua PSI Bantah Mobilnya Sengaja Bolak-Balik sebelum Terperosok di Sumur Resapan

Megapolitan
Lima Jenazah Korban Kebakaran Tambora Akan Disemayamkan di Jelambar

Lima Jenazah Korban Kebakaran Tambora Akan Disemayamkan di Jelambar

Megapolitan
Sumur Resapan, Proyek “Kejar Tayang” Anies yang Ancam Keselamatan Warga

Sumur Resapan, Proyek “Kejar Tayang” Anies yang Ancam Keselamatan Warga

Megapolitan
Puluhan Warga Gembor, Kota Tangerang, Jadi Korban Penipuan, Kerugian Capai Rp 60 Miliar

Puluhan Warga Gembor, Kota Tangerang, Jadi Korban Penipuan, Kerugian Capai Rp 60 Miliar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.